Rabu, 13 Juli 2011

Memories of the Winter - Chapter 6

--cerita sebelumnya--





Chapter 6 : I Love You



Mendung.

Suasana yang sangat mendukung. Setidaknya bagi seseorang yang sedang terluka seperti Sasuke. Kilau mata dinginnya lenyap entah kemana, bergantikan dengan jejak pedih yang sanggup menimbulkan rasa iba bagi siapa saja yang melihat. Guratan yang sama ketika ia kehilangan kakaknya beberapa tahun silam. Dan kini ia menampakkan guratan itu lagi saat mengetahui sebuah kenyataan besar yang selama ini tak diketahuinya.

Itachi meninggal karena dirinya.

"Mengapa?" tanyanya lirih. Suaranya bergetar. Ia ingin menangis─menumpahkan seluruh emosi yang sedari tadi berkelana dalam benak. "Bodoh. Kau benar-benar bodoh, Itachi…" Ia menyentuh pusara Itachi dengan tangan bergetar. Ia tak tahu harus berkata apa lagi. Ditampiknya seluruh ego yang bersarang dalam tubuhnya. Ia ingin menangis. Seorang Uchiha menyedihkan ini sangat ingin menangis. Saat ini hanya itulah yang dapat membuatnya lega. Ya …menangis.

.

-flashback-

"Sasuke, bagaimana jika aku bilang, kalau penyebab meninggalnya Itachi bukanlah murni kecelakaan?"

"Eh?" Sasuke terkesiap saat pernyataan itu meluncur dari bibir Gaara. Jantungnya bagai dihantam gemuruh. Mata onyx-nya melebar dan terus menatap Gaara penuh tanya. "A-apa maksudmu?"

Gaara bergeming. Ia terdiam─tampak menyesal. Tak seharusnya ia membeberkan itu. Bagaimana pun juga Itachi telah mempercayakan rahasia besar ini padanya. Namun di lain sisi ia tak tega melihat Sasuke yang tersiksa hanya karena sebuah kenyataan yang tak diketahuinya tersebut. Sasuke harus tau. Dia harus tahu rahasia ini.

"Gaara? Kau menyembunyikan sesuatu?" Sasuke bertanya ragu. Entah mengapa sebagian dari jiwanya mengoyak untuk tahu alasan keganjilan sikap Gaara. Namun bagian yang lain seakan membisu─terlalu takut mendengar kenyataan yang mungkin akan semakin membawa perih.

Maaf Itachi, aku harus membongkar ini semua, batin Gaara bersua. Ia yakin keputusan ini akan membuat segalanya menjadi lebih baik. Ia pun mulai membuka mulut dan memandang Sasuke nanar, "Itachi…" Gaara menarik nafas dalam-dalam. "…kecelakaan itu disengaja olehnya. Ia telah merencanakan kecelakaan ini sebelum kejadian naas itu terjadi."

Di detik berikutnya, kaleng minuman yang sedari tadi dipegang Sasuke, terjatuh di lantai. Sasuke tercengang. Entah ia tak tahu harus bereaksi apa, saat kalimat itu keluar dari mulut Gaara. Ia terus terdiam. Mata onyx-nya menatap kosong penuh rasa tidak percaya dan keterkejutan yang tak mampu digambarkan oleh kata.

Gaara menunduk, "Dia sangat menyayangimu, Sasuke. Sebenarnya dia juga tidak tega meninggalkanmu, sementara dia sendiri sudah diberi amanah dari almarhum orang tua kalian untuk terus menjaga dan menemanimu. Tapi…" Gaara terdiam untuk sementara. Ia menarik nafas dan kemudian melanjutkannya, "…dia sangat keras kepala. Dia menuruti egonya tanpa berpikir panjang. Saat itu aku hampir tidak mengenalinya. Seorang Uchiha Itachi menjadi lemah karena terbutakan cinta. Maaf saat itu aku tidak berhasil mencegahnya." Lelaki berambut merah itu kembali menunduk.

Tak ada satu patah kata pun yang diucapkan oleh Sasuke. Rupanya berita ini cukup membuatnya shock. Ia tetap bertahan dalam kesunyian semunya. Tak akan ada yang tahu, bahwa dibalik kebisuan itu, tersimpan pemberontakan yang teramat pedih dari hati.

"Itachi mencintai Sakura. Kau juga tahu itu kan?" Gaara kembali memecah keheningan, "Tapi sayangnya perasaan tulus itu bertepuk sebelah tangan."

Eh?

"Kau mencintai Sakura kan, Sasuke? Itachi tahu itu sejak lama. Dan dia juga tahu, kalau Sakura…" Suara Gaara tercekat di tenggorokan, "…Sakura juga mencintaimu."

Sasuke ternganga. Seketika ia menggeleng─mengenyahkan semua cerita Gaara dari otaknya. Sungguh ia tidak mau mempercayai itu. Dadanya sesak, seakan ada sesuatu yang menghantam dan membiarkannya menimbulkan rasa menyakitkan yang teramat sangat.

"Dia mengira kematian adalah satu-satunya jalan untuk bisa merelakan kalian berdua. Dan ia memilih jalan itu." Lelaki berambut merah bata itu mengakhiri ceritanya dengan menunduk, "Maaf Sasuke, baru sekarang aku mengatakan ini padamu." ujarnya lirih seraya terus menenggelamkan kepala─berupaya menyembunyikan perasaan sedih yang menggelayut hati.

Sasuke tak berkutik. Sekian lama ia membisu. Tak satupun kata yang terlontar. Tak satupun air mata yang terjatuh. Pemuda berambut hitam itu hanya dapat memasang topeng bisu untuk menutupi pemberontakannya dalam jiwa.

-end of flashback-

.

Jauh dalam hati Sasuke, ia tidak ingin mempercayai cerita Gaara. Ini terlalu berat. Ini terlalu sulit untuk diterima. Tapi apa yang harus ia perbuat? Saat ini dia mengerti. Semua pertanyaannya sudah terjawab. Kejanggalan sikap Itachi sebelum pergi ke rumah Sakura berhasil menjawab semua ketidak percayaannya.

Isakan tangis mulai terdengar. Pemilik mata onyx itu menangis hebat. Bertubi penyesalan menyusup masuk dalam benak. Kalau saja saat itu ia mencegah Itachi. Kalau saja saat itu ia peka dalam menyimpulkan kejanggalan itu. Dan kalau saja…dia tidak pernah mencintai Sakura. Kalau saja seperti itu, hidup Itachi tak akan pernah berakhir seperti ini.

"Kau orang terbodoh yang pernah kutemui, Itachi. Kau sangat bodoh. Benar-benar bodoh…" Hanya kalimat itu yang dapat keluar lirih dari mulutnya. Selanjutnya ia hanya dapat kembali menangis. Karena hanya tindakan itulah yang dapat menyalurkan rasa sakitnya.

…lewat air mata.

.

.

Danau Harura.

Disinilah Haruno Sakura berada. Gadis itu tengah duduk di tepi danau dengan raut sedih. Senyum yang tercipta setiap kali ia berada di tempat itu, kini lenyap entah kemana. Ditatapnya pemandangan danau dengan pandangan nanar. Pandangan kosong yang tersirat berjuta kesedihan.

Perlahan ia menunduk. Kali ini pandangan itu terpusat pada amplop coklat di kedua tangannya. Amplop itu memang hanyalah amplop biasa. Tapi didalamnya tersimpan bongkahan perih yang sanggup meruntuhkan dinding asa yang selama ini telah dibangunnya dengan susah payah. Gadis itu bergeming saat membaca sampul depan di amplop tersebut. Nama rumah sakit yang kemarin sempat dikunjunginya untuk memeriksakan diri perihal bercak di wajahnya, seakan menjadi saksi bisu dari awal kepedihan ini.

"Tuhan…" panggilnya lirih. Lantas ia mendongak menatap langit.

Mendung.

Bahkan langit pun memahami suasana hatiku saat ini.

Untuk saat ini, hanyalah kata itu yang melintas dalam otak. Ia tahu bahwa ia harus tabah. Ini cobaan Tuhan untuk membuatnya semakin kuat. Lagipula ia sudah cukup sering mengalami hal ini sebelumnya. Kesedihan yang mendalam. Perasaan tertekan karena sobekan tajam. Ia sudah cukup sering melaluinya.

Kematian ayahnya, kematian Itachi, dan kehilangan Sasuke─cinta pertamanya. Seharusnya ia bisa menjadikan itu sebagai sebuah pengalaman untuk lebih tegar.

Tapi kali ini, ia benar-benar tidak bisa.

Sesak. Sangat menyesakkan. Kenyataan ini terlalu berat untuk manusia serapuh dia. Ia menyadari itu. Rasanya sangat perih. Hingga ia tak kuasa memberontak pada lingkar takdir yang begitu kejam.

"…Mengapa harus aku, Tuhan?"

.

.

Datanglah ke danau yang aku tunjukkan beberapa hari yang lalu.

Ada yang ingin kubicarakan.

Meski tanpa mencantumkan nama, meski nomor itu tak tercantum di kontak ponselnya. Namun agaknya Sasuke tahu siapa pengirim pesan itu. Ia pun langsung menyambungkan telepon pada pemilik nomor tersebut.

"Halo?" sapa suara di seberang telepon. Suara yang berbeda dari yang biasa didengarnya. Suara yang selalu terdengar manis di telinga, kini terdengar serak─seakan menyimpan bertubi kepedihan di dalamnya. Dan tak bisa dipungkiri, bahwa ia merindukan suara itu. Sangat rindu…

Sasuke tersadar dari lamunan ketika suara di seberang telepon kembali mengulang kata yang sama seperti sebelumnya. Pemuda itu pun menarik nafas. Dalam sekejap rasa gugup melanda. Hingga ia tak kuasa untuk mengatakan apa yang dirasakannya saat ini. Wanita di seberang telepon, yang pernah dicintainya, bahkan sampai detik ini terus dicintainya, tak bisakah mengerti bagaimana perasaan itu tanpa harus melalui kata?

"Maaf." ucap Sasuke lirih.

Maaf atas ketidak pedulianku selama ini. Maaf atas keegoisanku selama ini. Maaf atas ketidak jujuranku selama ini. Maaf, Maaf.

"─Maaf aku tidak bisa datang kesana." Sasuke menunduk, mengutuk dirinya sendiri. Sikap egoisme seorang Uchiha kembali menyerang. Seandainya saja ia bisa mengungkapkan apa yang sebenarnya terpendam dalam hati. Seandainya saja ia bisa mengungkapkan semua itu.

Wanita di seberang telepon sempat terdiam. Hingga beberapa detik kemudian, ia kembali berujar, "Aku akan menunggu sampai kau datang."

Dan… klik! Sambungan telepon terputus.

Tanpa berpikir panjang, Sasuke segera mengambil langkah seribu menuju stasiun. Ia harus cepat kembali ke Konoha. Itulah yang saat ini ia pikirkan. Wanita itu, wanita yang begitu dirindukannya itu, sedang menunggunya disana. Ia harus segera datang.

.

.

"Sakura…" Dengan ringkihan nafas yang berpacu selepas berlari, Sasuke memanggil nama itu dalam kegetiran. Sudah lama ia tidak menyebut nama tersebut. Ia sangat merindukannya.

Dilihatnya Sakura sedang duduk di atas rumput di tepi danau. Ia sedikit bergeming saat wanita berambut merah jambu yang dipanggilnya tadi, menoleh ke arahnya. Wajah ceria yang selama ini menghiasi wajah gadis tersebut, seakan hilang bergantikan dengan jejak lesu yang mengintimidasi setiap lekuknya. Bahkan mata emeraldnya tampak sembab. Terlihat sekali bahwa gadis itu baru saja menangis.

Gadis itu lantas tersenyum hambar. "Aku tahu, kau pasti datang." ucapnya pelan. Ia menatap Sasuke nanar.

"Sakura…" Sasuke meyebut nama itu lagi. Jika bisa, ia ingin selamanya menyebut nama itu terus menerus. Ia terlalu rindu. Ia terlalu merindukan nama indah itu terlontar dari bibirnya. "Sakura…" panggilnya lagi. Lirih. Penuh kepedihan. Seakan ia menginginkan malam ini hanya ia yang akan berbicara. Entah mengapa tiba-tiba sebuah firasat kecil mengumpul dalam benak. Akan ada satu masalah lagi yang terjadi malam ini. Pemuda itu hanya dapat berharap bahwa Sakura tak mengatakan hal yang mampu menambah koyakan perih di dadanya.

"Mulai besok, aku akan menghilang dari hadapanmu."

DEG!

Sasuke terkesiap. Ia menatap gadis di hadapannya dengan tatapan tidak percaya. "A-apa?" Sasuke bertanya dengan suara bergetar.

Gadis yang berada di hadapan Sasuke, lantas tersenyum. Ia menatap pemuda itu dengan penuh keyakinan, "Sesuai harapanmu, bukan?" Selepas kalimat itu meluncur tegas dari bibir merahnya, gadis itu pun tersenyum pada Sasuke, dan beranjak pergi dari tempat itu.

Sasuke masih diam tak bergeming. Hingga saat Sakura melewatinya, baru ia bertindak. Tanpa sadar, tangannya menahan tangan Sakura─seakan ia ingin gadis itu tidak pergi dan tetap berada di sampingnya. Sudah lama ia menanti. Dan ia tidak ingin penantiannya terbuang percuma. "Mana bisa kau berbuat seperti ini?" Sasuke menoleh ke arah Sakura, "Kau sudah membawaku sejauh ini, Sakura. Dan saat aku menyadari rasa ini, kau justru ingin pergi dariku?"

Sakura menatap pemuda yang saat ini menggenggam tangannya dengan tatapan menusuk, "Aku tak mau melihatmu lagi. Aku ingin lenyap dari hadapanmu. Bukankah ini yang kau harapkan sedari dulu, Sasuke?"

Mata onyx milik Sasuke melebar tatkala kalimat Sakura menyentuh gendang telinganya. Semua itu terlalu menyakitkan untuk didengar. "Kau baru saja mengatakan bahwa kau mencintaiku. Dan sekarang kau mengatakan kau ingin lenyap dari hadapanku? Kau kira ini hanyalah sebuah lelucon yang bisa kau ucapkan semudah itu?"

"Lupakan pernyataan cintaku tempo hari. Anggap saja aku tidak pernah mengatakannya," jawab Sakura tajam, namun entah mengapa ada sedikit keraguan di dalamnya.

Sasuke tercenung. Ia tak menyangka Sakura akan tega mengombang-ambingkan perasaannya seperti ini. "Tidak. Kau bohong." Sasuke menggeleng lesu. Perkataan Gaara tentang perasaan Sakura padanya, terlintas kembali di otaknya. "Kau mencintaiku."

Gadis berambut jambu itu kemudian tertawa masam, dan kemudian mengedikkan bahu. Ia melepaskan genggaman tangan Sasuke, lalu berniat melangkah menjauh dari pemuda bermata onyx tersebut. Lagi-lagi usahanya gagal ketika Sasuke menahannya dan menariknya ke dalam pelukan.

"Katakan itu tidak benar." ucap Sasuke lemas. Ia memeluk erat Sakura dalam dekapan. Ia benamkan wajahnya di bahu gadis itu. Ia sempat terdiam hingga kemudian berkata, "Aku mencintaimu." Meski dengan susah payah, alhasil kalimat itu akhirnya terlontar tegas dari mulutnya.

Sasuke bernafas lega. Akhirnya dua kata yang selama ini selalu ditekannya karena egoisme seorang Uchiha, kini meluncur tanpa beban. Namun meski demikian, perasaan galau kembali mennyelimuti. Ia terlalu takut menyadari kenyataan bahwa Sakura tetap akan bersi kukuh pada niat awalnya untuk meninggalkan pemuda menyedihkan ini.

"Sakura…" Sasuke mengeratkan pelukannya saat Sakura tak juga membalas pernyataan cintanya. Ia benamkan wajahnya lebih dalam di atas bahu gadis berambut merah jambu tersebut. Demi Tuhan, ia teramat mencintai gadis itu. Ia tak akan rela kehilangan untuk yang kedua kalinya. Sudah cukup beban yang ditanggungnya karena rahasia sang kakak. Kini ia tidak mau batinnya lebih menderita. Ia ingin gadis itu mengerti apa yang selama ini dirasakannya. Betapa selama ini ia selalu menekan keinginan untuk menggenggam tangannya, memeluknya, menyatakan rasa padanya, dan memilikinya.

Tiba-tiba pemuda berambut raven itu kembali dikejutkan, ketika gadis yang berada dalam dekapannya ini, mengeluarkan sebuah isakan kecil dari bibirnya. Eh? Sasuke menggigit bibir. Perlahan ia mengendorkan pelukannya. Dalam hati ia memberontak. Ia kembali dikelilingi rasa bersalah. Ini bukan pertama kalinya, Sakura menangis karena perbuatannya. Ia masih ingat betul saat insiden kematian kakaknya─seusai ia mengusir Sakura untuk keluar dari hidupnya. Dan semua pasti bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya. Gadis itu menangis.

Air mata yang sedari dulu teramat ingin dihapusnya, bolehkah ia menggantinya saat ini?

Baru saja jemari Sasuke hendak menghapus rintihan permata kepedihan itu, Sakura tiba-tiba angkat bicara di tengah tangisnya, "Kau terlambat Sasuke."

Sasuke ternganga. Sesaat ia kembali menajamkan pendengarannya─sekedar berharap bahwa bukan kalimat itu yang ia dengar barusan. Namun apa mau dikata, harapan itu tak sejalan dengan kenyataan. Kalimat yang sama kembali meluncur dari mulut Sakura. Dan pemuda itu hanya dapat mematung saat menyadari hatinya kini runtuh menjadi bongkahan kasat mata.

Seorang Uchiha ditolak?

Sasuke tercenung. Masih terdiam dalam kesunyian yang menyakitkan. Ia dapat merasakan jantungnya serasa dihujam meriam. Perih. Dadanya begitu sesak tak tertahankan.

Gadis berambut merah jambu itu menggumam kecil setelah sekian lama berlangsung hening, "Biarkan aku pergi," pintanya lirih

Sasuke lantas melepaskan genggamannya dengan lemas. Entah apa yang harus ia lakukan saat ini. Ini terlalu menyakitkan. Jauh lebih menyakitkan daripada apa yang sudah terjadi selama ini.

Dan sama seperti yang ia lakukan sebelumnya. Pemuda itu hanya dapat terdiam. Tak sedikit pun mengungkapkan beribu pertanyaan yang masih membuncah di otaknya. Ia terlalu takut. Ia begitu takut jika gadis itu justru mengatakan sesuatu hal yang lebih buruk.

Ia takut hatinya lebih terluka dari ini.

Pemilik mata onyx itu terduduk di atas rumput, menopang tubuh lemasnya dengan lutut. Gadis yang dicintainya kini telah pergi. Dan ia tidak kuasa lagi untuk terus berpura-pura kuat. Bertubi pemberontakan terus menerus berselubung dalam benaknya. Andai ia mengatakannya sejak awal, akankah berakhir seperti ini? Mungkin tidak.

Ditundukkannya kepala─sekedar menyembunyikan bening air yang mulai membasahi mata. Entah sejak kapan ia menjadi secengeng ini. Semua hal yang sudah terjadi padanya, sungguh teramat menyedihkan.

Untuk saat ini, mungkin tangisan hanyalah satu-satunya hal yang bisa ia lakukan.

.

.

.

To be continued

Artikel Terkait



15 komentar:

nadiapuccino mengatakan...

Aku baru baca lanjutannya...

Waah, part ini bagus banget. Tapi kurang panjang, kak. Belum puas bacanya, hoho :D

karin_chan mengatakan...

ugyaa....
buruan diselesein nacchii ! ;)
penasaran euyy !

TugasS mengatakan...

I have read through your articles
and posts. they are great and it
gives me a sense of thoughts. Pretty
good post. I just stumbled upon your
blog and wanted
to say that I have really enjoyed reading your blog posts.

tricajus mengatakan...

jd penasaran...
bagaimana kelanjutannya? kita tunggu setelah yang satu ini

Outbound di Malang mengatakan...

Kunci keberhasilan adalah menanamkan kebiasaan sepanjang hidup Anda untuk melakukan hal - hal yang Anda takuti.
tetap semangat tinggi untuk jalani hari ini ya gan ! ditunggu kunjungannya :D

obat penyakit stroke herbal mengatakan...

penasaran euy,, ayo lanjutin ceritanya...

toko penjual ace maxs mengatakan...

memori yang menyenangkan

obat herbal penyakit mengatakan...

pengen tau kisah selanjutnya

Kelly Tanoto mengatakan...

www.indobet77.com

Master Agen Bola , Casino , Tangkas , Togel Terbesar
dan Terpercaya Pilihan Para Bettor

New Promo ( khusus produk 998bet )
- Bonus 100 % New Member sportsbook ( 998 bet ) .
- Bonus 100 % New Member Casino ( 998 bet ) .
( Syarat dan Ketentuan Berlaku )

Promo Terbaru :
- Bonus 10% New Member Sportsbook ( SBObet, IBCbet , AFB88 ,368bet , M8bet , 998bet )
- Bonus 5% New Member Casino Online ( 338a , 1Scasino , Asia8bet , CBO855 )
- Bonus 10% Setiap Hari Bola Tangkas ( TangkasNet , 368MM , 88 Tangkas )
- Togel Online ( Klik4D )
- Sabung Ayam ( New Produk )
- CASHBACK untuk Member
- BONUS REFERRAL 5% + 1% Seumur Hidup

untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
- YM : indobet77_sb2@yahoo.com
- EMAIL : indobet77@gmail.com
- WHATSAPP : +63 905 213 7238
- WECHAT : indobet77
- SMS CENTER : +63 905 213 7238
- PIN BB : 2B65A547 / 24CC5D0F

Salam Admin ,
http://indobet77.com/

bpk muliadi mengatakan...

KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل

KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل


KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل

Juane Weg mengatakan...

ugg boots on sale 70% off
fitflops sale clearance
michael kors discount handbags
ralph lauren factory store
coach handbags outlet
canada goose outlet sale
rolex watches for sale
north face jackets clearance
new balance outlet store
burberry outlet
michael kors outlet
under armour clearance
abercrombie and fitch outlet online
north face denali jacket
fitflop outlet
coach outlet online
kids jordans
mbt outlet
canada goose jacket outlet
michael kors outlet
michael kors outlet store
new jordans
polo factory store
coach outlet store online clearances
mont blanc pen
nike outlet store online
fendi shoes
clarks shoes outlet
timberland outlet
michael kors outlet 75% off
cheap nike shoes
coach factory outlet online
cheap purses michael kors
air jordan 11 legend blue
north face jacket
kobe bryant shoes
abercrombie and fitch outlet
kobe bryant shoes 2015
jordan 12
nike air max shoes
air jordan 13
clark shoes outlet
canada goose outlet
gucci handbags
20151019yxj-1

Juane Weg mengatakan...

mont blanc pens sale
air max 2015
ferragamo outlet
ugg boots sale
gucci bags
fitflop shoes clearance
north face coat
ralph lauren polo shirts
michael kors handbags
louboutin outlet
coach handbags
north face outlet 70% off
nike heels
coach purses
prada sneakers
coach factory online sale
cheap vans
coach tote
jordans for girls
fitflops sandals for women
retro jordans
michael kors outlet online
canada goose jackets
coach purses outlet online
marc jacobs handbags
michael kors watches discount outlet
ralph lauren clearance
reebok pumps for sale
polo shirts for men
canada goose outlet
jordan 6
kate spade handbags
air jordan 11
nike outlet online
ralph lauren polo outlet online
lebron james shoes
cheap canada goose jackets
wholesale jordans
hermes scarf
clearance nike
fitflop outlet
cheap kd shoes
michael kors handbags sale
hermes outlet
20151019yxj-2

Poker Online mengatakan...

Berita yang berisi manfaat sangat bagus.. Lanjutkan yang terbaik gan..

Agen Poker
Agen Poker Online
Agen Poker Terpercaya
Poker Online
Poker Terpercaya
Bandar Domino
Bandar Domino Online
Agen Domino
Judi Poker
Taruhan Poker
Bandar Poker

dong dong23 mengatakan...

nike roshe flyknit
louis vuitton
longchamp outlet
coach factory outlet
michael kors outlet
tods shoes
polo ralph lauren
juicy couture
nike sb
nike air jordan
michael kors outlet
adidas shoes
tory burch outlet
lebron james shoes
michael kors handbags
polo ralph lauren outlet
gucci handbags
toms outlet
nike air huarache
kobe bryant shoes
toms shoes
michael kors outlet
fitflops
ralph lauren sale
celine
coach factory outlet
tory burch sale
ray ban sunglasses
nike running shoes
coach outlet
tory burch outlet
lebron james shoes 12
cheap oakleys
marc jacobs
hollister kids
louis vuitton outlet
giuseppe zanotti sneakers
michael kors handbags
polo ralph lauren
nike sb shoes
20166.8wengdongdong

Miriam Steve mengatakan...

I wont say that winter is a precious time for many people, but one thing that people always have is memories. I also have some memories of a time i visited the UK on winter, not so bad but then not my precious moments. Managing a New Dairy Products Processing plant Thank you for sharing.

Posting Komentar

tengz vo give me a coment ☺