Rabu, 29 Juni 2011

Aku Datang


Di bawah purnama aku berpijak─sekedar menyerukan rintihan luka dalam kesunyian lara. Kutengadahkan kepala seraya menerawang angkasa tanpa cela. Tak seharusnya aku terlambat menyadari. Kini aku ingin membuat sebuah pengakuan. Biarlah langit tahu, aku tengah dirundung pilu yang teramat menyesakkan. Biarlah angin pun tahu, aku telah menepis jauh rasa ego yang selama ini menggelayutiku dengan erat. Dan biarlah alam tahu, aku merindukan sosok malaikat kecil di tempat itu.

Sangat merindukannya…

Aku benci diriku yang lemah seperti ini. Namun tak bisa dipungkiri, aku jauh lebih membenci diriku yang dulu. Diriku yang selalu mempertahankan sikap angkuh demi meraih apa yang aku inginkan. Hingga aku tak menyadari semua orang tersakiti karena perbuatan bodohku. Terutama dia.

Memori itu masih terekam jelas dalam ingatan. Dia─gadis itu─gadis yang terakhir kali kutemui sebelum meninggalkan Konoha, aku merasa sangat bersalah padanya. Entah seberapa terluka dia saat itu. Mengingat betapa rasa yang ditujukannya begitu besar padaku. Aku menyesal. Aku merasa berdosa telah meninggalkannya.

Dia. Dia selalu menatapku dengan tulus. Menyatakan rasa sukanya padaku berulang kali. Bahkan selalu mengkhawatirkan keadaanku sekalipun aku merasa baik-baik saja.

Bodoh. Mengapa aku baru menyadarinya? Mengapa aku baru sadar bahwa sesungguhnya dia…

…teramat berarti untukku?

Kini aku menyerah. Kutinggalkan semua sikap burukku di masa lalu. Aku ingin mengulang semuanya dari awal. Bolehkah?

DEG!

Aku segera bersembunyi saat kudengar derap langkah yang mendekat. Diantara rimbun semak aku menyipitkan mata─berupaya melihat siapa gerangan orang yang muncul selarut ini. Dan aku sukses terbelalak.

Gadis itu.

Sakura!

Gadis yang sedari tadi berkelana dalam pikiranku. Gadis yang sedari tadi mengintimidasi setiap syarafku untuk terus memikirkannya. Tch! Apa yang harus aku lakukan? Aku… Aku ingin ia menyadari kehadiranku. Namun bagaimana jika reaksinya tidak seperti yang kuharapkan?

Eh? Sejak kapan aku menjadi sepengecut ini?

Aku sedikit bergeming, saat menyadari gadis itu berhenti melangkah. Pandanganku terus menatapnya was-was. Hingga aku kembali dikejutkan, saat ia mendudukkan diri di bangku─

─bangku itu, eh?

Bangku dimana aku meninggalkannya begitu saja sebelum aku meninggalkan Konoha. Mengapa ia kemari selarut ini hanya untuk duduk disana? Tunggu. Apakah…

…ia sedang menungguku?

Aku mengepalkan tangan. Dalam hati aku memberontak. Lelaki macam apa aku ini? Apa ini yang selalu dilakukannya selama aku pergi?

Tch!

Aku sadar sekarang.

Buat apa menjadi kuat, bila dia tidak ada di sampingku? Karena sesungguhnya, kuakui dialah sumber penyemangatku. Dialah orang yang tulus mendampingiku tanpa meminta imbalan apapun dariku. Dia. Ya, dia. Malaikat tulus yang selalu menerimaku apa adanya.

Tekadku sudah bulat. Aku ingin menghentikan penantiannya. Aku ingin menjadi kuat bersamanya. Aku ingin kembali ke Konoha. Menjalankan misi bersama team 7. Menjadi kuat dan semakin kuat bersama mereka semua.

Seusai memantapkan hati, aku keluar dari tempat persembunyianku, menghampiri gadis itu, dan tersenyum padanya.

Kulihat ia terbelalak menatapku. Ia pun berdiri dan terus menatapku tanpa kedip. Ditelusuri lekuk wajahku secara menyeluruh oleh bening mata emeraldnya. Dan sekejap kemudian, suara yang teramat kurindukan mulai keluar dari bibirnya, "Sa..Sasuke? Be..benarkah itu kau?"

Aku tersenyum lega saat menyadari bahwa ia tidak marah sedikit pun kepadaku. Sedetik kemudian, kuanggukan kepala dan menatapnya tanpa henti.

Tuhan, biarlah seperti ini. Biarlah aku kembali bersamanya seperti yang kulalui di masa lalu. Aku bersumpah, tak akan menyakiti gadis ini lagi. Aku bersumpah, tak akan mengulang kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya.

Jadi, biarkan aku terus bersamanya mulai kini, esok, dan seterusnya.

Aku mohon.

"Ya, Sakura…" ujarku mantap. Kutarik senyumku semakin dalam. Mungkin ini senyum terlebar yang pernah kutunjukkan pada siapapun. Untuk malam ini saja, tidak apa-apa. Jika itu mungkin satu-satunya jalan untuk menebus kesalahanku di masa lalu, aku tidak keberatan.

"…Aku datang."

.

.

.

FIN

Artikel Terkait



6 komentar:

Azizah Ananda mengatakan...

ah baguss :D
ini ada sambungannya apa cerpen kak ?
tumben deh...kk ngeblog lagi hehe :D

AkaneD'SiLa mengatakan...

sasuke : tadaima
sakura : okaeri
:D

♥ nadita is nacchi ♥ mengatakan...

@zhi : cerpen aja zhi. hihihi mumpung lagi mood. iya juga ya, udah lama ya aku gak blogging *baru nyadar* ^^

@akane : like it~ ^^

Kelly Tanoto mengatakan...

www.indobet77.com

Master Agen Bola , Casino , Tangkas , Togel Terbesar
dan Terpercaya Pilihan Para Bettor

New Promo ( khusus produk 998bet )
- Bonus 100 % New Member sportsbook ( 998 bet ) .
- Bonus 100 % New Member Casino ( 998 bet ) .
( Syarat dan Ketentuan Berlaku )

Promo Terbaru :
- Bonus 10% New Member Sportsbook ( SBObet, IBCbet , AFB88 ,368bet , M8bet , 998bet )
- Bonus 5% New Member Casino Online ( 338a , 1Scasino , Asia8bet , CBO855 )
- Bonus 10% Setiap Hari Bola Tangkas ( TangkasNet , 368MM , 88 Tangkas )
- Togel Online ( Klik4D )
- Sabung Ayam ( New Produk )
- CASHBACK untuk Member
- BONUS REFERRAL 5% + 1% Seumur Hidup

untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
- YM : indobet77_sb2@yahoo.com
- EMAIL : indobet77@gmail.com
- WHATSAPP : +63 905 213 7238
- WECHAT : indobet77
- SMS CENTER : +63 905 213 7238
- PIN BB : 2B65A547 / 24CC5D0F

Salam Admin ,
http://indobet77.com/

Uchiha Risqi mengatakan...

BAGUS KAK (y)

Uchiha Risqi mengatakan...

bagus kak (y)

Posting Komentar

tengz vo give me a coment ☺