<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994</id><updated>2012-02-16T21:48:03.163+07:00</updated><category term='Fiksi'/><category term='Motivasi'/><category term='Poem'/><category term='Download'/><category term='Dear Diary'/><category term='Award'/><category term='Idola Cilik'/><category term='Movie'/><category term='Jepang'/><category term='Kahlil Gibran'/><title type='text'>♥ Aishiteru ♥</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-7391664556074562080</id><published>2011-07-13T17:58:00.003+07:00</published><updated>2011-07-13T18:05:37.269+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><title type='text'>Memories of the Winter - Chapter 6</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: right; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;a href="http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/11/memories-of-winter-chapter-5.html"&gt;&lt;b&gt;--cerita sebelumnya--&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-5dsUPHLTxNc/Th17zE6y8cI/AAAAAAAAAQM/rh6Gg2XKMw0/s1600/0.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-5dsUPHLTxNc/Th17zE6y8cI/AAAAAAAAAQM/rh6Gg2XKMw0/s320/0.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5628791226706883010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(0, 102, 0); font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;b&gt;Chapter 6 : &lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;I Love You&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mendung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Suasana  yang sangat mendukung. Setidaknya bagi seseorang yang sedang terluka  seperti Sasuke. Kilau mata dinginnya lenyap entah kemana, bergantikan  dengan jejak pedih yang sanggup menimbulkan rasa iba bagi siapa saja  yang melihat. Guratan yang sama ketika ia kehilangan kakaknya beberapa  tahun silam. Dan kini ia menampakkan guratan itu lagi saat mengetahui  sebuah kenyataan besar yang selama ini tak diketahuinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Itachi meninggal karena dirinya.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Mengapa?"  tanyanya lirih. Suaranya bergetar. Ia ingin menangis─menumpahkan  seluruh emosi yang sedari tadi berkelana dalam benak. "Bodoh. Kau  benar-benar bodoh, Itachi…" Ia menyentuh pusara Itachi dengan tangan  bergetar. Ia tak tahu harus berkata apa lagi. Ditampiknya seluruh ego  yang bersarang dalam tubuhnya. Ia ingin menangis. Seorang Uchiha  menyedihkan ini sangat ingin menangis. Saat ini hanya itulah yang dapat  membuatnya lega. Ya …menangis.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;-flashback-&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Sasuke, bagaimana jika aku bilang, kalau penyebab meninggalnya Itachi bukanlah murni kecelakaan?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Eh?"  Sasuke terkesiap saat pernyataan itu meluncur dari bibir Gaara.  Jantungnya bagai dihantam gemuruh. Mata onyx-nya melebar dan terus  menatap Gaara penuh tanya. "A-apa maksudmu?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Gaara bergeming. Ia  terdiam─tampak menyesal. Tak seharusnya ia membeberkan itu. Bagaimana  pun juga Itachi telah mempercayakan rahasia besar ini padanya. Namun di  lain sisi ia tak tega melihat Sasuke yang tersiksa hanya karena sebuah  kenyataan yang tak diketahuinya tersebut. Sasuke harus tau. Dia harus  tahu rahasia ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Gaara? Kau menyembunyikan sesuatu?" Sasuke  bertanya ragu. Entah mengapa sebagian dari jiwanya mengoyak untuk tahu  alasan keganjilan sikap Gaara. Namun bagian yang lain seakan  membisu─terlalu takut mendengar kenyataan yang mungkin akan semakin  membawa perih.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Maaf Itachi, aku harus membongkar ini semua&lt;/i&gt;,  batin Gaara bersua. Ia yakin keputusan ini akan membuat segalanya  menjadi lebih baik. Ia pun mulai membuka mulut dan memandang Sasuke  nanar, "Itachi…" Gaara menarik nafas dalam-dalam. "…kecelakaan itu  disengaja olehnya. Ia telah merencanakan kecelakaan ini sebelum kejadian  naas itu terjadi."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Di detik berikutnya, kaleng minuman yang  sedari tadi dipegang Sasuke, terjatuh di lantai. Sasuke tercengang.  Entah ia tak tahu harus bereaksi apa, saat kalimat itu keluar dari mulut  Gaara. Ia terus terdiam. Mata onyx-nya menatap kosong penuh rasa tidak  percaya dan keterkejutan yang tak mampu digambarkan oleh kata.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Gaara  menunduk, "Dia sangat menyayangimu, Sasuke. Sebenarnya dia juga tidak  tega meninggalkanmu, sementara dia sendiri sudah diberi amanah dari  almarhum orang tua kalian untuk terus menjaga dan menemanimu. Tapi…"  Gaara terdiam untuk sementara. Ia menarik nafas dan kemudian  melanjutkannya, "…dia sangat keras kepala. Dia menuruti egonya tanpa  berpikir panjang. Saat itu aku hampir tidak mengenalinya. Seorang Uchiha  Itachi menjadi lemah karena terbutakan cinta. Maaf saat itu aku tidak  berhasil mencegahnya." Lelaki berambut merah itu kembali menunduk.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Tak ada satu patah kata pun yang diucapkan oleh Sasuke. Rupanya berita ini cukup membuatnya &lt;i&gt;shock&lt;/i&gt;.  Ia tetap bertahan dalam kesunyian semunya. Tak akan ada yang tahu,  bahwa dibalik kebisuan itu, tersimpan pemberontakan yang teramat pedih  dari hati.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Itachi mencintai Sakura. Kau juga tahu itu kan?" Gaara  kembali memecah keheningan, "Tapi sayangnya perasaan tulus itu bertepuk  sebelah tangan."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Eh?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Kau mencintai Sakura kan,  Sasuke? Itachi tahu itu sejak lama. Dan dia juga tahu, kalau Sakura…"  Suara Gaara tercekat di tenggorokan, "…Sakura juga mencintaimu."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke  ternganga. Seketika ia menggeleng─mengenyahkan semua cerita Gaara dari  otaknya. Sungguh ia tidak mau mempercayai itu. Dadanya sesak, seakan ada  sesuatu yang menghantam dan membiarkannya menimbulkan rasa menyakitkan  yang teramat sangat.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Dia mengira kematian adalah satu-satunya  jalan untuk bisa merelakan kalian berdua. Dan ia memilih jalan itu."  Lelaki berambut merah bata itu mengakhiri ceritanya dengan menunduk,  "Maaf Sasuke, baru sekarang aku mengatakan ini padamu." ujarnya lirih  seraya terus menenggelamkan kepala─berupaya menyembunyikan perasaan  sedih yang menggelayut hati.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke tak berkutik. Sekian lama ia  membisu. Tak satupun kata yang terlontar. Tak satupun air mata yang  terjatuh. Pemuda berambut hitam itu hanya dapat memasang topeng bisu  untuk menutupi pemberontakannya dalam jiwa.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;-end of flashback-&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Jauh  dalam hati Sasuke, ia tidak ingin mempercayai cerita Gaara. Ini terlalu  berat. Ini terlalu sulit untuk diterima. Tapi apa yang harus ia  perbuat? Saat ini dia mengerti. Semua pertanyaannya sudah terjawab.  Kejanggalan sikap Itachi sebelum pergi ke rumah Sakura berhasil menjawab  semua ketidak percayaannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Isakan tangis mulai terdengar.  Pemilik mata onyx itu menangis hebat. Bertubi penyesalan menyusup masuk  dalam benak. Kalau saja saat itu ia mencegah Itachi. Kalau saja saat itu  ia peka dalam menyimpulkan kejanggalan itu. Dan kalau saja…dia tidak  pernah mencintai Sakura. Kalau saja seperti itu, &lt;i&gt;hidup Itachi tak akan pernah berakhir seperti ini.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Kau  orang terbodoh yang pernah kutemui, Itachi. Kau sangat bodoh.  Benar-benar bodoh…" Hanya kalimat itu yang dapat keluar lirih dari  mulutnya. Selanjutnya ia hanya dapat kembali menangis. Karena hanya  tindakan itulah yang dapat menyalurkan rasa sakitnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;…lewat air mata.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Danau Harura.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Disinilah  Haruno Sakura berada. Gadis itu tengah duduk di tepi danau dengan raut  sedih. Senyum yang tercipta setiap kali ia berada di tempat itu, kini  lenyap entah kemana. Ditatapnya pemandangan danau dengan pandangan  nanar. Pandangan kosong yang tersirat berjuta kesedihan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Perlahan  ia menunduk. Kali ini pandangan itu terpusat pada amplop coklat di kedua  tangannya. Amplop itu memang hanyalah amplop biasa. Tapi didalamnya  tersimpan bongkahan perih yang sanggup meruntuhkan dinding asa yang  selama ini telah dibangunnya dengan susah payah. Gadis itu bergeming  saat membaca sampul depan di amplop tersebut. Nama rumah sakit yang  kemarin sempat dikunjunginya untuk memeriksakan diri perihal bercak di  wajahnya, seakan menjadi saksi bisu dari awal kepedihan ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Tuhan…" panggilnya lirih. Lantas ia mendongak menatap langit.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Mendung.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Bahkan langit pun memahami suasana hatiku saat ini.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Untuk  saat ini, hanyalah kata itu yang melintas dalam otak. Ia tahu bahwa ia  harus tabah. Ini cobaan Tuhan untuk membuatnya semakin kuat. Lagipula ia  sudah cukup sering mengalami hal ini sebelumnya. Kesedihan yang  mendalam. Perasaan tertekan karena sobekan tajam. Ia sudah cukup sering  melaluinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Kematian ayahnya, kematian Itachi, dan kehilangan  Sasuke─cinta pertamanya. Seharusnya ia bisa menjadikan itu sebagai  sebuah pengalaman untuk lebih tegar.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Tapi kali ini, ia benar-benar tidak bisa.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sesak.  Sangat menyesakkan. Kenyataan ini terlalu berat untuk manusia serapuh  dia. Ia menyadari itu. Rasanya sangat perih. Hingga ia tak kuasa  memberontak pada lingkar takdir yang begitu kejam.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"…Mengapa harus aku, Tuhan?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Datanglah ke danau yang aku tunjukkan beberapa hari yang lalu.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ada yang ingin kubicarakan.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Meski  tanpa mencantumkan nama, meski nomor itu tak tercantum di kontak  ponselnya. Namun agaknya Sasuke tahu siapa pengirim pesan itu. Ia pun  langsung menyambungkan telepon pada pemilik nomor tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Halo?"  sapa suara di seberang telepon. Suara yang berbeda dari yang biasa  didengarnya. Suara yang selalu terdengar manis di telinga, kini  terdengar serak─seakan menyimpan bertubi kepedihan di dalamnya. Dan tak  bisa dipungkiri, bahwa ia merindukan suara itu. Sangat rindu…&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke  tersadar dari lamunan ketika suara di seberang telepon kembali  mengulang kata yang sama seperti sebelumnya. Pemuda itu pun menarik  nafas. Dalam sekejap rasa gugup melanda. Hingga ia tak kuasa untuk  mengatakan apa yang dirasakannya saat ini. Wanita di seberang telepon,  yang pernah dicintainya, bahkan sampai detik ini terus dicintainya, tak  bisakah mengerti bagaimana perasaan itu tanpa harus melalui kata?&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Maaf." ucap Sasuke lirih.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Maaf atas ketidak pedulianku selama ini. Maaf atas keegoisanku selama ini. Maaf atas ketidak jujuranku selama ini. Maaf, Maaf.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"─Maaf  aku tidak bisa datang kesana." Sasuke menunduk, mengutuk dirinya  sendiri. Sikap egoisme seorang Uchiha kembali menyerang. Seandainya saja  ia bisa mengungkapkan apa yang sebenarnya terpendam dalam hati.  Seandainya saja ia bisa mengungkapkan semua itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Wanita di  seberang telepon sempat terdiam. Hingga beberapa detik kemudian, ia  kembali berujar, "Aku akan menunggu sampai kau datang."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Dan… &lt;i&gt;klik!&lt;/i&gt; Sambungan telepon terputus.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Tanpa  berpikir panjang, Sasuke segera mengambil langkah seribu menuju  stasiun. Ia harus cepat kembali ke Konoha. Itulah yang saat ini ia  pikirkan. Wanita itu, wanita yang begitu dirindukannya itu, sedang  menunggunya disana. Ia harus segera datang.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sakura…"  Dengan ringkihan nafas yang berpacu selepas berlari, Sasuke memanggil  nama itu dalam kegetiran. Sudah lama ia tidak menyebut nama tersebut. Ia  sangat merindukannya.&lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Dilihatnya Sakura sedang duduk di atas  rumput di tepi danau. Ia sedikit bergeming saat wanita berambut merah  jambu yang dipanggilnya tadi, menoleh ke arahnya. Wajah ceria yang  selama ini menghiasi wajah gadis tersebut, seakan hilang bergantikan  dengan jejak lesu yang mengintimidasi setiap lekuknya. Bahkan mata  emeraldnya tampak sembab. Terlihat sekali bahwa gadis itu baru saja  menangis.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Gadis itu lantas tersenyum hambar. "Aku tahu, kau pasti datang." ucapnya pelan. Ia menatap Sasuke nanar.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Sakura…"  Sasuke meyebut nama itu lagi. Jika bisa, ia ingin selamanya menyebut  nama itu terus menerus. Ia terlalu rindu. Ia terlalu merindukan nama  indah itu terlontar dari bibirnya. "Sakura…" panggilnya lagi. Lirih.  Penuh kepedihan. Seakan ia menginginkan malam ini hanya ia yang akan  berbicara. Entah mengapa tiba-tiba sebuah firasat kecil mengumpul dalam  benak. Akan ada satu masalah lagi yang terjadi malam ini. Pemuda itu  hanya dapat berharap bahwa Sakura tak mengatakan hal yang mampu menambah  koyakan perih di dadanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Mulai besok, aku akan menghilang dari hadapanmu."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;DEG!&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke terkesiap. Ia menatap gadis di hadapannya dengan tatapan tidak percaya. "A-apa?" Sasuke bertanya dengan suara bergetar.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Gadis  yang berada di hadapan Sasuke, lantas tersenyum. Ia menatap pemuda itu  dengan penuh keyakinan, "Sesuai harapanmu, bukan?" Selepas kalimat itu  meluncur tegas dari bibir merahnya, gadis itu pun tersenyum pada Sasuke,  dan beranjak pergi dari tempat itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke masih diam tak  bergeming. Hingga saat Sakura melewatinya, baru ia bertindak. Tanpa  sadar, tangannya menahan tangan Sakura─seakan ia ingin gadis itu tidak  pergi dan tetap berada di sampingnya. Sudah lama ia menanti. Dan ia  tidak ingin penantiannya terbuang percuma. "Mana bisa kau berbuat  seperti ini?" Sasuke menoleh ke arah Sakura, "Kau sudah membawaku sejauh  ini, Sakura. Dan saat aku menyadari rasa ini, kau justru ingin pergi  dariku?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura menatap pemuda yang saat ini menggenggam tangannya  dengan tatapan menusuk, "Aku tak mau melihatmu lagi. Aku ingin lenyap  dari hadapanmu. Bukankah ini yang kau harapkan sedari dulu, Sasuke?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Mata  onyx milik Sasuke melebar tatkala kalimat Sakura menyentuh gendang  telinganya. Semua itu terlalu menyakitkan untuk didengar. "Kau baru saja  mengatakan bahwa kau mencintaiku. Dan sekarang kau mengatakan kau ingin  lenyap dari hadapanku? Kau kira ini hanyalah sebuah lelucon yang bisa  kau ucapkan semudah itu?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Lupakan pernyataan cintaku tempo hari.  Anggap saja aku tidak pernah mengatakannya," jawab Sakura tajam, namun  entah mengapa ada sedikit keraguan di dalamnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke tercenung.  Ia tak menyangka Sakura akan tega mengombang-ambingkan perasaannya  seperti ini. "Tidak. Kau bohong." Sasuke menggeleng lesu. Perkataan  Gaara tentang perasaan Sakura padanya, terlintas kembali di otaknya.  "Kau mencintaiku."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Gadis berambut jambu itu kemudian tertawa  masam, dan kemudian mengedikkan bahu. Ia melepaskan genggaman tangan  Sasuke, lalu berniat melangkah menjauh dari pemuda bermata onyx  tersebut. Lagi-lagi usahanya gagal ketika Sasuke menahannya dan  menariknya ke dalam pelukan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Katakan itu tidak benar." ucap  Sasuke lemas. Ia memeluk erat Sakura dalam dekapan. Ia benamkan wajahnya  di bahu gadis itu. Ia sempat terdiam hingga kemudian berkata, "Aku  mencintaimu." Meski dengan susah payah, alhasil kalimat itu akhirnya  terlontar tegas dari mulutnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke bernafas lega. Akhirnya dua  kata yang selama ini selalu ditekannya karena egoisme seorang Uchiha,  kini meluncur tanpa beban. Namun meski demikian, perasaan galau kembali  mennyelimuti. Ia terlalu takut menyadari kenyataan bahwa Sakura tetap  akan bersi kukuh pada niat awalnya untuk meninggalkan pemuda menyedihkan  ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Sakura…" Sasuke mengeratkan pelukannya saat Sakura tak juga  membalas pernyataan cintanya. Ia benamkan wajahnya lebih dalam di atas  bahu gadis berambut merah jambu tersebut. Demi Tuhan, ia teramat  mencintai gadis itu. Ia tak akan rela kehilangan untuk yang kedua  kalinya. Sudah cukup beban yang ditanggungnya karena rahasia sang kakak.  Kini ia tidak mau batinnya lebih menderita. Ia ingin gadis itu mengerti  apa yang selama ini dirasakannya. Betapa selama ini ia selalu menekan  keinginan untuk menggenggam tangannya, memeluknya, menyatakan rasa  padanya, dan memilikinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba pemuda berambut raven itu  kembali dikejutkan, ketika gadis yang berada dalam dekapannya ini,  mengeluarkan sebuah isakan kecil dari bibirnya. &lt;i&gt;Eh? &lt;/i&gt;Sasuke  menggigit bibir. Perlahan ia mengendorkan pelukannya. Dalam hati ia  memberontak. Ia kembali dikelilingi rasa bersalah. Ini bukan pertama  kalinya, Sakura menangis karena perbuatannya. Ia masih ingat betul saat  insiden kematian kakaknya─seusai ia mengusir Sakura untuk keluar dari  hidupnya. Dan semua pasti bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya.  Gadis itu menangis.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Air mata yang sedari dulu teramat ingin dihapusnya, bolehkah ia menggantinya saat ini?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Baru  saja jemari Sasuke hendak menghapus rintihan permata kepedihan itu,  Sakura tiba-tiba angkat bicara di tengah tangisnya, "Kau terlambat  Sasuke."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke ternganga. Sesaat ia kembali menajamkan  pendengarannya─sekedar berharap bahwa bukan kalimat itu yang ia dengar  barusan. Namun apa mau dikata, harapan itu tak sejalan dengan kenyataan.  Kalimat yang sama kembali meluncur dari mulut Sakura. Dan pemuda itu  hanya dapat mematung saat menyadari hatinya kini runtuh menjadi  bongkahan kasat mata.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Seorang Uchiha ditolak?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke  tercenung. Masih terdiam dalam kesunyian yang menyakitkan. Ia dapat  merasakan jantungnya serasa dihujam meriam. Perih. Dadanya begitu sesak  tak tertahankan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Gadis berambut merah jambu itu menggumam kecil setelah sekian lama berlangsung hening, "Biarkan aku pergi," pintanya lirih&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke  lantas melepaskan genggamannya dengan lemas. Entah apa yang harus ia  lakukan saat ini. Ini terlalu menyakitkan. Jauh lebih menyakitkan  daripada apa yang sudah terjadi selama ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Dan sama seperti yang  ia lakukan sebelumnya. Pemuda itu hanya dapat terdiam. Tak sedikit pun  mengungkapkan beribu pertanyaan yang masih membuncah di otaknya. Ia  terlalu takut. Ia begitu takut jika gadis itu justru mengatakan sesuatu  hal yang lebih buruk.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Ia takut hatinya lebih terluka dari ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Pemilik  mata onyx itu terduduk di atas rumput, menopang tubuh lemasnya dengan  lutut. Gadis yang dicintainya kini telah pergi. Dan ia tidak kuasa lagi  untuk terus berpura-pura kuat. Bertubi pemberontakan terus menerus  berselubung dalam benaknya. Andai ia mengatakannya sejak awal, akankah  berakhir seperti ini? Mungkin tidak.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Ditundukkannya kepala─sekedar  menyembunyikan bening air yang mulai membasahi mata. Entah sejak kapan  ia menjadi secengeng ini. Semua hal yang sudah terjadi padanya, sungguh  teramat menyedihkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Untuk saat ini, mungkin tangisan hanyalah satu-satunya hal yang bisa ia lakukan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;To be continued&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-7391664556074562080?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/7391664556074562080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2011/07/memories-of-winter-chapter-6.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/7391664556074562080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/7391664556074562080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2011/07/memories-of-winter-chapter-6.html' title='Memories of the Winter - Chapter 6'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-5dsUPHLTxNc/Th17zE6y8cI/AAAAAAAAAQM/rh6Gg2XKMw0/s72-c/0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-691137682480924125</id><published>2011-06-29T20:54:00.003+07:00</published><updated>2011-07-08T11:08:11.999+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><title type='text'>Aku Datang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-RTZou2acCNg/ThaClFMmngI/AAAAAAAAAQE/an5TLbI7wiI/s1600/url.htm"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 255px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-RTZou2acCNg/ThaClFMmngI/AAAAAAAAAQE/an5TLbI7wiI/s320/url.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5626828358007823874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Di bawah purnama aku berpijak─sekedar menyerukan rintihan luka dalam  kesunyian lara. Kutengadahkan kepala seraya menerawang angkasa tanpa cela.  Tak seharusnya aku terlambat menyadari. Kini aku ingin membuat sebuah  pengakuan. Biarlah langit tahu, aku tengah dirundung pilu yang teramat  menyesakkan. Biarlah angin pun tahu, aku telah menepis jauh rasa ego  yang selama ini menggelayutiku dengan erat. Dan biarlah alam tahu, aku  merindukan sosok malaikat kecil di tempat itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sangat merindukannya…&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Aku  benci diriku yang lemah seperti ini. Namun tak bisa dipungkiri, aku  jauh lebih membenci diriku yang dulu. Diriku yang selalu mempertahankan  sikap angkuh demi meraih apa yang aku inginkan. Hingga aku tak menyadari  semua orang tersakiti karena perbuatan bodohku. Terutama dia.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Memori  itu masih terekam jelas dalam ingatan. Dia─gadis itu─gadis yang  terakhir kali kutemui sebelum meninggalkan Konoha, aku merasa sangat  bersalah padanya. Entah seberapa terluka dia saat itu. Mengingat betapa  rasa yang ditujukannya begitu besar padaku. Aku menyesal. Aku merasa  berdosa telah meninggalkannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Dia. Dia selalu menatapku dengan  tulus. Menyatakan rasa sukanya padaku berulang kali. Bahkan selalu  mengkhawatirkan keadaanku sekalipun aku merasa baik-baik saja.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Bodoh. Mengapa aku baru menyadarinya? Mengapa aku baru sadar bahwa sesungguhnya dia…&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;…teramat berarti untukku?&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Kini aku menyerah. Kutinggalkan semua sikap burukku di masa lalu. Aku ingin mengulang semuanya dari awal. Bolehkah?&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;DEG!&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Aku  segera bersembunyi saat kudengar derap langkah yang mendekat. Diantara  rimbun semak aku menyipitkan mata─berupaya melihat siapa gerangan orang  yang muncul selarut ini. Dan aku sukses terbelalak.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Gadis itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura!&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Gadis  yang sedari tadi berkelana dalam pikiranku. Gadis yang sedari tadi  mengintimidasi setiap syarafku untuk terus memikirkannya. &lt;i&gt;Tch!&lt;/i&gt;  Apa yang harus aku lakukan? Aku… Aku ingin ia menyadari kehadiranku.  Namun bagaimana jika reaksinya tidak seperti yang kuharapkan?&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Eh? Sejak kapan aku menjadi sepengecut ini?&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Aku  sedikit bergeming, saat menyadari gadis itu berhenti melangkah.  Pandanganku terus menatapnya was-was. Hingga aku kembali dikejutkan,  saat ia mendudukkan diri di bangku─&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;─bangku itu, eh?&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Bangku  dimana aku meninggalkannya begitu saja sebelum aku meninggalkan Konoha.  Mengapa ia kemari selarut ini hanya untuk duduk disana? Tunggu. Apakah…&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;…ia sedang menungguku?&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Aku mengepalkan tangan. Dalam hati aku memberontak. Lelaki macam apa aku ini? Apa ini yang selalu dilakukannya selama aku pergi?&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Tch!&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Aku sadar sekarang.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Buat  apa menjadi kuat, bila dia tidak ada di sampingku? Karena sesungguhnya,  kuakui dialah sumber penyemangatku. Dialah orang yang tulus  mendampingiku tanpa meminta imbalan apapun dariku. Dia. Ya, dia.  Malaikat tulus yang selalu menerimaku apa adanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Tekadku sudah  bulat. Aku ingin menghentikan penantiannya. Aku ingin menjadi kuat  bersamanya. Aku ingin kembali ke Konoha. Menjalankan misi bersama &lt;i&gt;team&lt;/i&gt; 7. Menjadi kuat dan semakin kuat bersama mereka semua.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Seusai memantapkan hati, aku keluar dari tempat persembunyianku, menghampiri gadis itu, dan tersenyum padanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Kulihat  ia terbelalak menatapku. Ia pun berdiri dan terus menatapku tanpa  kedip. Ditelusuri lekuk wajahku secara menyeluruh oleh bening mata  emeraldnya. Dan sekejap kemudian, suara yang teramat kurindukan mulai  keluar dari bibirnya, "Sa..Sasuke? Be..benarkah itu kau?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Aku  tersenyum lega saat menyadari bahwa ia tidak marah sedikit pun kepadaku.  Sedetik kemudian, kuanggukan kepala dan menatapnya tanpa henti.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Tuhan,  biarlah seperti ini. Biarlah aku kembali bersamanya seperti yang  kulalui di masa lalu. Aku bersumpah, tak akan menyakiti gadis ini lagi.  Aku bersumpah, tak akan mengulang kesalahan yang sama untuk yang kedua  kalinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Jadi, biarkan aku terus bersamanya mulai kini, esok, dan seterusnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Aku mohon.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Ya,  Sakura…" ujarku mantap. Kutarik senyumku semakin dalam. Mungkin ini  senyum terlebar yang pernah kutunjukkan pada siapapun. Untuk malam ini  saja, tidak apa-apa. Jika itu mungkin satu-satunya jalan untuk menebus  kesalahanku di masa lalu, aku tidak keberatan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"…Aku datang."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="font-family: trebuchet ms;"&gt;FIN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-691137682480924125?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/691137682480924125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2011/06/aku-datang.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/691137682480924125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/691137682480924125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2011/06/aku-datang.html' title='Aku Datang'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-RTZou2acCNg/ThaClFMmngI/AAAAAAAAAQE/an5TLbI7wiI/s72-c/url.htm' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-5914318412331823377</id><published>2011-05-17T18:40:00.002+07:00</published><updated>2011-05-17T18:55:46.872+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Cat loses his love and tries to save her</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/br8JOnaVivY" allowfullscreen="" width="560" frameborder="0" height="349"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Video yang teramat menyentuh diatas diambil sekitar bulan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mei, 2010&lt;/span&gt;. Apakah kalian terharu saat melihatnya? :')&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kejadian ini terjadi di Turki. Seekor kucing mencoba untuk membantu pasangannya setelah kecelakaan mobil. Kucing diatas berusaha untuk menghidupkan kembali pasangannya yang tertabrak mobil. Bahkan meskipun orang-orang mencoba untuk membantunya, kucing putih itu tidak mengijinkan orang lain mendekat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Selang beberapa jam, dokter hewan pun tiba dan mengambil kucing hitam yang terluka tersebut. Sayangnya, sudah terlambat. Mereka tidak bisa menyadarkan kucing yang malang itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="result_box" class="" lang="id"&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dari video ini, setidaknya kita  dapat mengambil sepetik hikmah bahwa ternyata seekor hewan pun juga  mempunyai hati untuk peduli dan mencintai satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-5914318412331823377?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/5914318412331823377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2011/05/cat-loses-his-love-and-tries-to-save.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/5914318412331823377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/5914318412331823377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2011/05/cat-loses-his-love-and-tries-to-save.html' title='Cat loses his love and tries to save her'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/br8JOnaVivY/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-7181609965058545969</id><published>2011-05-11T17:38:00.010+07:00</published><updated>2011-07-08T11:01:31.865+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jepang'/><title type='text'>Teru-Teru Bōzu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Gav_UGnbKr8/ThaAX1tXaeI/AAAAAAAAAP8/J8vJIjoBjGU/s1600/teru5510.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Gav_UGnbKr8/ThaAX1tXaeI/AAAAAAAAAP8/J8vJIjoBjGU/s320/teru5510.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5626825931488717282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Teru-teru-bōzu, teru bōzu&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ashita tenki ni shite o-kure&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Itsuka no yume no sora no yō ni&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Haretara kin no suzu ageyo&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Teru-teru-bōzu, teru bōzu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ashita tenki ni shite o-kure&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Watashi no negai wo kiita nara&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Amai o-sake wo tanto nomasho&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Teru-teru-bōzu, teru bōzu&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ashita tenki ni shite o-kure&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sorete mo kumotte naitetara&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sonata no kubi wo chon to kiru zo&lt;/i&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Translation:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Teru-teru-bozu, teru bozu&lt;/i&gt; &lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Do make tomorrow a sunny day&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Like the sky in a dream sometime&lt;/i&gt; &lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;If it's sunny I'll give you a golden bell&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Teru-teru-bozu, teru bozu&lt;/i&gt; &lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Do make tomorrow a sunny day&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;If you make my wish come true&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;We'll drink lots of sweet rice wine&lt;/i&gt;  &lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Teru-teru-bozu, teru bozu&lt;/i&gt; &lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Do make tomorrow a sunny day&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;But if the clouds are crying (it's raining)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Then I shall snip your head off&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tidak asing lagi dengan lagu di atas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="result_box" class=""  lang="id" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;Lagu&lt;/span&gt; itu &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;ditulis&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;Kyoson&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;Asahara&lt;/span&gt; lalu &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;disusun&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;Shinpei&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;Nakayama&lt;/span&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;, dan pada akhirnya dirilis&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;pada tahun 1921&lt;/span&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;.&lt;/span&gt; Lagu ini berkaitan dengan teru-teru bozu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lantas, apa itu Teru-teru Bozu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-8hJ8OAVmtRU/ThZ_x3o-lBI/AAAAAAAAAP0/ZJ39szoUm78/s1600/teru%2Bteru%2Bbozu.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 223px; height: 298px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-8hJ8OAVmtRU/ThZ_x3o-lBI/AAAAAAAAAP0/ZJ39szoUm78/s320/teru%2Bteru%2Bbozu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5626825279172154386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;" id="result_box" class="" lang="id"&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;Teru&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;" id="result_box" class="" lang="id"&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;Teru &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" id="result_box" class="" lang="id"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;Bōzu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;" title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps atn"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;" title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;てる てる 坊主&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;)&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;boneka&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;kecil buatan tangan&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;tradisional, yang&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;terbuat dari&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;kertas&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;putih&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;kain&lt;/span&gt; dan digantungkan &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;di luar&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;jendela&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;sebuah benang/tali&lt;/span&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" id="result_box" class="" lang="id"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;Teru&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;dalam&lt;/span&gt; bahasa &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;Jepang&lt;/span&gt;, &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;menggambarkan&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;sinar matahari&lt;/span&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;bōzu&lt;/span&gt;' &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;seorang biarawan&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;Buddha&lt;/span&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;bahasa &lt;/span&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;modern&lt;/span&gt; juga bisa disebut &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps atn"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;botak&lt;/span&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span class="" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" id="result_box" class="" lang="id"&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt; Boneka ini dianggap sebagai jimat&lt;/span&gt; yang &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;memiliki kekuatan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;" title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;magis&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;membawa&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;cuaca cerah&lt;/span&gt;, &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;untuk menghentikan&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;mencegah&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;hujan&lt;/span&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Teru Teru Bozu di percaya sebagai boneka penangkal hujan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" id="result_box" class="" lang="id"&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;Biasanya sebelum piknik sekolah, banyak anak-anak di Jepang yang &lt;/span&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;membuat&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;Teru&lt;/span&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="atn"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;Teru&lt;/span&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="atn"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;bōzu&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;dari kertas&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;tisu&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;kapas,&lt;/span&gt; lalu &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;menggantung&lt;/span&gt;nya &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;jendela&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;berharap&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;agar&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;cuaca&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;cerah saat berlangsungnya piknik&lt;/span&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sedangkan bila  menggantungnya terbalik, dengan kepala dibawah itu artinya kita meminta  hujan turun.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;" id="result_box" class="" lang="id"&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;Itulah&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;pemandangan&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;yang sangat umum&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif" class="hps"&gt;Jepang&lt;/span&gt;&lt;span class="" title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-7181609965058545969?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/7181609965058545969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2011/05/teru-teru-bozu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/7181609965058545969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/7181609965058545969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2011/05/teru-teru-bozu.html' title='Teru-Teru Bōzu'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Gav_UGnbKr8/ThaAX1tXaeI/AAAAAAAAAP8/J8vJIjoBjGU/s72-c/teru5510.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-5325874621190478605</id><published>2011-05-02T20:31:00.016+07:00</published><updated>2011-05-15T08:23:54.913+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><title type='text'>Award</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-K64kSCnQusE/Tc5O0VzqCWI/AAAAAAAAAPo/hwPNw7-Dc3c/s1600/Aul%2BAward%2Bby%2BAul-home.blogspot.com....PNG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-K64kSCnQusE/Tc5O0VzqCWI/AAAAAAAAAPo/hwPNw7-Dc3c/s320/Aul%2BAward%2Bby%2BAul-home.blogspot.com....PNG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5606505247236819298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Thanks to &lt;a href="http://zhiandryos.blogspot.com/"&gt;Zhi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;♥&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Award ini aku persembahkan untuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://hanny-kawaii.blogspot.com/"&gt;Hanni&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://arindryalways.blogspot.com/"&gt;Winda&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://keyofyuu.blogspot.com/"&gt;Ayyuki&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://nadiafourina.blogspot.com/"&gt;Nadia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://fainurul-fainurul.blogspot.com/"&gt;Nurul&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ML452RUcjD4/Tc5IysTxrhI/AAAAAAAAAPg/ndWxvjB_J-4/s1600/AWARDKU.png"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 282px; height: 211px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ML452RUcjD4/Tc5IysTxrhI/AAAAAAAAAPg/ndWxvjB_J-4/s320/AWARDKU.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5606498621847612946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(42, 34, 26); line-height: 27px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(42, 34, 26); line-height: 27px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.Wajib kirim ke 7 teman blogger termasuk orang yang ngasih award ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://elisabeth-yossy.blogspot.com/"&gt;Yossy&lt;/a&gt; (yang ngasih) ^^&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://nadiafourina.blogspot.com/"&gt;Nadia&lt;/a&gt; (yang ngasih) ^^&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://fainurul-fainurul.blogspot.com/"&gt;Nurul&lt;/a&gt; (yang ngasih) ^^&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://hanny-kawaii.blogspot.com/"&gt;Hanni&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://arindryalways.blogspot.com/"&gt;Winda&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://keyofyuu.blogspot.com/"&gt;Ayyuki&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://rifka-hania.blogspot.com/"&gt;Rifka&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(42, 34, 26); line-height: 27px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2.Ceritakan 7 tentang kamu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(42, 34, 26);font-size:100%;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 27px;"&gt;hobi nulis &amp;amp; menjelajah internet&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(42, 34, 26);font-size:100%;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 27px;"&gt;gak suka dicuekin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(42, 34, 26);font-size:100%;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 27px;"&gt;cukup sensitif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(42, 34, 26);font-size:100%;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 27px;"&gt;suka koleksi film-film korea&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(42, 34, 26);font-size:100%;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 27px;"&gt;suka musik mellow ~&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(42, 34, 26);font-size:100%;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 27px;"&gt;penyayang binatang-binatang lucu, (ex : kucing kelinci, hamster, dsb) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(42, 34, 26);font-size:100%;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 27px;"&gt;benci serangga&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(42, 34, 26);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 27px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;3.Berterimakasih kepada yang ngasih award ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Thanks&lt;/span&gt; to &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://elisabeth-yossy.blogspot.com/"&gt;Yossy&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://nadiafourina.blogspot.com/"&gt;Nadia&lt;/a&gt;, &amp;amp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;a href="http://fainurul-fainurul.blogspot.com/"&gt;Nurul&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;♥&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 27px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(42, 34, 26);"&gt;4.Yang udah punya,ambil lagi yaa ...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="font-weight: bold; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(42, 34, 26);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 27px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.Mengerjakan tugas ini dengan ikhlas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(42, 34, 26);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 27px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-zxj5UXriUmQ/Tb-QqShlNSI/AAAAAAAAAPY/tgkCkF3RwTQ/s1600/AwarD.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 160px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-zxj5UXriUmQ/Tb-QqShlNSI/AAAAAAAAAPY/tgkCkF3RwTQ/s320/AwarD.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602355517673780514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;     &lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;1. Memberikan ucapan terimakasih dan menaruh link yang memberikan award&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Special&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Thanks&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:130%;" &gt; to &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;a href="http://fainurul-fainurul.blogspot.com/"&gt;Nurul&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://nadiafourina.blogspot.com/"&gt;Nadia&lt;/a&gt; &amp;amp; &lt;a href="http://www.wicapu.blogspot.com/"&gt;Widya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:130%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;♥&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;2. Ceritakan sedikit mengenai diri kamu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Nadita Gita, 17 tahun, Hobi nulis dan berimajinasi. Suka coklat, es krim, dan berbagai aksesoris lucu. Penyayang binatang-binatang lucu, terutama kucing. Hobi menjelajah internet dan mempelajari hal-hal baru. Cukup sensitif dan gampang down. Punya motto hidup, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;"Keep Smiling! So everything will be fine :D"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Berikan award ini kepada 8 teman blogger yang kamu pingin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://hanny-kawaii.blogspot.com/"&gt;Hanni&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://arindryalways.blogspot.com/"&gt;Winda&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://keyofyuu.blogspot.com/"&gt;Ayyuki&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://rifka-hania.blogspot.com/"&gt;Rifka&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://kiriechan-dilaemon.blogspot.com/"&gt;Kirie-chan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Jangan lupa untuk menghubungi mereka juga (lewat Buku Tamu atau Kolom komentar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-5325874621190478605?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/5325874621190478605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2011/05/award.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/5325874621190478605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/5325874621190478605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2011/05/award.html' title='Award'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-K64kSCnQusE/Tc5O0VzqCWI/AAAAAAAAAPo/hwPNw7-Dc3c/s72-c/Aul%2BAward%2Bby%2BAul-home.blogspot.com....PNG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-7037447523680771084</id><published>2011-01-01T19:09:00.004+07:00</published><updated>2011-01-01T19:28:52.319+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poem'/><title type='text'>Pena Agung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TR8c4dwxQMI/AAAAAAAAAO8/CRFnd6CvzjY/s1600/writing-with-pena.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 270px; height: 203px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TR8c4dwxQMI/AAAAAAAAAO8/CRFnd6CvzjY/s320/writing-with-pena.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557192221585916098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Jemariku menggenggam sebuah pena agung,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;yang senantiasa melukis kata indah dalam belenggu bahagia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Goresan tinta penyejuk jiwa terus terurai dalam satu hati.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Merangkai kehidupan tak bernyawa,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;yang sanggup memberikan kedamaian suci.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;br /&gt;Jemariku menggenggam sebuah pena agung,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;yang sekalipun enggan melukis kata keji.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Baginya kata adalah mutiara rasa,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;yang bisa membawa cita pada makhluk yang menggenggam keyakinan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Tak sekalipun ia berkhianat dalam memilih kata.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Karena kata yang indah begitu istimewa baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Jemariku menggenggam sebuah pena agung,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;yang ingin menyuguhkan gairah asa dan liukan senyum tulus.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Ia benci raut pedih!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Karena itulah ia menggores kata dalam buai harapan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Berharap makhluk-makhluk kecil yang membaca rangkaian kata itu,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;terenyuh dan bangkit memeluk semangat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Tanpa luka dan pedih!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Tanpa benak ingin meyerah!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Karena apa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;Karena ia adalah sebuah pena agung.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pena yang ingin membentuk tawa di wajah semua orang...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-7037447523680771084?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/7037447523680771084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2011/01/pena-agung.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/7037447523680771084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/7037447523680771084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2011/01/pena-agung.html' title='Pena Agung'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TR8c4dwxQMI/AAAAAAAAAO8/CRFnd6CvzjY/s72-c/writing-with-pena.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-4339503419792328234</id><published>2010-12-29T09:02:00.012+07:00</published><updated>2010-12-29T09:45:03.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jepang'/><title type='text'>Makanan khas Tahun Baru di Jepang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRqgPC99L3I/AAAAAAAAAO0/bQqOGDeqRSY/s1600/soba.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 279px; height: 209px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRqgPC99L3I/AAAAAAAAAO0/bQqOGDeqRSY/s320/soba.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555929270670143346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Soba&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;(&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;そば&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt; adalah salah satu jenis mie khas Jepang yang dibuat dari tepung &lt;i style=""&gt;buckwheat&lt;/i&gt; yang digiling dengan tangan menggunakan penggilingan dari batu bundar yang dapat diputar.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt; Pada &lt;i style=""&gt;Oomisoka (&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;大晦日&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt; atau malam tahun baru, orang Jepang memiliki tradisi memakan Soba. Tradisi ini dinamakan “Toshikoshi Soba”.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt; Kepercayaan disana mengatakan bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;dengan memakan soba, tahun baru dapat dilalui dengan lancar tanpa suatu halangan apapun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRqf0KwYEOI/AAAAAAAAAOs/76qPoOUDxaI/s1600/mochi.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 282px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRqf0KwYEOI/AAAAAAAAAOs/76qPoOUDxaI/s320/mochi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555928808904200418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:180%;"  &gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Mochi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt; adalah makanan khas Jepang saat tahun baru. Salah satu tradisi menjelang tahun baru di Jepang adalah acara menumbuk mochi&lt;b style=""&gt; (&lt;i&gt;mochitsuki&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;.    Satu orang bertugas menumbuk, sedangkan seorang lagi bertugas    membolak-balik beras ketan dengan tangan yang sudah dibasahi air.    Pembuatannya dibuat menggunakan ketan yang sudah ditanak kemudian    dimasukkan ke dalam lesung dan ditumbuk menggunakan alu. Beras ketan itu    harus ditumbuk hingga lengket sampai membentuk gumpalan besar mochi    berwarna putih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Selain untuk dimakan sebagai pengganti nasi selama tahun baru, mochi juga digunakan untuk hiasan tahun baru yang disebut &lt;b style=""&gt;Kagami Mochi&lt;/b&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Arti kata ‘Kagami’ adalah cermin, yang menunjukkan bahwa mochi tersebut dibentuk seperti bulatan cermin. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kagami mochi dibuat dengan menyusun dua buah mochi berukuran bundar, ditambah sebuah jeruk sebagai hiasan di atasnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dua buah bulatan mochi ini melambangkan ‘tahun lama’ dan ‘tahun baru’ atau pertanda baik &lt;i style=""&gt;yin yang&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam    kagami mochi dipercaya terdapat arwah ‘Dewa Padi’ dan ‘Dewa Pemberi    Umur’. Kagami mochi juga dipercaya sebagai lambang dari hati manusia    yang terbagi dalam dua bagian, yaitu baik dan buruk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRqfXOGALhI/AAAAAAAAAOk/KohfzoAjtMI/s1600/osechi.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 298px; height: 212px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRqfXOGALhI/AAAAAAAAAOk/KohfzoAjtMI/s320/osechi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555928311584009746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Osechi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  adalah sebutan untuk beberapa makanan istimewa yang dihidangkan di  tahun baru. Makanan Osechi ini dimasukkan dan diatur di dalam sebuah  kotak kayu bernama &lt;i style=""&gt;jubako (&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="JA"&gt;重箱&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Masakan  Osechi ini diharapkan bisa bertahan lama, karena tahun baru merupakan  kesempatan libur memasak bagi ibu rumah tangga di Jepang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRqeUwBSwzI/AAAAAAAAAOM/SmcP3_FbqRE/s1600/nanakusa.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 298px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRqeUwBSwzI/AAAAAAAAAOM/SmcP3_FbqRE/s320/nanakusa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555927169639826226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Nanakusa&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span class="tnihongokanji"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;七草&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, tujuh rumput) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;adalah bubur yang dimasak dengan tujuh jenis sayuran (beras, jewawut, proso milet, Echinochloa esculenta, kacang azuki, Beckmannia syzigacne, wijen) yang diberi sedikit garam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dan rumput-rumputan. Bubur ini dimakan saat penutupan perayaan tahun baru, yaitu sekitar tanggal 7 Januari agar perut bisa beristirahat setelah dipenuhi makanan-makanan tahun baru. Selain itu, kepercayaan disana mengatakan bahwa bubur ini juga bisa menjauhkan seseorang dari segala jenis penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-4339503419792328234?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/4339503419792328234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/12/makanan-khas-tahun-baru-di-jepang.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/4339503419792328234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/4339503419792328234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/12/makanan-khas-tahun-baru-di-jepang.html' title='Makanan khas Tahun Baru di Jepang'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRqgPC99L3I/AAAAAAAAAO0/bQqOGDeqRSY/s72-c/soba.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-998019232457932480</id><published>2010-12-27T08:53:00.008+07:00</published><updated>2010-12-27T09:46:43.376+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Idola Cilik'/><title type='text'>ID Fanatics</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRf97jI0M8I/AAAAAAAAAM0/XbwyZsa_AUY/s1600/24040_1253210011363_1262916245_30586065_38580_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 221px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRf97jI0M8I/AAAAAAAAAM0/XbwyZsa_AUY/s320/24040_1253210011363_1262916245_30586065_38580_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555187864871121858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"  &gt;&lt;strong style="color: rgb(204, 102, 204); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;IDF means, IFY-DEBO FANATICS&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;     Atau orang-orang yang fanatik banget sama kedua bintang bocah  jebolan    idola cilik RCTI ini. Diprakarsai oleh seorang sobaddebo  bernama &lt;/span&gt;&lt;strong style="color: rgb(204, 102, 204); font-family: trebuchet ms;"&gt;Fajrina Putri&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;, dan dibentuk oleh seorang IfyClub yang dipanggil &lt;/span&gt;&lt;strong style="color: rgb(204, 102, 204); font-family: trebuchet ms;"&gt;Lia&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Karena  suatu hal yang mendesak, IDF terpaksa berulang kali berganti fansite. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 102, 204);font-family:trebuchet ms;" &gt;Fansite baru&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; yang kami tempati saat ini adalah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"  &gt;&lt;a style="color: rgb(204, 102, 204); font-weight: bold;" href="http://idfanatics.co.nr/"&gt;http://idfanatics.co.nr&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Kami pun berharap fansite baru ini adalah fansite terakhir yang kita tempati  (amin..) ^.^v&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Tepatnya tanggal &lt;/span&gt;&lt;strong style="color: rgb(204, 102, 204); font-family: trebuchet ms;"&gt;26 Oktober 2009&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;,     kami mulai membuka peluang untuk memperkenalkan IDF lewat  group-group    kecil di fanssite idolaciliklovers, sobaddebo, dan  ifyfansclub.  Jadilah   hari itu kami tetapkan sebagai &lt;/span&gt;&lt;strong style="color: rgb(204, 102, 204); font-family: trebuchet ms;"&gt;anniversary IDF&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;.    Keberadaan kami, sudah resmi diketahui oleh Ify juga Debo beserta    Mama  Ify as called as Tante Gina -we ♥ u- mulai bulan Februari kemarin.    Dan  tentunya, &lt;/span&gt;&lt;u style="font-weight: bold; color: rgb(204, 102, 204); font-style: italic; font-family: trebuchet ms;"&gt;dari pihak Ify maupun Debo memberi izin&lt;/u&gt; kepada warga IDF untuk saling menjaga kebersamaan satu sama lain lewat komunitas ini, jadi intinya:    &lt;big  style="color: rgb(51, 204, 0);font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;big&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;big face="trebuchet ms" style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;&lt;big&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;big face="trebuchet ms" style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;&lt;big&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;/div&gt;&lt;big face="trebuchet ms" style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;&lt;big&gt;&lt;strong&gt;ID FANATICS &lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;IS&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;REGISTERED&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;LEGALLY&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;  &lt;strong face="trebuchet ms"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 204, 153);font-size:180%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROFIL A~2&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt; &lt;strong style="color: rgb(153, 51, 153); font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRf76v1emxI/AAAAAAAAAMs/TtAhm__7bbI/s1600/164567_179028695454785_100000429688094_521443_4151505_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 174px; height: 231px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRf76v1emxI/AAAAAAAAAMs/TtAhm__7bbI/s320/164567_179028695454785_100000429688094_521443_4151505_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555185652076550930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="color: rgb(153, 51, 153); font-family: trebuchet ms;"&gt;Andryos Aryanto (Debo)&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;   - adalah grand finalis idola cilik 2 yg berhasil mendapat predikat    Bintang yang Bersinar. Jam terbangnya semakin padat seiring dengan    berkibarnya nama anak tunggal ini sebagai juara pertama idola cilik 2.    Selain itu, Debo juga masuk ke dalam group Super Idola lho, bersama Ify    sebagai vokalis mendampingi Gabriel. Suaranya yang unik dan gaya    panggungnya yang keren, membuat pihak RCTI tak ragu-ragu memilihnya    masuk ke Super Idola juga Icil Divo. Icil Divo adalah kelompok anak    laki-laki finalis ic 1 dan 2 pilihan yang biasa menjadi guest star di    setiap acara yg diselenggarakan RCTI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRf5oGlRafI/AAAAAAAAAMc/ai5sG9PVa9M/s1600/DSC_0277.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 165px; height: 248px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRf5oGlRafI/AAAAAAAAAMc/ai5sG9PVa9M/s320/DSC_0277.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555183132741822962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="color: rgb(153, 51, 153); font-family: trebuchet ms;"&gt;Alyssa Saufika Umari (Ify)&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;    - adalah salah satu finalis idola cilik 1 yang gugur di babak 12   besar.  Namun kiprahnya di dunia musik tak berhenti begitu saja, banyak    tawaran-tawaran manggung on maupun off air bagi gadis kelahiran  Bandung  6  Desember 1996 ini. Tak perlu heran, Ify memang memiliki  suara yg  sangat  bagus serta talenta bermusik yang cukup baik pula pd  alat musik  piano  dan keyboard. Kini, ia masuk ke dalam Super Idola.  Yaitu band  buatan  RCTI yang beranggotakan finalis ic 1 sampai dgn 3.  Tak  ketinggalan, kini  telah dibentuk pula ICIL CHOIR yang merupakan   kelompok vokal gabungan  icil divo juga icil diva dimana Ify dan Debo   masuk sebagai anggota di  dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="portal_content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;HAPPILY &lt;span style="color: rgb(102, 255, 153);"&gt;EVER&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 153, 51);"&gt;AFTER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRf01M2MBcI/AAAAAAAAAMU/DeHV8RousKo/s1600/17366_106646729352350_100000210712785_180294_6060923_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 241px; height: 176px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRf01M2MBcI/AAAAAAAAAMU/DeHV8RousKo/s320/17366_106646729352350_100000210712785_180294_6060923_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555177860203546050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-998019232457932480?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/998019232457932480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/12/id-fanatics.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/998019232457932480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/998019232457932480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/12/id-fanatics.html' title='ID Fanatics'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRf97jI0M8I/AAAAAAAAAM0/XbwyZsa_AUY/s72-c/24040_1253210011363_1262916245_30586065_38580_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-1528786802752409024</id><published>2010-12-17T14:51:00.010+07:00</published><updated>2010-12-17T15:36:19.757+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Movie'/><title type='text'>Taiyou no Uta movie</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TQsfz9JBKRI/AAAAAAAAALY/m19KxgWVo14/s1600/taiyounoutavu1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TQsfz9JBKRI/AAAAAAAAALY/m19KxgWVo14/s320/taiyounoutavu1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551565943110445330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Midnight Sun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; atau  &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Taiyou no Uta&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt; (&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;タイ&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;ヨウ&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;の&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;うた&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; adalah &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;film yang disutradarai oleh Norihiro Koizumi&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dan dibintangi oleh penyanyi dan aktris Jepang bernama Yui. Dalam film ini, ia berperan sebagai Kaoru Amane (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;雨音&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;薫&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;i&gt;Amane Kaoru&lt;/i&gt;), gadis berusia 16 tahun yang menderita penyakit kulit &lt;i style=""&gt;xeroderma pigmentosum&lt;/i&gt; (XP), penyakit yang mengakibatkan radiasi ultraviolet &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;sinar matahari berpotensi mematikan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bagi&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;nya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karena penyakit inilah, Kaoru terpaksa tidur di siang hari dan bangun di malam hari. S&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;etiap pagi sebelum fajar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; menyongsong, ia selalu&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;nerawang&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;  dari jendela kamar tidurnya. Dia bisa melihat hamparan pantai di depan  rumah orang tuanya di sebuah bukit di Kamakura, namun berfokus pada  kegiatan di halte bus di mana&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Koji Fujishiro (Takashi Tsukamoto) &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;dan dua sahabatnya bertemu sebelum pergi surfing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setiap malam&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; ia berjalan ke stasiun kereta api, bermain gitar dan menyanyikan lagu-lagu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;yang dia ciptakan sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;iasanya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ia &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;kembali ke rumah beberapa menit sebelum &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;matahari terbit&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Suatu hari, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kaoru nekat&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; memperkenalkan diri pada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Koji&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; tanpa membiarkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;lelaki&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;itu &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;tahu tentang penyakitnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Malam berikutnya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kaoru&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; duduk d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; halte bus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; seraya bernyanyi&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tepat saat itulah &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Kōji tiba d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;engan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; skuter&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;nya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Koji menyukai lagu yang Kaoru nyanyikan, dan kemudian&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; berjanji untuk pergi dan mendengarkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;gadis itu&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; tampil sebagai musisi jalan hari pertama liburan musim panas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TQsfr-1LvPI/AAAAAAAAALQ/-8ojriXiPqs/s1600/3212-2007-01-08-19%2B11%2B31_1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 234px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TQsfr-1LvPI/AAAAAAAAALQ/-8ojriXiPqs/s320/3212-2007-01-08-19%2B11%2B31_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551565806125169906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sayangnya, saat&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; mereka bertemu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; di hari dimana Koji ingin melihat Kaoru tampil,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; pemain lain telah mengambil tempatnya. Kōji &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;pun &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;memutuskan untuk membawa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Kaoru&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; ke kota&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;.  Di kota, Kaoru menyanyikan sebuah lagu ‘Good Bye Days’ yang sukses  membuat banyak orang tertarik dan mulai berkumpul untuk mendengarnya  bernyanyi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TQsfl7QpUlI/AAAAAAAAALI/kmGRxh6aKdw/s1600/taiyouphoto10vf.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 234px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TQsfl7QpUlI/AAAAAAAAALI/kmGRxh6aKdw/s320/taiyouphoto10vf.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551565702087397970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah itu, Koji membawa Kaoru&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;untuk  menonton pemandangan laut. Koji pun mulai mengungkapkan perasaannya  pada gadis itu dan mengajaknya untuk kencan esok harinya. Kaoru  termenung. Ia tidak mungkin keluar di siang hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tiba-tiba  Kaoru terkejut saat menyadari matahari telah terbit. Ia pun segera  berlari pulang seraya menembus sinar matahari yang lama-kelamaan semakin  memancar dengan ganasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Kōji&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; yang tidak tahu apa-apa, pergi kerumah Kaoru. Dan ia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mendapat &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;informasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; tentang&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; kondisi Kaoru.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Ia begitu terkejut karena itu.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; Untuk sementara&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; waktu&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;, Kaoru keras kepala menolak untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bertemu Koji&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suatu hari, &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Kōji &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mendapat info&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; dari sebuah studio rekaman di mana Kaoru bisa merekam debut single&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;. Ia pun segera mencari&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; pekerjaan kecil untuk mendapatkan uang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;demi&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; membayar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ayah Kaoru &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;mengundang Kōji &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;untuk makan malam. Dan saat itulah&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; Kōji mengungkapkan rencananya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;membuat&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; CD &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;untuk &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Kaoru. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;erlahan-lahan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Kaoru&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; menyadari betapa Kōji benar-benar peduli padanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Waktu  rekaman pun tiba. Kaoru bernyanyi sebuah lagu yang berjudul Good Bye  Days, dengan sepenuh hati. Ia sangat berharap lagu itu dapat disukai  oleh khalayak luas nantinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TQsfWlSP2UI/AAAAAAAAAK4/rgIRUpb5l2A/s1600/m10d20.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TQsfWlSP2UI/AAAAAAAAAK4/rgIRUpb5l2A/s320/m10d20.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551565438490499394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="hps"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Waktu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hps"  style="font-size:100%;"&gt; terus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;berlalu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;Kōji&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;membawa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;Kaoru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;ke pantai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;untuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;melihatnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;surfing&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;Setelan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;pelindung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;yang &lt;span class="hps"&gt;Kaoru&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;biarkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;selama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;bertahun-tahun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;akhirnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;digunakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;Ia menatap aksi Koji dalam bermain surfing sembari duduk di kursi roda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: normal; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada akhirnya &lt;/span&gt;&lt;span class="hps"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kaoru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;diletakkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;di sebuah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;peti mati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;yang penuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;bunga matahari&lt;/span&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt; untuk beristirahat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt; dalam kedamaian&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Di akhir cerita,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kōji&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; beserta &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;teman-teman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;keluarga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;Kaoru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;mendengarkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;CD&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;Kaoru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="hps"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;akhirnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;&lt;span class="hps"&gt;dirilis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="Klik untuk terjemahan alternatif"&gt;.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Harapan Kaoru terwujud seiring dengan lagunya yang sukses dan banyak di-request di radio-radio.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  _______________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Untuk menonton filmnya silahkan kunjungi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.youtube.com/watch?v=J5T70ObPr_U&amp;amp;feature=related"&gt;Part 1&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; | &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.youtube.com/watch?v=uTqAlne4FWg&amp;amp;feature=related"&gt;Part 2&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; | &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.youtube.com/watch?v=rR_qKIfafnQ&amp;amp;feature=related"&gt;Part 3&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; | &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.youtube.com/watch?v=2Ek_oYy5HfI&amp;amp;feature=related"&gt;Part 4&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; | &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.youtube.com/watch?v=20TKajyTH4k&amp;amp;feature=related"&gt;Part 5&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; | &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.youtube.com/watch?v=sBpbW-2HmFo&amp;amp;feature=related"&gt;Part 6&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; | &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.youtube.com/watch?v=DKxHaotyxs0&amp;amp;feature=related"&gt;Part 7&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; | &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.youtube.com/watch?v=3EBVlPfQ_o8&amp;amp;feature=related"&gt;Part 8&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; | &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.youtube.com/watch?v=-9CZRm-KNRk&amp;amp;feature=related"&gt;Part 9&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; | &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.youtube.com/watch?v=Zs8Xd5V7bUY&amp;amp;feature=related"&gt;Part 10&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; | &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.youtube.com/watch?v=IFcTK-chJnY&amp;amp;feature=related"&gt;Part 11&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; | &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.youtube.com/watch?v=BXMrrsy796c&amp;amp;feature=related"&gt;Part 12&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; | &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.youtube.com/watch?v=hai-x2ulqx8&amp;amp;feature=related"&gt;Part 13&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; | &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.youtube.com/watch?v=5bgZ0hgr2NA&amp;amp;feature=related"&gt;Part 14&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-1528786802752409024?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/1528786802752409024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/12/taiyou-no-uta-movie.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/1528786802752409024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/1528786802752409024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/12/taiyou-no-uta-movie.html' title='Taiyou no Uta movie'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TQsfz9JBKRI/AAAAAAAAALY/m19KxgWVo14/s72-c/taiyounoutavu1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-1143969554543406446</id><published>2010-12-14T15:19:00.004+07:00</published><updated>2010-12-27T10:15:22.906+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><title type='text'>Tapi aku hanyalah sebuah cermin...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TQtwcLzSo1I/AAAAAAAAALg/zY1G-ER6fdw/s1600/cermin.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TQtwcLzSo1I/AAAAAAAAALg/zY1G-ER6fdw/s320/cermin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551654595170837330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Ia menatapku tajam. Sepasang mata yang biasanya menyorot lembut─kini  menatapku tanpa ampun. Menyeleksi tiap inci lekuk wajahku dengan kilatan  amarah. Aku diam tak bergeming. Kubiarkan ia melampiaskan seluruh  kemarahannya padaku. Selama itu bisa membuatnya lega, aku tidak  keberatan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Anganku melayang jauh pada kejadian yang  menimpanya akhir-akhir ini. Aku tahu semuanya. Semua hal yang terjadi  padanya. Beribu cobaan yang datang bertubi, seakan membuatnya lumpuh dan  mendekam di jurang keputus-asaan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Ia dipecat dari  pekerjaannya di depan mataku. Belum lagi aku melihatnya bertengkar  dengan kekasihnya tak lama setelah itu. Tentu aku bisa memahami  bagaimana perasaannya. Bagaimana pedih yang menggelayutinya. Dan  bagaimana hatinya hancur membentuk kepingan kecil. Kalau saja bisa, aku  sangat ingin membantunya lepas dari selimut kepedihan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Tapi aku hanyalah sebuah cermin.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Benda mati yang tak bisa berbuat apa-apa…&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Setahun  yang lalu, ia memungutku dari bak sampah. Pemilik lamaku membuangku  disana. Aku yang haus akan kasih sayang terobati berkatnya. Ia bagai  pahlawan bagiku. Setiap saat ia selalu memberiku senyum bak malaikatnya  dengan penuh kasih. Namun sekarang? Senyum itu sirna seutuhnya. Mungkin  tak akan muncul lagi menghias hariku. Hilang ditelan bumi.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Kalau  saja bisa, aku ingin menangis. Menunjukkan padanya bahwa aku dapat  merasakan pedih yang memporak-porandakan hatinya saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Tapi aku hanyalah sebuah cermin.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Benda mati yang merindukan senyum lembutnya…&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Ia  menunduk. Aku memantulkan bayangan kegalauannya. Meski aku sadar, bukan  ekspresi ini yang seharusnya kupantulkan. Aku tak kuat! Aku tak akan  tega memantulkan bayangan sedih seperti yang ada di depanku ini. Namun…  Apa yang bisa kulakukan? Takdir berkehendak demikian. Aku tak bisa  berkutik, menyangkal, dan menjerit agar lingkar bahagia kembali padanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Perlahan  ia menangis. Tetesan air yang keluar dari pelupuk mata indah itu  membuatku tercengang─tak tahu harus berbuat apa. Semua cahaya indahnya  hilang bergantikan dengan gelap yang menutup segala harapan.  Menerbangkan tangisan dewi malam yang terisak karenanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Andai  aku bukan cermin, mungkin saat ini telah kudekap dia dalam belaian asa.  Membiarkannya berhenti menangis. Dan meyakinkannya bahwa masih ada  jalan keluar dari belitan masalah ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Tapi aku hanyalah sebuah cermin,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Benda mati yang tak bisa mewujudkan harapan itu…&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Aku  membatu saat lagi-lagi mata tajam itu kembali menatapku. Seakan  mengintimidasi dan memberiku tusukan perih atas karenanya. Yang  kulakukan sama seperti sebelumnya. Diam tak bergeming. Meski aku sangat  ingin memberontak dan meminta Tuhan supaya diberi kesempatan untuk  menjadi makhluk yang bisa menemani pemuda kesepian itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Namun  aku sadar Tuhan tak mungkin mendengar doa ini. Doa dari sebuah benda  mati yang teramat serakah. Aku tahu dan aku sadar jika Tuhan telah  memberiku hati dan perasaan. Tidak dibandingkan dengan benda mati  lainnya. Tapi keajaiban itulah yang membuatku ingin menuntut lebih.  Kalau saja dari awal aku tidak mempunyai hati, aku tidak mungkin  menyimpan rasa ini. Sebuah rasa yang bersemayam sejak aku mengenal  pemuda itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sungguh tidak berguna! Aku tak bisa berbuat  apapun. Yang bisa kulakukan hanyalah diam menyaksikan tangisan pilu itu  dalam keheningan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Karena aku hanyalah sebuah cermin.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Benda mati yang mempunyai rasa terlarang…&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;F.I.N&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-1143969554543406446?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/1143969554543406446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/12/tapi-aku-hanyalah-sebuah-cermin.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/1143969554543406446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/1143969554543406446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/12/tapi-aku-hanyalah-sebuah-cermin.html' title='Tapi aku hanyalah sebuah cermin...'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TQtwcLzSo1I/AAAAAAAAALg/zY1G-ER6fdw/s72-c/cermin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-7076941873970716072</id><published>2010-11-21T20:27:00.005+07:00</published><updated>2011-07-13T18:09:40.788+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><title type='text'>Memories of the Winter - Chapter 5</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;a style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);" href="http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/09/memories-of-winter-chapter-4-sebuah.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;--cerita sebelumnya--&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-MVn6mtBJChI/Th18zwkCwBI/AAAAAAAAAQc/yaC94lS3aWo/s1600/beautiful-snow.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 298px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-MVn6mtBJChI/Th18zwkCwBI/AAAAAAAAAQc/yaC94lS3aWo/s320/beautiful-snow.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5628792337934237714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; color: rgb(0, 102, 0);font-family:trebuchet ms;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Chapter 5 (&lt;i style=""&gt;Mengapa harus dia?)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:trebuchet ms;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:trebuchet ms;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Tap..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Tap..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Tap..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Derap langkah itu terdengar di tengah kesunyian. Sepasang kaki jenjang terus menapakkan diri di lantai─menyusuri koridor sekolah yang sepi. Bulir keringat mengalir membasahi wajah, hembusan nafas tak teratur, penampilan berantakan. Itulah yang melekat pada diri Sakura saat ini. Kedua mata emeraldnya mengitar mencari sosok Ino. Ini bukan hal yang baik. Ia tahu itu. Ino pasti marah besar padanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Setelah sekian lama mencari, namun tak jua ia temukan. Alhasil ia pun hanya dapat terduduk lemas di lantai dengan bersimbah air mata. “Bodoh…” sesalnya lirih. Ia terisak. Air matanya turun dengan deras. “Mengapa kau begitu bodoh, Sakura? Mengapa?” Penyesalan demi penyesalan terus meluncur dari bibir merahnya. Tiada henti. Semuanya ia lampiaskan pada penyesalan itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Sakura?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Gadis berambut merah jambu itu berjengit saat mendengar sapaan lembut di belakangnya. Seketika ia menoleh dan mendapati sosok Naruto yang sedang menatapnya cemas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Sakura? Kau menangis? Apa yang terjadi?” Naruto lantas mendekati Sakura dan menanyakan perihal yang membuatnya tak mengerti. “Siapa yang membuatmu menangis?!” lanjutnya panik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Namun Sakura hanya terdiam. Tak sedikit pun mengindahkan rentetan pertanyaan dari pemuda berambut pirang tersebut. Ia hanya dapat kembali terisak. Lalu pergi beranjak dari tempat itu. Tanpa jawaban. Tanpa salam. Ia langsung berlari meninggalkan Naruto yang masih terdiam penuh tanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;‘Sasuke… Kau salah. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu…’&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ino menangis. Kalimat itu begitu menonjok perasaannya habis-habisan. Ia begitu tidak menyangka Sakura akan tega berbuat seperti ini padanya. Padahal ia telah memberanikan diri mengaku pada gadis itu bahwa ia menyukai Sasuke. Namun dengan kejamnya, Sakura justru menusuknya dari belakang seperti ini. “Pengkhianat.” desisnya lemah. Gadis berambut pirang itu tak henti-hentinya melontarkan kata pengkhianat dalam gumaman. Dadanya begitu sakit jika mengingat kalimat itu. Kalimat yang berhasil meruntuhkan seluruh benteng kepercayaan yang diberikannya pada Sakura.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ino berhenti terisak ketika seseorang menyodorkan sapu tangan tepat di depan wajahnya. Saat menyadari bahwa Sai orangnya, gadis itu langsung membuang muka─enggan menerima sapu tangan pemberian pemuda tersebut. Ia sudah tahu, bahwa nantinya Sai hanya akan memperoloknya saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Wajahmu sangat jelek ketika menangis.” ucap Sai lirih. Ino melenguh. Tepat seperti dugaannya semula. Sai pasti akan mengejeknya. Baru saja ia ingin beranjak dari hadapan Sai, tiba-tiba ia tertegun saat satu tangan menangkap lengannya. Ino menoleh dan melirik Sai dengan heran. Yang dilirik hanya diam sambil memberikan sapu tangannya secara paksa ke tangan Ino. Ino pun akhirnya menurut, dan menerima sapu tangan itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Menyerahlah soal dia.” lanjut Sai seraya menatap mata Ino lekat-lekat. “Aku sadar sejak kemarin di &lt;i style=""&gt;Ichiraku&lt;/i&gt;. Mereka pasti punya hubungan istimewa di masa lalu. Lagipula, apa kau tidak curiga saat Sasuke yang dingin pada semua orang, tiba-tiba menawarkan diri untuk mengantar Sakura pulang?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Eh?” Ino tercengang. Namun sekejap kemudian, bulir air mata kembali membasahi pipinya. Mereka punya hubungan istimewa? Sebenarnya ia tahu. Ia tahu itu. Jelas ia melihat sendiri, bahwa Sasuke tidak memberontak saat dirinya dipeluk Sakura. Padahal sepengetahuan Ino, selama ini Sasuke tidak akan pernah membiarkan seorang pun memeluknya. “Mengapa?” gumam Ino di sela isak tangisnya yang semakin kencang. Seharusnya ia sadar sedari dulu. Sasuke tidak akan mungkin menjadi miliknya. Selamanya dia tidak akan bisa. Tidak akan bisa menyentuh hati beku pemuda itu. Tidak akan bisa…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Lupakan dia.” tutur Sai. Kedua mata hitamnya menyorot tajam. Tidak ada seringai bercanda di wajahnya. Hanya raut serius yang terpeta disana. “Berpalinglah darinya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Selama beberapa saat, Ino terdiam. Ia terlalu shock mendengar rentetan kata yang keluar dari mulut Sai. Ia menggigit bibir bawahnya dan menduduk dalam. “Kau… Kau jahat, Sai.” ucapnya pelan. Perlahan, gadis berambut pirang itu mengangkat wajah. Terlihat kilat marah disana. “Kau keterlaluan! Semudah itukah kau mengucapkan kalimat itu atas apa yang telah kau lakukan? Kau pikir aku tidak tahu? Kau menjebak mereka berdua di dalam sana, dan sengaja menuntunku supaya aku tahu bahwa mereka sedang berduaan. Sebenarnya apa maumu, hah?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Mata hitam Sai melebar. Raut tidak percaya terlihat jelas disana. Reaksi Ino sungguh diluar dugaan. Ia sangat merasa bersalah karena ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Aku tahu, aku bodoh karena berani menyukai orang yang mungkin selamanya tidak akan pernah bisa kumiliki.” kata Ino pedih. Ia membuang muka. Dengan senyum getir ia kembali berkata, “Tapi kau harus tahu satu hal. Kata menyerah tidak ada dalam kamusku. Aku akan buktikan padamu, kalau aku akan membuatnya melihatku secara pantas.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sai tak berkutik. Tak ada satu pun kata-kata remehan yang biasanya ia lontarkan pada gadis berambut pirang tersebut. Tak ada makian. Tak ada ejekan. Yang ada hanyalah kebisuan. Ia mematung. Menyimpan rasa bersalah yang begitu besar dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Kali ini kau merasa menang, kan? Tertawa saja sepuasmu. Aku tidak akan melarang.” Selepas kalimat itu meluncur dari bibir Ino, gadis itu langsung berbalik─hendak beranjak pergi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Maafkan aku.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Eh?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ino berhenti melangkah. Dalam hati ia tertegun. Apa yang baru saja didengarnya tadi? Seorang Sai meminta maaf? Mustahil… Apa ia salah dengar?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Aku menyesal.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ino terpaku. Terlalu terkejut mendengar Sai berkata seperti itu. Lelaki itu sungguh berbeda saat ini. Ia merasakan perbedaan itu. Ini bukan seperti Sai yang ia kenal. Sai yang selalu memperoloknya. Sai yang selalu menjadi musuh bebuyutannya sejak kecil. Mengapa sikapnya berubah seratus delapan puluh derajat seperti ini? Dan mengapa hati Ino terenyuh mendengarnya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Aku hanya ingin membuka matamu tentang satu hal. Tentang dia, Ino…”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Untuk kesekian kalinya, Ino tercengang. &lt;i style=""&gt;Ino?&lt;/i&gt; Benarkah nama itu yang diucapkannya tadi? Tak ada sahutan &lt;i style=""&gt;pig&lt;/i&gt; diakhir nama. Ini pertama kali, Sai memanggilnya seperti itu. &lt;i style=""&gt;Mengapa?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Cobalah buka hatimu untuk orang lain. Masih ada aku disini…”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Hari telah berganti. Pagi menyapa riang. Sinar hangat sang mentari mulai menyebar di seluruh sudut dunia. Seorang gadis berambut merah jambu pun terbangun saat belaian sinar menyentuhnya. Ia membuka tirai jendela dan membalas sapaan pagi dengan senyum. Perlahan, ia turun dari tempat tidur dan berdiri di depan cermin. Ia mendesis lemah tatkala menyadari bahwa kedua matanya bengkak. Dalam hati ia menyesali perbuatannya. Kalau saja semalam dia tidak menangis hingga terlelap, pasti matanya tak akan berakhir seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Apa yang nanti harus aku katakan pada okaasan?” keluhnya pelan. Sembari memikirkan alasan yang tepat jika ibunya menanyakan perihal bengkak matanya─ia pun menghembuskan nafas berat dan terus memandangi pantulan bayangannya di cermin. Tiba-tiba pandangannya terpusat pada sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Gadis itu mendekatkan diri pada cermin, dan mengamati bintik-bintik merah di sekitar hidungnya. Ia mengerutkan kening heran. “Cacarkah?” tanyanya lirih. Namun sedetik kemudian ia menggeleng. “Tidak mungkin. Bukankah aku sudah pernah mengidap cacar saat SD?” Ia mencoba mengingat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;kreek…&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Suara pintu terbuka mengalihkan perhatiannya. Seorang wanita anggun berambut panjang masuk ke dalam. Wanita itu tersenyum lembut ketika menyadari bahwa anak gadisnya telah bangun. “Sakura, Kaasan berangkat dulu ya? Barusan Kaasan diberitahu kalau ada masalah penting di kantor.” pamit wanita tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sakura mengangguk─mengerti, dan membiarkan ibunya melangkah keluar untuk berangkat bekerja. Ia menarik nafas lega, karena ibunya tidak menyadari bengkak di matanya. &lt;i style=""&gt;Mungkin karena merasa dikejar waktu, Kaasan pun tidak sempat memperhatikan perbedaan kecil ini&lt;/i&gt;, batin Sakura.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Lalu kemudian perhatiannya kembali terpusat pada bercak merah di sekitar hidungnya. “Bercak apa ini? Lagipula cacar tidak seperti ini, kan?” gumamnya heran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Hoi Dobe, apa yang kau lakukan disini?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Naruto sedikit terperanjat saat tiba-tiba Sasuke muncul dan bertanya padanya. “Kau mengagetkanku saja, Teme.” sungutnya kesal. Ia pun menyandarkan punggungnya di dinding dan menerawang orang lalu lalang di sekitarnya. “Aku sedang menunggu Sakura.” jawabnya kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Eh? Ada urusan apa kau menunggunya?” tanya Sasuke heran. Ada sedikit nada tidak suka dalam suaranya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Naruto melirik menyelidik pada Sasuke. Ia dapat merasakan sesuatu yang tak biasa dalam diri sang Uchiha. “Sejak kapan kau peduli pada urusan orang lain, Teme?” Sasuke terperangah dan segera memperbaiki raut wajahnya. Melihat gerak-gerik mencurigakan dari pemuda berambut hitam itu, Naruto pun tersenyum kecil, “Atau jangan-jangan kau…”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Jangan berpikir yang tidak-tidak, Dobe.” tegas Sasuke seraya memberikan &lt;i style=""&gt;death glare&lt;/i&gt;-nya pada Naruto. Naruto pun akhirnya bungkam dan menghentikan misi menggodanya itu. “Jadi?” tanya Sasuke kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Naruto memandang Sasuke bingung. Dengan polos ia bertanya, “Jadi apanya?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sasuke menarik nafas kesal dan menggumam geram, “Kau ini lemot sekali sih, Dobe.” keluhnya. “Baiklah, aku ulang. Jadi, ada urusan apa kau menunggunya?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Naruto mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Raut muka yang tadinya penuh canda kini berganti serius. Dengan lirih ia berkata, “Kemarin aku melihatnya menangis…” Naruto dapat merasakan mata onyx di hadapannya melebar saat kalimat itu meluncur dari bibirnya. “Maka dari itu, aku menunggunya untuk menanyakan hal itu.” lanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Bertepatan dengan itulah, guru─yang sedari tadi mengajar di kelas Sakura─keluar. Lantas, Naruto menegakkan tubuhnya secara sempurna dan menunggu seseorang keluar dari kelas. “Hei, Hinata-chan!” sapa Naruto saat biru mata safirnya menangkap seorang gadis berambut indigo yang tengah berjalan keluar kelas. Ia melambai-lambai─seakan meminta gadis itu mendekat padanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Gadis yang dipanggil itu tiba-tiba menunduk. Ada semburat merah di kedua pipinya. Seraya terus melangkah ke tempat dimana Naruto berdiri, ia menerka-nerka alasan apa yang membuat pemuda itu menunggunya di depan kelas. “Na.. Naruto-kun… Ada perlu apa?” tanyanya gugup. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Hmm… Hinata-chan, kau tidak sedang bersama Sakura? Dimana dia?” tanya Naruto.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Hinata menggigit bibir bawahnya. Sedikit kecewa saat mengetahui bahwa alasan yang membawa Naruto menemuinya bukan karena dirinya. “Di.. Dia tidak masuk, Naruto-kun. Tanpa surat. Mungkin dia sakit.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Eh? Sakit?” Naruto sukses terperanjat. Sama halnya dengan Sasuke. Pernyataan dari Hinata sungguh membuat mereka benar-benar terkejut. Seusai rasa keterkejutan mereka lenyap, Naruto pun mengusulkan untuk mengajak Hinata dan Sasuke─menjenguk Sakura.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Hinata menyanggupi. Namun Sasuke masih terdiam. Ia bimbang. Seakan ada satu bisikan yang membuatnya mengurungkan usul dari Naruto. Ia berperang dalam batin. Lagipula ia masih tidak tahu harus bersikap bagaimana di depan Sakura─setelah insiden pengakuan gadis itu kemarin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Hoi, Teme? Bagaimana?” tanya Naruto tidak sabaran, karena sedari tadi Sasuke tampak mengacuhkan usulnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Aku tidak bisa.” jawab Sasuke setelah lama terdiam. Ia menghela nafas─sibuk meyakinkan diri bahwa keputusan itu memang yang terbaik baginya. “Aku baru ingat kalau aku ada urusan penting setelah ini. Sampaikan salamku untuk Sakura, ya?” Selepas kalimat itu meluncur dari bibirnya, ia pun melangkah pergi dengan beribu kebimbangan yang semakin mengusik benaknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Yah, baiklah. Ayo kita berdua saja yang menjenguk Sakura, Hinata-chan.” kata Naruto seraya tersenyum lebar. Ia mulai melangkah dan Hinata mengikuti di sampingnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Hinata berjalan dengan gugup. Ia dapat merasakan pipinya memanas kali ini. Sungguh di luar dugaan. Ia bisa berjalan berdua dengan seorang yang telah lama ia puja. Hinata melirik Naruto dari ekor matanya. “Na.. Naruto-kun?” panggil Hinata lirih. Ia memutar otak─berupaya mencari topik pembicaraan yang sekiranya menarik. “Ka… Kau sangat peduli pada Sakura, ya? Tadi saja kau menunggu di depan kelas untuk mencarinya. Bahkan tempo hari kau menawarkan diri untuk mengantarnya pulang, kan? Padahal bukankah kalian baru kenal?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Deg!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt; Hinata langsung menghentikan ucapannya saat menangkap raut tidak suka dari wajah pemuda berambut pirang tersebut. Ia mengutuk diri dalam hati. Ia sendiri juga tidak mengerti mengapa topik itu yang harus ia bicarakan. “A.. Ano, ma.. Maksudku─”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Jadi kau cemburu jika aku peduli padanya, Hinata-chan?” potong Naruto tiba-tiba. Seutas senyum penuh canda pun terpeta di kedua ujung bibirnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Blush!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Wajah Hinata benar-benar memerah. Dadanya mencelos saat mendengar ucapan Naruto barusan. Sebenarnya ia sadar, Naruto hanya bercanda. Namun entah mengapa jantungnya seakan tak bisa diajak kompromi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Melihat wajah Hinata yang semerah kepiting rebus, Naruto pun tertawa terbahak-bahak. Itulah satu dari sekian alasan mengapa ia gemar menggoda gadis itu. Wajah merah Hinata selalu bisa membuatnya tertawa lepas. Ia menepuk bahu Hinata pelan, “Tenang saja. Aku tidak akan berpaling darimu, Hinata-chan.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kemudian pemuda itu menggenggam tangan Hinata. Tadinya ia berniat untuk menarik Hinata untuk berlari─supaya segera sampai di rumah Sakura Namun hal di luar perkiraan kembali terjadi. Naruto terperanjat saat menyadari tubuh Hinata melemas dan oleng ke depan. Dengan sigap, Naruto segera menangkapnya. Setelah sadar bahwa Hinata tak sadarkan diri, pemuda itu pun panik. “Hei, Hinata-chan? Apa yang terjadi? Hinata-chan?” Naruto berseru dengan keras, namun kedua mata gadis indigo itu tetap terpejam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Tampaknya candaan Naruto sudah kelewat batas kali ini. ^.^v&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Dia sakit?” Sasuke bertanya dalam gumaman. Otaknya memberontak dan seluruh benaknya penuh dengan tanda tanya besar. Tentu ia tidak mau mengakui itu─bahwa sesungguhnya ia teramat khawatir. “Apa nanti aku harus menjenguknya?” Lagi-lagi benaknya bertanya dalam keterbatasan. Sebenarnya ia ingin dan benar-benar ingin menerima ajakan Naruto untuk melihat keadaan Sakura. Namun ia masih bimbang. Ia masih tak tahu harus bersikap bagaimana di depan gadis itu. Sungguh sebuah kenyataan tak biasa yang pernah dirasakannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sekelebat ingatan tentang kejadian di ruang ganti kemarin, membayang lagi di ingatannya. “Dia mencintaiku, eh?” Sasuke menggigit bibir bawahnya lalu tersenyum pahit. Sekilas ia tertawa hambar dan menggeleng, “Mana mungkin.” Ia tidak mau mempercayai itu. Tapi mengapa semakin ia menekan perasaannya untuk tidak mempercayai itu, justru hatinya semakin riuh bergejolak? Seakan ada gesekan listrik yang memporak-porandakan hatinya untuk mempercayai pengakuan itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Tapi mengapa?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Mengapa harus dia?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ia berdebat dalam pikirannya, hingga kemudian ia sadar bahwa mobil yang dikendarainya telah memasuki halaman rumah yang selama ini ditempatinya. Seusai mematikan mesin, ia pun turun dari mobil dan sedikit terkejut ketika melihat sosok Gaara sedang berdiri di depan rumahnya. “Gaara? Mengapa kau bisa ada disini?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Gaara tersenyum. “Sekedar berkunjung. Tak apa kan?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Hn, tak apa.” jawab Sasuke ramah. “Sering-sering saja berkunjung. Lagipula aku juga tinggal sendiri. Rasanya sepi sekali…”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kedua mata Gaara sedikit melebar saat mendengar jawaban Sasuke. “Kau merasa kesepian, eh? Bukankah dulu kau justru suka menyendiri? Tak kusangka Konoha membuat kau sedikit berubah.” Seketika Gaara terdiam─memikirkan sesuatu. Lantas ia pun berdeham dan meralat ucapannya, “Yah, kecuali jika bersama ‘si gadis pink’. Hampir setiap saat kau pasti ada di dekatnya.” Tiba-tiba pemuda berambut merah itu kembali terdiam. Ia melirik dan menyadari perubahan raut sang Uchiha. Ia menyesal telah mengungkit masalah itu. “Maaf.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sasuke tersenyum. “Sudahlah… Kau tak perlu minta maaf. Kau boleh bercerita tentang Sakura semaumu.” Sasuke masuk ke dalam rumah dan mempersilahkan Gaara masuk. Ia pun mengambil dua buah minuman kaleng dan memberikannya satu pada Gaara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Gaara menurut─meski ia masih heran mengapa Sasuke tampak seolah telah melupakan dendamnya pada gadis tersebut. Namun ia tak mau mempermasalahkan itu. Justru bagus. Kedua teman baiknya masih ada harapan untuk bersatu kembali. “Omong-omong soal Sakura, aku jadi ingat satu hal. Baru-baru ini, aku mendapat kabar bahwa dia pindah dari Tokyo. Tapi aku tidak tahu dia pindah kemana.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Hn, aku tahu.” kata Sasuke singkat. Ia meneguk minuman kaleng yang sedari tadi dipegangnya─tanpa sedikit pun menggubris tatapan penuh tanya dari Gaara. “Dia pindah kesini.” lanjutnya kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Eh?” Gaara terkesiap. “Ja-jadi kau sudah bertemu dengannya?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sasuke mengangguk. “Hn.” Perlahan kedua mata onyx-nya menyipit. Ia menunduk, lalu memainkan kaleng minuman di tangannya. Dengan lirih ia berkata, “Sepertinya aku memang tidak bisa berhenti mencintainya…”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Gaara tertegun. Ia menatap Sasuke lekat. Ia sadar. Sahabatnya itu benar-benar sedang dilanda kebimbangan. Ia sadar akan itu. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, selain diam dan mendukung Sasuke dari belakang. “Kalau begitu jangan.” ucap Gaara yakin. “Jangan berhenti mencintainya…”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Tapi Itachi mencintainya.” Nada suara Sasuke mulai meninggi. Namun kemudian ia kembali melenguh dan menghela nafas berat. “Begitu juga dia…” ucap Sasuke lirih. Ia menggigit bibir bawahnya─menahan pedih yang seakan begitu merobek hatinya saat ini. “Mereka mempunyai perasaan yang sama. Dan aku tidak akan mungkin bisa masuk diantara celah hati mereka.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Mengapa kau begitu yakin jika dia juga mencintai kakakmu?” tanya Gaara. Kedua matanya menyorot tajam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Semua terlihat jelas, Gaara. Tanpa ucapan pun semua orang juga akan tahu jika dia juga mencintai Itachi.” kata Sasuke keras kepala.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Gaara menarik nafas. Ia sadar jika ternyata watak keras Sasuke yang satu itu memang belum berubah. Seketika ia tampak berfikir. Entah apa yang ia pikirkan, tiba-tiba ia menatap Sasuke tajam dan mengucapkan suatu hal yang sedari dulu ia sembunyikan. Tentang Itachi. Tentang kenyataan di balik meninggalnya pemuda berkucir itu. Suatu rahasia besar yang hanya diketahui olehnya dan Itachi seorang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Sasuke… Bagaimana jika aku bilang, kalau penyebab meninggalnya Itachi bukanlah murni kecelakaan?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;To be continued&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-7076941873970716072?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/7076941873970716072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/11/memories-of-winter-chapter-5.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/7076941873970716072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/7076941873970716072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/11/memories-of-winter-chapter-5.html' title='Memories of the Winter - Chapter 5'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-MVn6mtBJChI/Th18zwkCwBI/AAAAAAAAAQc/yaC94lS3aWo/s72-c/beautiful-snow.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-2076195928153078763</id><published>2010-10-24T14:16:00.004+07:00</published><updated>2010-12-27T10:16:36.167+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><title type='text'>Haru no Uta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TQxL0xgL8GI/AAAAAAAAALw/iXFk3FdEf54/s1600/fan_sakusuke3.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 229px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TQxL0xgL8GI/AAAAAAAAALw/iXFk3FdEf54/s320/fan_sakusuke3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551895810654597218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Siluet abstrak beradu jingga terlukis indah di langit senja. Matahari  telah bersiap kembali ke peraduan. Sinar cemerlangnya mulai meredup  seiring perjalanan sang waktu. Tenggelam di balik laut biru yang  berkilau menawan karena pantulan sinarnya. Burung gagak berkoak  menandakan petang akan segera tiba.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Disinilah seorang gadis  berdiri termenung. Jembatan tempatnya berpijak seakan ikut menemani  dalam kesendirian malam. Helai demi helai rambut panjangnya menari  lembut mengikuti hembusan angin. Wajahnya datar tanpa ekspresi. Mata  emeraldnya membuka sayu. Tak ada senyum yang biasa terbingkai dalam  bibir merahnya. Hanya jejak lesu yang tertinggal dalam raut wajahnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Menunggu.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Hanya  itulah yang bisa ia lakukan. Tampak konyol memang. Ketika semua orang  mengatakan bahwa itu sia-sia belaka─namun ia tak sedikit pun  mengindahkannya. Ia takkan mampu memaksa hati kecilnya untuk berdiam  diri. Meski itu hanya akan mengikis batinnya yang perih.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;-&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;-&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Kelopak  bunga sakura melayang bebas di udara. Tiupan angin sepoi membuat  kelopak itu berbelok menuju sang gadis, dan mendarat tepat diatas rambut  merah jambunya. Membelai lembut, mendamaikan jiwa. Tanpa disadari,  seulas senyum pedih terpeta dalam bibirnya. Ini mengingatkannya pada  musim semi beberapa waktu silam.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;'&lt;i&gt;1 bulan sudah…'&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Saat  itu perang masih berkecamuk. Meluluh lantakkan semua yang ada. Hanya  menyisakan beribu liter darah dan rasa sakit kehilangan. Gadis itu salah  satu yang menjadi korbannya. Ketika ia harus dihadapkan pada kenyataan  pahit bahwa orang yang dicintainya telah gugur di medan perang. Perasaan  sedih dan resah yang teramat sangat, selalu menampik isi hatinya.  Menorehkan sayatan luka yang sangat menyakitkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;b&gt;-flashback-&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Gadis  berambut merah jambu itu terus berlari sepanjang koridor rumah sakit.  Tak ia hiraukan nafasnya yang tersengal hebat serta peluh yang menetes  deras. Yang ada di pikirannya hanyalah segera menemukan seseorang dan  memastikan bahwa orang itu baik-baik saja.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic;"&gt;"Sakura!"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Sakura  berbalik ketika mendengar seseorang memanggil namanya. Tsunade─salah  satu dokter yang menangani pasien-pasien yang terlibat perang─berlari  tergopoh mendekati Sakura. Diantara nafasnya yang memburu tak karuan,  sekuat mungkin ia mencoba untuk bertanya, "Tsunade-sama, apa kau melihat  Sasuke?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Ekspresi Tsunade berubah galau. Dan Sakura dapat  merasakan itu. Tsunade tampak berusaha keras untuk memperbaiki  ekspresinya yang sempat berubah. Tapi tetap saja, Sakura dapat merasakan  kegalauan itu menyembul dari raut wajah wanita berambut coklat  tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Tsunade membuka mulutnya sesaat, lalu mengatupkannya  kembali. Tampaknya terlalu sulit baginya untuk mengatakan seluruh kata  yang ada di benaknya pada Sakura. Namun akhirnya kata-kata itu meluncur  dari bibirnya, karena ia sadar cepat atau lambat gadis di hadapannya  akan mengetahui berita ini. "Sasuke… Dia…" ucapannya menggantung lirih.  Ada kegetiran dalam suaranya. "Saat ditemukan, dia sudah tidak  bernyawa."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic;"&gt;DEG!&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Sakura terhenyak. Berharap detik itu  juga waktu berhenti berjalan. Jantungnya seakan berhenti berdetak.  Wajahnya membeku. "Kau bercanda." ujarnya seraya menggeleng untuk  mengenyahkan kata-kata itu dari benaknya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Melihat perubahan air muka Sakura, tentu membuat Tsunade merasa serba salah, "Maaf aku harus mengatakan ini padamu, Sakura."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Sakura  membuang muka─menyembunyikan matanya yang mulai basah, "Tidak mungkin…"  gumamnya lirih. Ia terus menggeleng-gelengkan kepala, berupaya keras  menjernihkan pikirannya yang mendadak buntu.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Tsunade merendahkan  suaranya, "Aku tau bagaimana perasaanmu sebagai pengantin baru, Sakura.  Juga nasib anakmu nantinya… Cobalah untuk tetap tegar."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;b&gt;-end of flashback-&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Gadis  berambut merah jambu itu tersenyum nanar. Ulasan memori itu masih  terekam jelas dalam otaknya. Hari dimana ia harus mengetahui kenyataan  tragis bahwa sang kekasih telah pergi ke dunia yang berbeda dengannya.  Sang kekasih telah terbang tinggi menyusuri langit tak berujung─  melewati beribu dewi yang tengah memainkan dawainya di atas awan.  Menyongsong kehidupan abadi bersama orang-orang yang telah pergi dari  kehidupan manusianya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Dan seharusnya Sakura sadar satu hal. Bahwa ia &lt;i&gt;harus&lt;/i&gt; merelakan pemuda itu pergi untuk selamanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Namun entah mengapa,&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Ia tidak sepenuhnya bisa…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;-&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;-&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Kelopak  bunga sakura kembali berayun anggun. Membentuk gesekan simfoni merdu  saat terlepas dari rantingnya. Angin kembali berhembus menerbangkan  kelopak-kelopak bunga menjamah udara. Sesaat semilir angin mempercepat  tempo irama hembusannya. Kelopak-kelopak bunga merah jambu tersebut  berkumpul─menari riang bersama angin.&lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Gadis itu tersenyum tipis.  Kepalanya bergoyang kecil, mencoba menikmati hiburan di hadapannya.  Namun sedetik kemudian matanya membelalak terkejut. Ketika angin seakan  berhenti bertiup dan kumpulan bunga sakura jatuh bebas menapak tanah.  Gadis itu menutup mulutnya yang menganga. Goresan guratan aneh tertera  di kulit wajahnya. &lt;i&gt;Terkesiap.&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Tercengang.&lt;/i&gt; Terkejut ketika melihat sosok yang selalu ditunggunya kini berdiri di hadapannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Sa…Sasukee...?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sosok pemuda di hadapannya tersenyum lembut. Senyum terlembut yang pertama kali ditujukannya pada gadis itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Butir  permata berkumpul di sudut mata emerald sang gadis. Ia menangis… Namun  bukan tangis kesedihan. Bukan pula tangis kepedihan. Melainkan tangis  suka cita layaknya seorang bayi yang baru saja lahir.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Tapi ini terlalu mustahil.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Bagaimana mungkin pemuda itu bisa berdiri tegak di hadapannya? &lt;i&gt;Kami-sama&lt;/i&gt;… Apakah ini hanyalah semacam ilusi semata? Ilusi karena keinginan kuat hati kecilnya untuk bertemu pemuda itu? Namun…&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Ilusi ini terlihat sangat nyata.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Pemuda  di hadapannya merentangkan kedua tangan. Mengetahui maksud pemuda itu,  Sakura segera menghambur dalam dekapan hangat pemuda tersebut. Isak  tangis mengharu biru mewarnai petang kelam kali ini. Kedua mata  emeraldnya terus saja mengucurkan cairan hangat yang dengan sukses  membasahi kedua pipinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"&lt;i&gt;Sakura…"&lt;/i&gt; Sakura bergeming saat  pemuda berambut raven tersebut, menyebut namanya. Tak bisa dipungkiri  bahwa ia begitu rindu pada suara itu. &lt;i&gt;"Waktuku tidak banyak…"&lt;/i&gt;  Sakura terhenyak saat kalimat itu meluncur dari bibir Sasuke. Gadis itu  semakin mempererat pelukannya. Ia benamkan wajahnya di dada bidang milik  Sasuke. Ia tidak ingin kehilangan pemuda itu untuk yang kedua kalinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Senyum  tipis mengembang di ujung bibir pemuda bermata onyx tersebut. Telapak  tangannya membelai lembut rambut merah jambu Sakura, &lt;i&gt;"Jangan menungguku lagi…"&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura  terkesiap. Antara terkejut sekaligus marah. Ia lepas kedua lengannya  dari pelukan Sasuke. "Aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi!" Gadis itu  memekik cukup keras. Hatinya riuh bergejolak. Wajahnya merah padam  menahan amarah. Gadis itu dapat merasakan air mata kemarahan mulai  menggenangi pelupuk matanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke mengatupkan bibir dan matanya menyipit, &lt;i&gt;"Meski wujudku akan hilang ditelan angin. Namun perlu kau tau satu hal, Sakura."&lt;/i&gt; Pemuda itu menyentuh kedua bahu Sakura. Mata onyx-nya menatap lekat mata emerald gadis di hadapannya, &lt;i&gt;"Jiwaku akan selalu berada di sampingmu…"&lt;/i&gt; Suaranya menggumam lembut. &lt;i&gt;"Aku akan selalu menjagamu."&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura kembali terisak. Menahan pedih yang begitu menyayat. Kedua matanya menerawang kosong ke bawah.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Perlahan  pemuda itu menurunkan wajahnya hingga sejajar dengan mata Sakura. Ia  tersenyum dan merengkuh wajah Sakura dengan kedua telapak tangannya. Ia  tempelkan bibirnya yang dingin di dahi Sakura. Gadis itu memejamkan  kedua matanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"&lt;i&gt;Aishiteru…"&lt;/i&gt; Sasuke mendesis pelan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Seketika,  Sakura merasakan tiupan angin sekilas yang tidak wajar di sekitarnya.  Matanya yang semula memejam kembali membuka. Di detik itu pun, ia  terduduk lemas. Air matanya kembali mengucur deras. Bayangan Sasuke tak  ada lagi di hadapannya. Kelopak-kelopak bunga Sakura kembali menari di  udara mengiringi kepergian Sasuke.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Sasuke telah pergi untuk selamanya…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;-&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;-&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;-&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;7 tahun kemudian…&lt;/p&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/i&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Haruke!"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Seorang  anak lelaki menoleh, ketika ia mendengar namanya disebut. Segera ia  berlari ke arah wanita berambut merah jambu yang menyerukan namanya  tersebut. "&lt;i&gt;Okaasan&lt;/i&gt;!" serunya seraya memeluk sekilas sosok wanita di hadapannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura  tersenyum lembut, "Dasar nakal. Kaasan sudah bilang kan, jangan main  jauh-jauh." Tangan putihnya menepuk rambut raven anak lelaki di  hadapannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Haruke memperlihatkan deretan gigi putihnya. Ia terkikik geli. "&lt;i&gt;Gomen ne,&lt;/i&gt;  Kaasan." Sejurus kemudian, kedua mata onyx-nya menerawang matahari yang  mulai terbenam. "Haru hanya ingin tahu tempat yang sering kaasan  ceritakan."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura mengikuti pandangan Haruke. Seketika, ia menyunggingkan senyum, "Haruke, &lt;i&gt;arigatou&lt;/i&gt;."  ucapnya tulus. Menyadari tatapan bingung anak-nya, wanita itu pun  kembali mengacak rambut anak lelaki di sampingnya, "Kau sangat mirip  dengan &lt;i&gt;Tousan&lt;/i&gt;-mu. Semua yang melekat pada dirimu…" Wanita itu  menghentikan kalimatnya untuk sementara. Ia dudukkan dirinya dengan  bertumpu pada lutut─hingga wajahnya sejajar dengan Haruke. "Dan berkat  kau, Haruke," senyum kembali merekah di sudut bibir wanita itu. "Kaasan  bisa merelakan Tousan pergi. Kau adalah obat rindu Kaasan pada Tousan.  Arigatou."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Haruke tersenyum lebar. Ia angguk-anggukkan kepalanya.  "Kaasan… Lihat saja. Suatu saat nanti, Haru akan menjadi pahlawan  seperti yang Tousan lakukan."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kami-sama… Terima kasih…&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Terima kasih telah memberikan Haruke…&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;untuk menemani kehidupanku yang baru…&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;tanpa Sasuke…&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;F.I.N&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;&lt;b&gt;Vocabulary :&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Kami-sama : Tuhan&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Okaasan / Kaasan : Ibu&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Otousan / Tousan : Ayah&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Gomen ne : Maaf&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Arigatou : Terima kasih&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-2076195928153078763?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/2076195928153078763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/10/haru-no-uta.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/2076195928153078763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/2076195928153078763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/10/haru-no-uta.html' title='Haru no Uta'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TQxL0xgL8GI/AAAAAAAAALw/iXFk3FdEf54/s72-c/fan_sakusuke3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-3103374887253354828</id><published>2010-10-19T17:12:00.010+07:00</published><updated>2010-12-27T10:16:59.993+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><title type='text'>Kaulah Malaikatku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TQxOaJqXulI/AAAAAAAAAL4/BJqwwBJ7ntI/s1600/110.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 160px; height: 228px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TQxOaJqXulI/AAAAAAAAAL4/BJqwwBJ7ntI/s320/110.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551898651818179154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Di bawah kolong langit hitam ini, aku bermimpi tentang dirimu. Dirimu yang telah membawaku dalam lingkar bahagia─yang mungkin tak kan pernah teraba olehku jika aku tak mengenalmu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kau,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kau, Sasuke.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sosok yang tak pernah lenyap dalam memori, meski waktu memaksaku untuk melepaskanmu. Melepasmu jauh dari relung hati terdalam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Pertama kali aku melihatmu di taman rumah sakit. Kau memetik dawai gitar dan bersenandung merdu. Nada indah dan raut teduhmu membayang di benakku. Hingga tanpa sadar aku jatuh dalam suatu rasa aneh yang tak semestinya kurasakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Cinta terlarang… Aku tahu itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Namun rasa ini sudah di ubun-ubun. Tak dapat kutahan. Tak dapat kuhentikan. Semua berjalan seperti arus. Hingga tanpa kusangka kau memiliki rasa yang sama denganku. Aku tak dapat menolak. Meski aku tahu ini salah. Aku ingin menjadi milikmu. Selamanya milikmu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Namun, semua telah berlalu. Masa indah yang tak mungkin terulang dalam rekaman kehidupan. Menyeretku ke dalam nestapa yang tak kutahu jalan keluarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Perih. Kau tahu? Rasa perihlah yang menggerogoti jiwaku saat kata berpisah terlontar. Kau merasa bingung, eh? Apa kau tidak merasa pantulan mataku menyimpan rasa kehilangan saat itu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Pernyataan terakhir darimu sungguh membuatku hilang akal. Bagaimana mungkin kau mengatakan bahwa selama ini aku tidak mencintaimu? Tidak, Sasuke! Kau salah besar jika berpikir seperti itu. Aku sama sekali tidak pernah dan tidak akan melakukan itu. Karena rasa cinta ini, masih kusimpan erat di dasar jiwaku. Hingga saat ini. Saat aku menulis goresan pena ini. Semua karena aku masih mencintaimu. Dan tetap akan mencintaimu. Hingga waktu menjemputku kelak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Perlu kau tahu satu hal, Sasuke. Aku tak menyalahkan keadaan. Begitu pula dengan takdir. Dirikulah yang patut disalahkan. Ya, aku. Aku yang terlalu pengecut untuk mengutarakan kejujuran. Sebuah kejujuran yang membuat hidupku menjadi gelap. Tanpa sinar. Tanpa dirimu…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Saat itu aku bungkam. Karena aku memang seorang pengecut. Jujur itu menyakitkan. Entah mungkin karena aku tak kuasa menatap bening mata hitammu memancar kesedihan saat kau mendengar pengakuanku. Satu hal yang ingin kulihat darimu. Wajah riangmu. Itu saja. Aku tak ingin melihat ekspresi lain darimu. Jika kau menangis di depanku, itu lebih dari cukup untuk membunuh batinku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Karena itulah, aku hanya bisa menulisnya di selembar kertas lusuh ini. Supaya aku tak menatap ekspresimu ketika mengetahui kebenaran ini. Biarlah reaksimu menjadi rahasia hati yang tak pernah kutahu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sasuke…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dengar… Dengarlah pengakuan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Aku sakit parah. Seiring bergantinya hari, sakit ini semakin menjadi. Masa hidupku mungkin bisa diibaratkan dengan secepat kau membalikkan telapak tangan. Tuhan akan segera mengutus malaikatnya untuk menjemputku. Aku akan menuju sebuah kehidupan baru yang abadi tanpa dirimu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sekarang kau pasti mengerti mengapa aku menyebut rasa ini sebagai cinta terlarang. Awalnya aku pikir aku akan sembuh jika menjalani terapi secara rutin. Itulah alasan aku menerimamu menjadi kekasihku saat itu. Tapi semua berjalan diluar kehendak. Penyakit ini semakin parah. Maka dari itu aku berniat memutuskan ikatan kasih kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Maaf.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Maaf aku merahasiakan ini darimu. Aku tak ingin kau terluka. Biar aku saja yang menyimpan luka ini. Biarlah aku pergi dengan damai tanpa harus melihatmu terluka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;-&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Namun lagi-lagi garis takdir tak sejalan dengan rencanaku. Semua menyimpang dari apa yang aku harapkan. Di ambang kematian, seorang malaikat datang padaku. Tapi aneh. Ia tidak datang untuk menjemputku menuju alam yang hakiki. Justru ia memberikan sebentuk nyawa yang nyata padaku dan membiarkanku meneruskan hidup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Bersyukur. Ya, aku bersyukur karena aku tidak jadi pergi secepat perkiraanku. Tapi aku hanya menyesalkan satu hal. Suatu hal yang begitu merobek dinding hatiku hingga berbekas abadi. Aku tersiksa, kau tahu? Aku terpukul ketika tahu siapa pemilik topeng malaikat itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Tembok harapanku sirna seketika. Awalnya aku pikir, aku tidak akan mati dan akan terus bersamamu. Tapi aku sangat kecewa saat tahu bahwa itu mustahil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kau, Sasuke! Kau!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Apa yang ada di pikiranmu saat kau mendonorkan jantungmu padaku? Mengapa kau bisa berpikiran sependek itu, Sasuke?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sakit, kau tahu? Aku menghabiskan berliter mutiara luka saat menghadapi kenyataan ini. Seandainya aku tahu bahwa sang malaikat itu adalah kau, aku tidak akan sudi menerima nyawa ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Namun semua telah terjadi. Aku sadar bertubi penyesalan tidak berguna. Itu tidak akan mengembalikan kau. Kau telah pergi dan tak akan kembali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Aku hanya berharap kau bahagia dan terus menungguku disana. Aku akan menggunakan jantung ini dengan baik. Sebaik niat tulusmu memberikan nyawa berharga ini, Malaikatku…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:100%;" &gt;F.I.N&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-3103374887253354828?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/3103374887253354828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/10/pengorbanan-sang-malaikat-cerpen.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/3103374887253354828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/3103374887253354828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/10/pengorbanan-sang-malaikat-cerpen.html' title='Kaulah Malaikatku'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TQxOaJqXulI/AAAAAAAAAL4/BJqwwBJ7ntI/s72-c/110.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-1393538853886250825</id><published>2010-10-10T08:40:00.010+07:00</published><updated>2010-10-10T13:24:28.619+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dear Diary'/><title type='text'>sweet seventeen ♥</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemarin, 9 Oktober 2010, umurku pun bertambah jadi 17  &lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img src="http://www.laymark.com/i/o/05.gif" alt="MySpace" emoticons="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sweet seventeen ♥&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; wah, tambah tua harus makin dewasa nih. amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu bangun, aku langsung disambut dengan ucapan selamat dari mama papa + adekku.. terus mama ngeluarin sekotak kue black forest kesukaanku &lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img src="http://www.laymark.com/i/o/26.gif" alt="MySpace" emoticons="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;. kyaaa ~ makasih mamaa...! langsung deh aku makan bareng-bareng sama keluargaku tercintaaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekitar jam setengah 1 siang, aku langsung berangkat ke KFC buat ngerayainnya bareng temen-temen. meski dirayain kecil-kecilan, tanpa balon (?), tanpa kue, &lt;span style="color: rgb(255, 153, 255); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;but this is very amazing birthday party ever!&lt;/span&gt; nggak seperti yang aku duga sebelumnya, lumayan banyak temen yang datang. padahal ada beberapa yang bilang nggak datang, tapi akhirnya datang jugaa ! surprise bangeet !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah semua kumpul, acara pun dimulai dengan doa bersama. lalu makan. yaah.. seperti biasa. saya yang paling akhir ngabisin makannya. sungguh membanggakan &lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img src="http://www.laymark.com/i/o/81.gif" alt="MySpace" emoticons="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; (lho??). setelah makan, ajang narsis pun dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TLEjxgkfjJI/AAAAAAAAAKA/_ymOu4L4fC4/s1600/DSC03877.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TLEjxgkfjJI/AAAAAAAAAKA/_ymOu4L4fC4/s320/DSC03877.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526237551223868562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TLEk-3tRltI/AAAAAAAAAKY/mD_eIP9ZtCM/s1600/DSC03864.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TLEk-3tRltI/AAAAAAAAAKY/mD_eIP9ZtCM/s320/DSC03864.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526238880284645074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TLElYYnC-AI/AAAAAAAAAKg/HX_s2fopl2k/s1600/DSC03886.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TLElYYnC-AI/AAAAAAAAAKg/HX_s2fopl2k/s320/DSC03886.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526239318613620738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TLEmG_d_csI/AAAAAAAAAKo/meeJUPFhPw8/s1600/DSC03921.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TLEmG_d_csI/AAAAAAAAAKo/meeJUPFhPw8/s320/DSC03921.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526240119318606530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;nah setelah itu, ini nih yang banyak ditunggu sama anak-anak. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sesi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;buka kado!&lt;/span&gt; &lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img src="http://www.laymark.com/i/o/82.gif" alt="MySpace" emoticons="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TLEoLK-zNYI/AAAAAAAAAKw/4Y0h3S5sNLI/s1600/DSC03896.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TLEoLK-zNYI/AAAAAAAAAKw/4Y0h3S5sNLI/s320/DSC03896.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526242390151738754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kado pertama&lt;/span&gt; dapet dari &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 255); font-style: italic;"&gt;Cindy&lt;/span&gt; , tasbih kecil warna putih. kembaran sama dia ^^ wah sekarang musti sering-sering dzikir nih . hihihi . makasih sistaa xD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kado kedua&lt;/span&gt; dapet dari &lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255); font-weight: bold;"&gt;Halim, Okky, Galih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; , boneka lucuu warna biruu.. ngegemesin bangeet ! tau aja kalau aku suka boneka hihihi, makasih yaah ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kado ketiga&lt;/span&gt; dapet dari &lt;a style="color: rgb(255, 153, 255); font-weight: bold; font-style: italic;" href="http://hanny-kawaii.blogspot.com/"&gt;Hanni&lt;/a&gt; sama &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Vicky&lt;/span&gt; , tas selempang. aku suka sama warna tasnyaa.. makasih banget lho yaah. ntar aku pake deh ke sekolah ^.^b&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kado keempat&lt;/span&gt; yang dibuka, dari kelasku aka &lt;a href="http://devence2.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 153, 255);"&gt;DEVENCE 2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; , jam meja warna ungu. trus ada fotoku di jam itu.. ya ampun, baguss bangeet. makasih yaa semuaa ! ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kado terakhir&lt;/span&gt; dari &lt;span style="color: rgb(255, 153, 255); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Amel, Inas, Cindy&lt;/span&gt; , empat tangkai mawar merah yang dipetik dari asrama haji. dasar kalian. hahaha. tapi makasih lho ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makasih yaa semua.. ! udah bela-belain ikut ngerayain hari peringatan bertambah tuanya diriku (?)  &lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img src="http://www.laymark.com/i/o/67.gif" alt="MySpace" emoticons="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;I'll never forget this sweet moment !&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://myspace.laymark.com/"&gt;&lt;img src="http://www.laymark.com/i/o/24.gif" alt="MySpace" emoticons="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-1393538853886250825?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/1393538853886250825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/10/sweet-seventeen.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/1393538853886250825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/1393538853886250825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/10/sweet-seventeen.html' title='sweet seventeen ♥'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TLEjxgkfjJI/AAAAAAAAAKA/_ymOu4L4fC4/s72-c/DSC03877.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-1255741110940289212</id><published>2010-09-16T17:47:00.007+07:00</published><updated>2010-09-16T18:04:23.491+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jepang'/><title type='text'>Tentang Geisha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TJH5RYDm2NI/AAAAAAAAAJ4/iG_m8WVbZ_E/s1600/Geisha+%28aishiteru-nacchi.blogspot.com%293.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 223px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TJH5RYDm2NI/AAAAAAAAAJ4/iG_m8WVbZ_E/s320/Geisha+%28aishiteru-nacchi.blogspot.com%293.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517465095416240338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Geisha&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;芸者&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  adalah seseorang yang menjadi penghibur tradisional di Jepang. Meski  bertugas untuk menghibur, namun jangan salah. Geisha bukanlah pelacur.  Memang mereka ditugaskan untuk merayu serta menggoda dalam melayani  orang, namun mereka tahu batas. Mereka mempunyai tradisi &lt;i style=""&gt;mizuage&lt;/i&gt; (menjaga keperawanan) yang nantinya akan mereka berikan kepada &lt;i style=""&gt;Danna&lt;/i&gt;.  Danna adalah seorang pelanggan yang menjadi pelindungnya dan akan  menikahi serta bersedia menjamin hidup seorang Geisha jika dia tidak  menjalankan profesi sebagai Geisha lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Seorang  Geisha tinggal di sebuah rumah yang bernama Okiya (wilayah Hanamichi).  Saat baru menginjakkan kaki di Okiya untuk pertama kalinya, ia sudah  mempunyai hutang awal yang dibebankan oleh pemilik Okiya untuk  membelinya. Hutang itu terus bertambah seiring kehidupannya di sekolah  Geisha. Dan itu semualah yang menjadi salah satu faktor mengapa seorang  Geisha dianjurkan untuk memiliki Danna. Danna-lah yang nantinya akan  membayarkan hutangnya pada pemilik Okiya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TJH41Foz1lI/AAAAAAAAAJw/ZWs3FtakF8Y/s1600/Geisha+%28aishiteru-nacchi.blogspot.com%295.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 259px; height: 194px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TJH41Foz1lI/AAAAAAAAAJw/ZWs3FtakF8Y/s320/Geisha+%28aishiteru-nacchi.blogspot.com%295.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517464609435670098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Geisha dalam hal merayu pelanggan, dilakukan dengan cara yang elegan. Dan itu tidaklah mudah. Dikenal 3 tahap yang harus dilalui sebelum menjadi seorang Geisha.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;     1. Shikomi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in; text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Pada tahap ini, Shikomi berlatih dengan cara membantu dan menemani seniornya dalam melayani seorang tamu. Pada saat itulah, ia sekaligus belajar dari seniornya bagaimana cara menuangkan teh, hingga tata bahasa yang harus diucapkan saat menghibur klien. Selain itu, ia juga diajarkan menyanyi lagu tradisional, menari tarian Jepang klasik (tari kipas), bermain alat musik tradisional seperti Shamisen, Shakuhachi (&lt;em&gt;bamboo flute&lt;/em&gt;), dan Taiko, sebaik mungkin. &lt;i style=""&gt;Talent&lt;/i&gt; inilah yang dijual dari seorang Geisha.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol  style="margin-top: 0in; text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Minarai&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in; text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Pada tahap ini, seorang Minarai mulai mempraktekkan apa saja yang ia pelajari dari seniornya pada tahap shikomi. Ia mulai diperbolehkan untuk melayani tamu dalam acara jamuan makan dibawah pengawasan Geisha senior.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol  style="margin-top: 0in; text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Maiko&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.25in; text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Tahap ini merupakan tahap terakhir sebelum dinobatkan menjadi seorang Geisha. Maiko bisa juga disebut Geisha pemula. Pada tahap ini Maiko semakin memantapkan keterampilan mereka dalam menjadi seorang Geisha. Mereka juga diajarkan seni menulis kaligrafi dan berpuisi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui tiga tahapan tersebut, maka mereka layak menyandang sebutan sebagai seorang Geisha.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-1255741110940289212?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/1255741110940289212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/09/tentang-geisha.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/1255741110940289212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/1255741110940289212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/09/tentang-geisha.html' title='Tentang Geisha'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TJH5RYDm2NI/AAAAAAAAAJ4/iG_m8WVbZ_E/s72-c/Geisha+%28aishiteru-nacchi.blogspot.com%293.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-5869438378550732069</id><published>2010-09-06T21:17:00.018+07:00</published><updated>2010-12-27T10:19:01.269+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><title type='text'>Memories of the Winter - Chapter 4</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify; font-style: italic; font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/05/memories-of-winter-chapter-3-sweetest.html"&gt;--cerita sebelumnya--&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(51, 204, 0); text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: center;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Chapter 4 (Sebuah Pengakuan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgFdeMVlyI/AAAAAAAAAM8/2dcO5-eK_JM/s1600/bastas.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgFdeMVlyI/AAAAAAAAAM8/2dcO5-eK_JM/s320/bastas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555196144240662306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p face="trebuchet ms" style="text-align: justify;"&gt;Mentari menyembul  di balik awan mendung yang sedikit menghalangi  teriknya. Atmosfer  hangat dan tidak terlalu panas inilah yang didambakan  oleh setiap orang  yang bernaung di bawahnya. Sungguh suasana musim  dingin yang indah.  Setidaknya itulah yang ada di benak Sakura. Sembari  kedua matanya  bergerilya menerawang pemandangan di luar jendela,  bibirnya sibuk  bersenandung lirih.&lt;/p&gt;&lt;p face="trebuchet ms" style="text-align: justify;"&gt;"Sepertinya  suasana hatimu  sedang baik, Sakura? Apa ada hal menarik yang terjadi?"  Ino yang sedari  tadi sibuk mengamati air muka Sakura yang tampak lain  dari biasanya  tersebut─tak kuasa untuk bertanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Dan  Sakura tidak bisa  menghindari semburat merah yang tiba-tiba menghiasi  kedua pipinya.  Bagaimana tidak? Setiap mengingat kejadian yang ia alami  bersama Sasuke  kemarin, rasanya ia tak dapat menahan seutas rona untuk  tidak menyembul  di kedua pipinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Ayolah,  Sakura… Cerita… Kau tidak mau aku mati  penasaran, ya kan?" paksa Ino  hiperbolis. Tiba-tiba, gadis pirang itu  tercenung. Ia tampak sedang  mengingat sesuatu. Sekejap kemudian ia  melirik Sakura dengan tatapan  menyelidik. "Atau jangan-jangan, ini  berhubungan dengan sikap Sasuke  kemarin, eh?"&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Tepat.&lt;/i&gt;  Sakura  terhenyak. Mau tidak mau, hal yang sebenarnya ingin ia  sembunyikan dari  orang lain, terbongkar sudah. Sakura mengatupkan  bibir. Entah jawaban  apa yang harus ia nyatakan. Ia pun memilih untuk  diam. Selebihnya karena  ia tidak tau harus merespon bagaimana.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Ino  mengamati gadis  berambut merah jambu di sampingnya, dengan kening  berkerut. Ada segaris  raut tidak suka dalam wajahnya. "Apa kau  menyukainya?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;DEG!&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Mata   emerald hijau itu sukses membelalak. Gadis berambut merah jambu   tersebut benar-benar tak menyangka Ino bisa semudah itu menebak   perasaannya. Seluruh kemungkinan terburuk terus bergelumung dalam   benaknya. Alhasil, ia hanya dapat mematung tanpa tahu harus merespon   bagaimana.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Err…  Sakura, boleh aku jujur satu hal?" tanya Ino  lirih─bahkan nyaris tak  terdengar. Mata bulatnya menerawang kosong ke  arah jendela. Tersirat  sedikit kegetiran dalam pancaran matanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura   terdiam─mencoba menerka apa yang ingin Ino katakan. Ia memandang Ino   yang masih enggan menoleh padanya─dengan penuh tanya, "Tentang apa?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Ino menarik nafas dalam-dalam. Sama seperti intonasi suara sebelumnya, ia menjawab, "Tentang Sasuke."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Dua   kata yang meluncur dari gadis berambut pirang panjang tersebut sukses   membuat Sakura bertambah gelisah. Ia menggigit bibir   bawahnya─mengumpulkan seluruh energi dalam dirinya untuk mendengarkan   pengakuan dari Ino. "Ya, ceritakan."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Sebenarnya… Aku menyukainya."&lt;/p&gt;&lt;hr style="font-family: trebuchet ms; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" noshade="noshade" size="1"&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura   berjalan dengan langkah gontai menyusuri koridor sekolah yang mulai   sepi. Maklum pelajaran telah berakhir sedari tadi. Dan hari ini bukan   hari Sabtu dimana ekstra kurikuler basket dilaksanakan. Jadi wajar saja   jika siswa-siswi, baik yang mengikuti ekskul basket maupun yang gemar   menyaksikan anak-anak basket latihan─telah pulang sedari tadi.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;'&lt;i&gt;Sebenarnya… Aku menyukainya.'&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura   mendesis pelan, saat perkataan Ino tadi siang terngiang kembali di   telinganya. Setelah mengaku bahwa ia menyukai Sasuke, gadis berambut   pirang itu juga meminta Sakura untuk membantunya mengenal lebih dekat   dengan pemuda tersebut. Tentu hal itu membuat Sakura begitu bimbang.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Bagaimana   mungkin aku melakukannya?" gumamnya pedih. Senyumnya meliuk pahit. Ia   sangat tidak menyangka jika lelaki yang disukai oleh sahabatnya adalah   lelaki yang selama ini menjadi cinta pertamanya. Apakah ia harus   merelakan cinta itu dan membantu melancarkan misi Ino untuk mendapatkan   sang pujaan hati?&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Gadis  berambut merah jambu itu terus melangkah  dengan pikiran campur aduk.  Raut mukanya kacau. Dan ia ingin segera  sampai di rumah, lalu mengurung  diri di dalam kamar sampai emosi yang  membuncah dalam otaknya lenyap.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Eh?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba  Sakura  tertegun ketika kedua mata emeraldnya menangkap seorang pemuda  di depan  loker ruang ganti laki-laki. Pemuda itu tampak sedang  mencari-cari  sesuatu dalam lokernya. Seketika gadis berambut merah  jambu tersebut,  menghentikan langkahnya. Pandangannya terus terpaku  pada sosok itu.  "Sasuke…" Ia menggumam lirih tanpa suara.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Selama  beberapa saat,  gadis itu tetap bertahan dalam keterpakuannya. Namun  itu tak berlangsung  lama. Karena tiba-tiba ada sepasang tangan yang  mendorongnya dari  belakang. Alhasil, gadis itu terdorong masuk ke dalam  ruang ganti dan  terjerembab jatuh di atas lantai. Bertepatan dengan  itulah, bunyi  gebrakan pintu yang ditutup secara keras terdengar.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura   terhenyak, antara marah dan terkejut. Langsung saja ia berdiri dan   mencoba membuka pintu tersebut. Namun hasilnya nihil. Pintu itu telah   terkunci dari luar. "Gawat." desisnya lemah. Bukan karena ia takut   seharian terkunci di ruang ganti itu. Melainkan karena ada Sasuke   disana. Sasuke-lah alasan ketakutannya saat ini. Ia takut perasaannya   membuncah hanya karena berada di dekat pemuda tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Gadis  itu  semakin gugup, ketika Sasuke sudah ada di sampingnya dan sedang   menatapnya penuh tanya. Entah mengapa, gadis itu tak dapat membalas   tatapan onyx yang ditujukan padanya tersebut. Di otaknya terus   berdengung pernyataan Ino tentang Sasuke. Ia masih bimbang untuk   berkhianat atau justru membantu sahabatnya tersebut. Jika nantinya ia   memang memilih untuk membantu, mungkin tindakan untuk tidak membalas   tatapan Sasuke─yang sanggup membuatnya makin jatuh hati─adalah benar.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Apa   yang terjadi?" tanya Sasuke dingin. Lalu ia dobrak pintu kayu tersebut   dengan tubuhnya. Namun tidak berhasil. Pintu itu tetap tertutup rapat.   "Siapa yang berbuat seperti ini?" tanyanya kemudian. Tapi kali ini,   pertanyaan itu tidak tertuju pada gadis di sampingnya. Pertanyaan itu   lebih menjurus untuk dirinya sendiri. Dari raut wajahnya yang terlihat   serius itu, tampaknya ia sedang berpikir.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura  bergeming. Ia  sadar situasi. Tidak seharusnya ia egois menekan  perasaannya di saat  genting seperti ini. Dengan seluruh keberanian yang  ia kerahkan, ia pun  memberanikan diri menoleh ke arah Sasuke. "Sa..  Sasuke." panggilnya  canggung. "Hm, apa yang harus kita lakukan  sekarang?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Pemuda  yang  dipanggil itu menoleh ke sumber suara. Sekejap ia terdiam. Namun   kemudian ia menggeleng lemah. "Sebenarnya apa yang terjadi tadi?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Aku   tidak tahu." kata Sakura. Ia menarik nafas, dan menghembuskannya  pelan,  "Kebetulan aku lewat, dan melihatmu disini. Tiba-tiba ada  seseorang  yang mendorongku dari belakang─"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Lalu  pintu itu tertutup?" tebak  Sasuke, yang diikuti dengan anggukan dari  gadis berambut merah jambu  tersebut. Sasuke mengerutkan keningnya  heran. Lalu sedetik kemudian, ia  kembali menatap Sakura. "Kira-kira  siapa orang yang berbuat seperti ini?  Err, mungkin kau tahu siapa yang  sepertinya tidak begitu menyukaimu."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura   melipat tangan kirinya dan meletakkan tangan kanannya di dagu─layaknya   orang berfikir. Lalu kemudian, ia menggeleng pasrah. Lagipula ia tidak   mau menuduh dan berfikir jelek pada siapapun yang berbuat seperti ini   padanya. Sakura kembali menatap Sasuke yang telah duduk di sebuah kursi   yang terletak di sudut ruangan. "Lalu kita harus berbuat apa sekarang?   Kita tidak mungkin berada di sini seharian."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Aku  juga sedang  memikirkannya." kata Sasuke pelan. Ia menghela nafas  berat, "Tapi aku  pikir tidak ada jalan lain lagi, selain diam disini  sampai ada orang  lain yang menemukan kita."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura  lagi-lagi mendesis putus asa.  Hingga selang beberapa saat kemudian,  pandangannya terpusat pada dua  jendela yang terdapat di ruangan  tersebut. Sebuah ide pun melintas  begitu saja dalam benaknya. Langsung  saja ia melangkahkan kakinya ke  arah obyek yang sedari tadi diamatinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Namun  sial. Rupanya  jendela itu telah rusak dan tidak dapat dibuka. "Argh!"  Sakura menjerit  frustasi. Tiba-tiba ia teringat pada ponselnya. Mungkin  ia bisa menelpon  Hinata untuk menolongnya. Langsung saja ia merogoh  ponsel di sakunya.  Namun rupanya keberuntungan sedang tidak berpihak  padanya. Ponselnya  mati. Ia lupa men-charge baterai ponselnya. Gadis  itu pun kemudian  menoleh ke arah Sasuke, "Kemarikan ponselmu,"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke menggeleng. "Ponselku ketinggalan dikelas."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Dada   Sakura mencelos mendengar jawaban yang terlontar dari mulut Sasuke.  Itu  tandanya, ia akan benar-benar terkurung dalam ruangan ini seharian.   "Kenapa aku sial sekali hari ini?" rutuknya dalam hati. Ia pun  akhirnya  mengambil sikap seperti Sasuke. Ia beringsut duduk di kursi  tepat di  samping pemuda berambut raven tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Selama  beberapa menit,  suasana hening. Baik Sasuke maupun Sakura sepertinya  tidak ingin memulai  pembicaraan satu sama lain. Mereka tetap bertahan  dalam sikap diamnya.  Hingga kemudian, Sasuke-lah yang tiba-tiba memecah  hening itu.  "Bagaimana lukamu kemarin?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura  tercengang. Hampir tidak  percaya Sasuke yang memulai topik  pembicaraan. Terlebih lagi menanyakan  perihal luka kemarin. "Sudah  baikan kok. Tidak membekas sama sekali."  Perlahan, seutas senyum  terpeta di bibirnya. Serasa kembali ke masa  lalu. Ia menemukan sisi  hangat dalam diri Sasuke saat ini. "Terima kasih  sudah mengobatiku."  ucapnya tulus.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Hn,"  Pemuda di sampingnya itu  mengangguk. Ada senyum tipis di kedua ujung  bibirnya. Dan itulah yang  membuat Sakura semakin bimbang akan  perasaannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Sasuke…"  panggil  Sakura lirih. Sasuke menoleh ke arah gadis di sampingnya.  Sakura  menundukkan kepalanya. Arah pandangnya terus terpaku ke lantai.   Tampaknya rasa gugup kembali menyergapnya. Dan ia jadi sulit membalas   tatapan Sasuke. "Apa aku boleh bertanya sesuatu?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke mengerutkan keningnya dengan heran. "Hn."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Gadis   berambut merah jambu itu menghela nafas. Mencoba mengumpulkan seluruh   tenaga untuk melanjutkan ucapannya, "Apa kau memang sudah benar-benar   melupakanku?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Mata  onyx itu sukses terbelalak. Sasuke langsung  membuang muka. Badannya  menegang seketika. Tak ada sepatah kata pun  keluar dari bibirnya.  Rahangnya seakan mengeras.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Menghadapi  respon  Sasuke yang tidak diduganya tersebut, Sakura semakin  menundukkan  kepalanya lebih dalam. Kalau begini jadinya, ia menyesal  telah bertanya.  Tapi mau bagaimana lagi? Ia benar-benar ingin tahu,  apakah Sasuke  benar-benar melupakannya secepat itu? "Sejujurnya, sampai  sekarang aku  masih belum mengerti apa kesalahanku. Kau tiba-tiba  menyalahkanku atas  meninggalnya kak Itachi. Lalu dengan seenaknya pergi  dari kehidupanku  tanpa mengatakan alasan yang jelas. Kau tahu Sasuke?  Aku tidak tahu  mengapa kau menyalahkanku seperti itu?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura  terdiam sejenak,  menunggu reaksi Sasuke. Namun rupanya, Sasuke tetap  bersikap seperti  sebelumnya. "Selama beberapa tahun ini, aku terus  memikirkan itu. Tapi  aku tak kunjung menemukan jawabannya." ucap gadis  itu. Mengingat semua  kenangan pahit itu, tampaknya lebih dari cukup  untuk menorehkan kembali  luka di hatinya. "Sasuke. Kumohon, beri aku  satu alasan mengapa kau  pura-pura tidak mengingatku sebagai teman masa  kecilmu seperti ini?"&lt;/p&gt;&lt;hr style="font-family: trebuchet ms; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" noshade="noshade" size="1"&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Ino   menengadahkan kepalanya ke arah langit. Garis-garis senja telah   terlukis indah disana. Perlahan ia menghembuskan nafas berat. Kembali   diliriknya jam tangan violet yang melekat di pergelangan tangannya.   "Lama sekali sih." keluhnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Ino-pig?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Ino  menoleh cepat ke  arah suara yang memanggilnya 'tidak senonoh'  tersebut. Mendadak matanya  membulat tatkala sosok yang teramat tidak  ingin ditemuinya, justru  telah berdiri di sampingnya. "Pig? Oh Sai,  please! Aku sedang tidak  ingin bertengkar saat ini." tukasnya sambil  melipat tangan di dada.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sai tertawa kecil menanggapinya. Kemudian, ia beringsut berdiri di samping Ino. "Kenapa belum pulang?" tanyanya sok perhatian.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Aku   sedang menunggu seseorang." jawab Ino ketus. "Dan sebaiknya kau pergi.   Jangan ikut campur urusanku." sambungnya lagi dengan nada yang tidak   kalah ketusnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sai  mendesis. Ia gigit bibir bawahnya.  "Sasuke-kah?" tebaknya lirih. Ada  sedikit kegetiran dalam suaranya. Tapi  sayangnya, Ino tidak terlalu  peka dalam menangkap kegetiran disana.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Sai!   Aku sudah bilang ini bukan urusanmu!" gertak Ino kesal. "Sebaiknya kau   pulang sekarang! Aku tidak mau dia melihat kau bersamaku!"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Selang   beberapa saat, Sai justru tertawa sinis. "Kau percaya diri sekali   rupanya. Aku harus bilang berapa kali, kalau tindakanmu ini sia-sia?   Selamanya dia tidak akan pernah melihatmu." ucapnya tajam.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Ino   melotot tidak percaya akan semua yang dikatakan pemuda di sampingnya.   Kesabaran yang ia miliki tentu ada batasnya. Ia sungguh tidak terima,   Sai berkata seperti itu padanya. "Apa kau bilang?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sai  kemudian  mengacungkan sebuah kunci tepat di hadapan Ino. Mata hitamnya  menyorot  tajam, "Ini kunci ruang ganti laki-laki. Sasuke ada disana."&lt;/p&gt;&lt;hr style="font-family: trebuchet ms; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" noshade="noshade" size="1"&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Sasuke?   Kenapa kau diam?" tanya Sakura lirih. Ia memberanikan diri menoleh ke   arah Sasuke yang masih membuang muka, "Aku mohon… Jawab satu   pertanyaanku ini, Sasuke."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Cukup."  ucap Sasuke dingin. Ia masih  membuang muka─merasa enggan memandang  Sakura. Sakura terkesiap mendengar  nada dingin itu lagi. Sasuke lantas  bangkit dari duduknya dan melangkah  mendekati jendela."Apa yang dari  tadi kau bicarakan? Siapa Itachi? Aku  sama sekali tidak mengenalnya."  ucapya tajam. "Dan satu lagi, jangan  pernah sangkut pautkan aku dalam  kehidupan masa lalumu."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura   tercengang─hampir tidak percaya akan semua kata yang diucapkan Sasuke,   "Kau jahat, Sasuke. Kau jahat…" ucapnya lirih. Air mata mulai  berkumpul  di pelupuk matanya, "Kenapa? Padahal aku begitu bahagia  ketika bertemu  lagi denganmu. Tapi mengapa kau justru sebaliknya?  Mengapa kau justru  menganggapku tidak ada? Mengapa sikapmu berubah  seratus delapan puluh  derajat seperti ini, Sasuke? Mengapa? Jawab,  mengapa?" tukasnya marah.  Air mata kemarahan mulai menggenangi pipinya.  "Bahkan dengan teganya kau  justru berpura-pura tidak mengenal kakakmu  sendiri!"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Sudah   kuduga. Arah pembicaraan ini, semua ini… karena dia." ujar Sasuke  tajam  seraya tersenyum sinis. Mata onyx-nya menyipit, "Kau  mencintainya, eh?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Lagi-lagi Sakura tercengang mendengar perkataan Sasuke, "Apa maksudmu?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Tak   perlu berpura-pura. Aku sudah mengetahuinya sejak dulu. Dan selamat  ya.  Ternyata kalian memiliki perasaan yang sama." Sasuke berbalik dan   menatap Sakura dengan tatapan mencela. Senyuman sinis masih menggantung   di bibir tipisnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Sasuke?  Apa maksudmu?" Sakura tetap bertahan  dalam ketidak mengertiannya. Kali  ini ia memang benar-benar tidak  mengerti pada arah pembicaraan pemuda  tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke  menghela  nafas dan kembali berbalik membelakangi Sakura. "Sudahlah.  Aku yakin  sepanjang apapun aku menjelaskan, kau tetap akan bertahan  dalam  pengakuan palsumu."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Apa  yang kau bicarakan? Pengakuan palsu apa?"  seru Sakura setengah  berteriak. Ia bangkit dari duduknya, dan melangkah  mendekati Sasuke.  "Aku tidak mencintainya. Tapi aku mencintaimu,  Sasuke-kun." sambungnya  sungguh-sungguh.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke  terhenyak. Namun  sekejap kemudian ia kembali menunjukkan senyum  sinisnya, "Kau tidak  perlu mengasihaniku. Semua… Semuanya terlalu  terlihat jelas. Wajahmu  saat membicarakan dia… Sebenarnya aku sadar.  Kau hanya akan  mencintainya."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Tidak  tahan akan semua yang diucapkan Sasuke, gadis  berambut merah jambu itu  lantas memeluk Sasuke dari belakang. Berharap  pelukan itu dapat  meyakinkan Sasuke bahwa selama ini hanya pemuda itu  yang dicintainya.  "Sasuke… Kau salah. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu…"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Bertepatan   dengan itulah, pintu ruang ganti yang sedari tadi tertutup─terbuka.  Dan  muncullah seorang gadis berambut pirang yang terkejut melihat   pemandangan yang ia dapati dalam ruangan itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;hr style="font-family: trebuchet ms; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" noshade="noshade" size="1"&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;To be continued&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-5869438378550732069?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/5869438378550732069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/09/memories-of-winter-chapter-4-sebuah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/5869438378550732069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/5869438378550732069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/09/memories-of-winter-chapter-4-sebuah.html' title='Memories of the Winter - Chapter 4'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgFdeMVlyI/AAAAAAAAAM8/2dcO5-eK_JM/s72-c/bastas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-3753161271920886573</id><published>2010-09-06T21:17:00.017+07:00</published><updated>2010-09-15T14:20:16.136+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><title type='text'>Friendship Blogger Award from Wienna</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;Yuhuu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Dapet Award Spesial nih dari&lt;/span&gt; &lt;a style="color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold;" href="http://actavinne.blogspot.com/"&gt;&lt;span style=""&gt;Wienna&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makasih sistaa ! xD&lt;br /&gt;( &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Awardnya Lucu&lt;/span&gt; n_n )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"Friendhip Blogger Award"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TIT658QrEWI/AAAAAAAAAJI/eI1oaMA0K58/s1600/Award001.PNG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 170px; height: 178px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TIT658QrEWI/AAAAAAAAAJI/eI1oaMA0K58/s320/Award001.PNG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513807717143875938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Note :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 153);"&gt;&lt;span style=""&gt;.: Tuliskan harapanmu pada blogger Indonesia... :.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Hanya SATU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: normal;"&gt;"Tetap rajin UPDATE!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;^o^b&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a style="font-family: lucida grande;" href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-3753161271920886573?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/3753161271920886573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/09/friendship-blogger-award-from-wienna.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/3753161271920886573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/3753161271920886573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/09/friendship-blogger-award-from-wienna.html' title='Friendship Blogger Award from Wienna'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TIT658QrEWI/AAAAAAAAAJI/eI1oaMA0K58/s72-c/Award001.PNG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-8928990433219456433</id><published>2010-05-29T11:22:00.003+07:00</published><updated>2010-12-27T10:22:09.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><title type='text'>Memories of the Winter - Chapter 3</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/05/memories-of-winter-chapter-2-painful.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;--cerita sebelumnya--&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: center; font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 153, 0);font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Chapter 3 (One Sweet Moment)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgGOBZ0vcI/AAAAAAAAANE/eE3xberaiGY/s1600/Sakura_e_Sasuke_284.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 263px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgGOBZ0vcI/AAAAAAAAANE/eE3xberaiGY/s320/Sakura_e_Sasuke_284.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555196978326191554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Suara nyaring alarm rupanya tidak membuat Sakura bereaksi sedikit pun. Gadis itu tetap terjaga dalam tidur lelapnya. Hingga wanita paruh baya dengan balutan pakaian kantoran masuk ke dalam kamarnya seraya mematikan alarm yang sedari tadi terus berbunyi. Wanita itu pun segera membangunkan anak gadis semata wayangnya, "Hei Sakura… Kau mau tidur sampai jam berapa?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Mau tidak mau, Sakura terpaksa membuka mata. Ia bangkit perlahan seraya mengucek kedua matanya. "Okaasan? Ka..kau sudah mau berangkat ke kantor, eh?" tanyanya sembari sesekali menguap. Sepertinya kantuk belum sepenuhnya pergi dari dirinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Wanita itu tersenyum lembut dan menganggukkan kepalanya dengan anggun, "Kau jaga rumah ya? Oya, tadi Hinata telepon. Dia berpesan, kalau dia dan Ino akan datang ke sini untuk mengajakmu keluar jalan-jalan." Wanita itu mencubit gemas kedua pipi anak gadisnya, "Manfaatkan satu hari liburanmu dengan baik…" pesan Ibundanya sebelum beranjak pergi untuk berangkat kerja yang merupakan rutinitas sehari-harinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura menatap punggung wanita paruh baya yang mulai menjauh tersebut. Tak bisa dipungkiri bahwa terkadang ia begitu mengagumi sosok wanita itu. Semenjak ayah meninggal karena mengidap suatu penyakit ganas, Ibulah yang selama ini menopang tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Ia bekerja pagi hingga malam tanpa kenal lelah. Bahkan di hari Minggu dan hari libur lainnya, ia tetap menyibukkan dirinya dengan pekerjaan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sejujurnya, ada suatu perasaan kesepian yang tersimpan dalam hati kecil gadis itu. Bagaimana bisa seorang anak hanya bisa bertemu ibunya beberapa jam saja, dalam satu hari? Kalau saja Tuhan tidak mengambil ayah secepat itu, pasti Ibu dan dirinya akan bahagia─tanpa pernah diselimuti rasa kesepian dan kerja keras membanting tulang.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura sedikit tersentak, ketika bunyi bel membuyarkan lamunannya. Ia segera melangkah cepat menuju pintu depan dan membukanya. Sesuai dengan dugaan sebelumnya, tampak Hinata dan Ino telah berada di depan rumahnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Sakura? Sudah baikan? Aku dengar dari Hinata, kemarin kau pingsan?" tanya Ino cemas. Kedua matanya naik-turun memandang Sakura dari ujung kepala hingga ujung kaki─dengan tatapan khawatir.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura terdiam. Ia terlihat sedang mencoba mengingat sesuatu. "Bukankah terakhir kemarin aku masih di sekolah?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Hinata tersenyum. Ia dudukkan tubuh mungilnya di atas sofa hijau milik Sakura. Ia segera menjelaskan semua kejadian yang terjadi selama Sakura tidak sadarkan diri─secara runtut. Saat itu, Naruto membawa Sakura menuju ke rumahnya dalam keadaan pingsan. Naruto berkata bahwa Sakura pingsan di sekolah. Dan ia tidak tau harus mengantar gadis itu pulang ke mana karena ia tidak tau dimana letak rumah Sakura. Sehingga tidak ada pilihan lain selain membawa Sakura menuju ke rumah Hinata. Alhasil, Hinata membantu Naruto mengantar Sakura pulang ke rumahnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Setelah mengerti duduk permasalahannya, Sakura segera meminta maaf pada pemilik mata lavender tersebut. "Maaf telah merepotkanmu."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Ino berdecak, "Ya, ya… Hinata akan merasa lebih direpotkan lagi jika kau tidak segera mandi. Ayolah… Mereka pasti sudah menunggu kita." sela Ino tidak sabaran. Berulang kali ia melirik jam tangan violet yang melekat di pergelangan tangannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Baiklah… Tapi 'mereka' siapa yang kau maksud, Ino?" tanya Sakura menyelidik.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Nantinya kau juga pasti akan tau. Segera mandi atau kami akan meninggalkanmu." ancam Ino yang sukses membuat Sakura segera berlari melesat ke dalam kamarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;-&lt;/p&gt;&lt;hr style="font-family: trebuchet ms; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" noshade="noshade" size="1"&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;'&lt;i&gt;Ichiraku's Ramen'&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura menautkan kedua alis ketika menatap bangunan kecil di hadapannya. Kepalanya menengok perlahan ke arah Ino dan Hinata yang berdiri di sampingnya, "Bukan tempat ini yang kau maksud, ya kan?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Ino dan Hinata hanya tertawa geli. Mereka menerangkan bahwa tempat itu adalah kedai ramen satu-satunya yang terlezat di Konoha. Memang tempat yang disediakan pemilik kedai tidak cukup luas. Namun itu semua tidak menjamin bahwa ramen yang dijual juga tidak enak. "Sekali mencoba, kau pasti akan merasa ketagihan seperti Naruto." ujar Ino layaknya sales yang mempromosikan dagangannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura hanya bisa mengangguk mengerti. Ia pun melangkahkan kakinya menuju ke dalam kedai. Selama beberapa saat, ia cukup terkesima dengan penataan tempat di dalam kedai. Cukup ditata dengan rapi dan sejuk dipandang.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Gadis berambut merah jambu itu berdecak kagum. Ia edarkan kedua mata emeraldnya menyusuri setiap sudut kedai itu. Ia terpaku, ketika melihat lima orang lelaki tampan tengah duduk santai di sudut ruangan. Mereka bersenda gurau dengan tawa yang membahana. Gadis itu terkesiap ketika matanya menangkap sosok Uchiha Sasuke yang duduk berada di antara mereka. Sakura menatap lelaki itu, tak berkedip.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Tawa itu…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Sudah lama aku tidak melihatnya…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Ohayou minasan!" seru Ino lantang─yang berhasil membuat kelima lelaki tampan tersebut menoleh ke arahnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura begitu gugup ketika melihat perubahan raut wajah dari sang Uchiha. Bila mengingat kejadian tempo hari─saat Sasuke mengatakan bahwa ia tidak mengingatnya─entah mengapa ia merasa canggung jika harus berhadapan dengan lelaki tersebut. Tanpa berani menatap pemilik mata onyx tersebut, ia mulai mengikuti kedua temannya dan mengambil tempat disamping Hinata.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Eh? Kalau tidak salah kau orang yang terkena lemparan bola kemarin, kan?" tanya seseorang berambut hitam legam dengan hiasan senyum misterius di bibirnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Ino mencibir lelaki tersebut, "Ya. Ingat janjimu kemarin, Sai. Kau harus melaksanakan semua perintah Sakura!" cercahnya dengan tatapan membunuh─yang berhasil membuat semua yang berada di tempat itu begidik ngeri melihatnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Lelaki yang dipanggil Sai hanya tertawa geli seraya menghujani Ino dengan ledekan pedasnya, "Aku tidak tanya padamu." Kemudian, ia pun kembali menatap Sakura, "Aku minta maaf soal yang kemarin. Damai?" ujarnya lembut. Ia ulurkan tangan kanannya tepat di hadapan gadis berambut merah jambu tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura menyambut uluran tangan Sai, diiringi dengan anggukan kecil di kepalanya. Sai pun melempar senyum penuh kemenangannya pada Ino. Dan gadis berambut pirang tersebut hanya bisa menahan amarah dalam menghadapi musuh bebuyutannya itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Hinata berbisik pada Sakura, jika Naruto akan mentraktir mereka semua di kedai ini. Gadis berambut indigo panjang itu berkata bahwa mereka semua ingin merayakan kemenangan yang diraih kelima pemuda itu dalam pertandingan basket sehari yang lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Kali ini Naruto angkat bicara. Ia mulai memperkenalkan satu persatu temannya sekaligus anggota tim basketnya─ pada Sakura. Mulai dari Shikamaru, yang hobi tidur di sela pelajaran namun selalu mendapat peringkat atas di sekolah. Sai, cowok playboy yang pandai merayu cewek. Sasuke, lelaki yang teramat dingin seantero sekolah. Hingga Neji yang kabarnya mengidap sister complex terhadap Hinata, adik sepupunya─ namun tentu saja pernyataan itu buru-buru disanggah oleh kedua saudara bermata lavender tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Tawa remaja muda itu kembali menggema. Sakura tertawa kecil─mencoba menikmati alunan canda tawa. Kemudian, ia beranikan diri melirik ke arah Sasuke untuk yang kedua kalinya. Dan di detik itu juga ia menyadari bahwa Sasuke sama sekali tidak tertawa. Pemuda itu hanya diam sesekali meneguk minuman dingin di hadapannya. Tampaknya ia tidak menikmati acara ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Apa karena aku…?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Padahal gadis itu jelas-jelas melihat tawa Sasuke sebelum lelaki itu menyadari kehadirannya. Seketika, dadanya terasa sesak. Gadis itu merasa sekuat apapun usahanya, Sasuke tetap akan menganggap dia sebagai 'pengganggu'. Sejauh ia mencoba untuk mengembalikan Sasuke yang dulu, ia yakin justru nantinya itu hanya akan semakin membuat hatinya makin sakit.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Gadis itu menggigit bibir bawahnya. Ia bisa merasakan cairan bening mulai berkumpul di pelupuk matanya. Sekuat mungkin ia menahan air itu tidak sampai menetes di atas pipinya. Menangis di depan Sasuke, ia pikir bukan hal yang baik.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura pun berdiri dari tempatnya duduk. Semua menoleh ke arahnya. Gadis itu memaksakan diri untuk tersenyum, "Tiba-tiba aku merasa sedikit tidak enak badan. Boleh aku pulang sekarang?" pintanya memohon. Ia tatap teman-temannya satu persatu, terkecuali Sasuke.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Naruto menawarkan diri untuk mengantar. Tanpa mempedulikan tatapan tidak suka dari Hinata, lelaki itu langsung seenaknya saja menarik tangan Sakura. Benar saja. Sakura berusaha menolak. Lagipula ia tidak mau di-cap sebagai 'perusuh suasana'. Bagaimana bisa Naruto, yang membuat acara sekaligus bagian mentraktir, justru harus keluar dari acara demi mengantarnya pulang. "Aku bisa pulang sendiri, Naruto." tolaknya halus. Satu yang membuat Sakura heran, Naruto tetap bersikeras untuk mengantarnya. Sebisa mungkin Sakura berusaha terus menolaknya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Gadis itu sama sekali tidak menyadari bahwa sepasang mata onyx sedang memperhatikannya─was was.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke bergeming. Kejadian ketika Sakura pingsan dan Naruto membopong Sakura─yang tidak sengaja dilihatnya kemarin, melintas dalam benak pemilik mata onyx tersebut. Sasuke mengepalkan kedua tangannya. Semacam perasaan aneh berdesir dalam tubuhnya. Entah apa yang dirasakannya saat ini. Ia sendiri juga tidak mengerti. Yang ia mengerti hanya ia tidak suka cara perlakuan Naruto terhadap Sakura.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Tidak perlu, Naruto. Aku─" ucapan Sakura terpotong ketika ia merasakan sebuah tangan yang lebih besar dari tangan Naruto─menggenggam tangannya dan menariknya pergi beranjak dari tempat itu. Sakura terperangah ketika menatap pemilik dari tangan itu. &lt;i&gt;Sasuke…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Biar aku yang mengantarnya." kata Sasuke dingin. Semua yang berada di tempat itu membuka mulutnya─terkesiap. Sungguh suatu hal yang sangat langka. Baru kali ini mereka melihat seorang 'Uchiha Sasuke' yang dikenal berkepribadian dingin, berniat melakukan hal semulia itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura dengan ekspresi shocknya─menurut. Ia sama sekali tidak membantah maupun menolak. Mata emeralnya terus saja menatap punggung Sasuke dari belakang. Sebuah senyum tertera di bibirnya yang merah. Entah mengapa ia merasakan sisi lembut Sasuke yang dulu, belum sepenuhnya hilang dari pemuda yang saat ini menggenggam tangannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;-&lt;/p&gt;&lt;hr style="font-family: trebuchet ms; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" noshade="noshade" size="1"&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"&lt;i&gt;Bagus, Sasuke! Hal bodoh apa lagi yang kau perbuat sekarang, hah?"&lt;/i&gt; pekik Sasuke dalam hati. Lelaki itu terus mengutuk dirinya sendiri. Wajah tenangnya tidak akan bisa membuat gadis di sampingnya sadar bahwa hati kecilnya sedang berontak.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke menginjak gas mobil lebih dalam. Dengan kecepatan tinggi, Jaguar hitamnya melesat menyusuri jalanan yang senyap. Hingga ia memberhentikan laju mobilnya, ketika Sakura memberi kode untuk berhenti─menandakan bahwa mereka telah sampai pada tempat yang diarahkan oleh Sakura.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke tercengang ketika menatap keadaan di luar mobilnya. Di samping kirinya terdapat sebuah danau yang cukup besar, dan di sebelah kanannya hanya terdapat pematang sawah yang ditumbuhi ilalang liar. Sasuke menggumam geram. Sejurus kemudian, ia menoleh ke arah jok di sampingnya, namun tak ia dapati Sakura. Rupanya gadis yang ia cari itu, telah berada di luar sembari menatap kagum ke danau.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke menarik nafas. Dengan malas, ia membuka pintu mobilnya dan turun keluar. Ia menatap Sakura dengan tatapan tak terdefinisi, "Kau mempermainkanku?" tanyanya dingin. Nyaris terdengar sedikit kekesalan dalam nada suaranya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura menoleh ke arah Sasuke dan menggelengkan kepala. Matanya menyipit, "Mengapa kau bisa berpikir seperti itu?" tanyanya dengan wajah tanpa dosa.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke melenguh. "Jadi ini rumahmu?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Gadis berambut merah jambu itu menatap Sasuke heran. Wajahnya sama sekali tidak menyiratkan rasa bersalah. Justru raut bingung yang terpeta dalam wajahnya. "Mana mungkin." jawabnya polos.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke mati-matian mempertahankan &lt;i&gt;image&lt;/i&gt; &lt;i&gt;cool&lt;/i&gt;-nya. Namun rupanya tidak berguna di hadapan gadis berambut merah jambu tersebut. Rasa kesal semakin terlihat dalam air mukanya. "Lantas? Mengapa kau justru mengarahkanku ke tempat ini?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Ohh…" Gadis itu membulatkan bibir mungilnya seraya tertawa geli. Sedetik kemudian, ia melirik Sasuke dari sudut matanya, "Aku hanya ingin menunjukkan danau ini padamu. Indah, bukan?" ujarnya dengan wajah berseri-seri.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke membuang muka. Ia tak menjawab pertanyaan Sakura yang ditujukan padanya barusan. Ia pun bendiri menyandar pada Jaguar-nya. Kedua tangannya dilipat di dada. Matanya menelusuri lingkungan di sekitarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura mengalihkan perhatiannya kembali ke arah danau, "Aku langsung menyukai tempat ini begitu pindah ke Konoha. Di musim semi, pasti danau ini akan terlihat indah." Ia rentangkan kedua tangannya sembari menutup mata dan menghirup udara dalam-dalam. "Mendengar gemericik air. Memberi makan angsa. Menaiki perahu di atas danau. Pasti menyenangkan." Sakura terus berceloteh meski ia sadar bahwa Sasuke tidak akan menghiraukannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba gadis itu membuka mata, "Ah. Dan satu lagi." serunya. Ia berlari ke arah sebuah pohon yang berada di dekat tempatnya berdiri semula. Ia sentuh batang kokoh pohon itu dengan tangan kanannya. "Pohon ini, pohon Sakura." Kemudian, perhatiannya kembali teralih pada Sasuke, "Apa kau bisa membayangkan betapa beruntungnya, ketika kau menikmati hiburan danau ditambah pemandangan bunga Sakura yang berguguran?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke lagi-lagi membuang muka. Meski ia tampak tidak peduli, namun sebenarnya ia mendengarkan dengan seksama semua ucapan gadis itu. Suara Sakura kata demi kata terus berdengung dalam telinganya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Seketika mata emerald Sakura membuka nanar. Senyumnya mereda. "Tidak seperti musim dingin. Yang selalu menutup semua keindahan." Suaranya menggumam pelan, "Dan membawa kesialan bagiku…"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke tertegun. Ia lirik Sakura dari ekor matanya. Memori masa lalu mulai berkelebat dalam benaknya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;-flashback-&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;'&lt;i&gt;Aku benci musim dingin!'&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Cih!&lt;/i&gt; Sasuke mencibir dingin. Seketika ia alihkan perhatiannya dari gadis kecil yang terpaut satu tahun lebih muda darinya tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Itachi tercenung. Kedua bola matanya terpaku pada sebuah coretan yang ditulis gadis berambut merah jambu di hadapannya. "Sakura? Mengapa kau membenci musim dingin? Padahal tadinya, kami mau mengajakmu bermain perang lempar salju." tanyanya dengan mimik muka kecewa bercampur heran.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Gadis berambut merah jambu itu, mengerucutkan bibirnya. Wajahnya bertekuk. Tampaknya ia memang benar-benar membenci musim dingin. "Musim dingin selalu membawa sial!"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Itachi menautkan kedua alisnya. Ia melirik Sakura menyelidik, "Sial bagaimana?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Gadis itu menunduk. Air mulai berkumpul di pelupuk matanya. Tatapannya sendu─seakan menyimpan rasa sedih yang teramat sangat, "Otousan meninggal di musim dingin…"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;-flashback end-&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Ingatan itu masih teramat jelas tersimpan dalam memori otaknya. Seketika, tatapan pemilik mata onyx tersebut─ melembut. Wajah sedingin es-nya sedikit mencair berkat ingatan itu. Hati kecilnya merasa sedikit iba.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Hei Sasuke. Apa kau tau? Seseorang pernah memberitahuku sebuah mitos kecil tentang pohon Sakura ini." seru Sakura lantang─ berharap Sasuke dapat mendengarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke mengerutkan keningnya. Ia melirik bingung ke arah Sakura yang mulai ceria kembali. Terkadang ia merasa heran terhadap gadis berambut merah jambu tersebut. Sama seperti dulu. &lt;i&gt;Sifatnya selalu bisa berubah dalam sekejap.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura mengembangkan senyumnya. Ia terlihat sangat bersemangat menceritakan sebuah mitos yang ia dengar dari seseorang─ tempo hari. "Mitos itu mengatakan jika kau menyentuh batang pohon seperti ini." Sakura menyentuh batang pohon di sampingnya─dengan telapak tangannya. "Lalu memejamkan mata, dan membayangkan seseorang yang sangat ingin kau temui. Maka ketika kau membuka mata, orang itu akan berada di hadapanmu." Kemudian, gadis itu menolehkan kepalanya pada Sasuke, "Kau percaya, Sasuke?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke hanya bisa menghela nafas berat. Mana mungkin ia percaya pada hal-hal semacam itu. Dengan sikap dinginnya, ia mengambil sebuah kunci dari sakunya. "Ayo pulang." Pemuda itu membuka pintu mobilnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura berusaha mencegah, karena ia masih ingin berada di tempat itu. Namun karena Sasuke tampak tidak menggubrisnya, ia pun mencoba berlari untuk menahan langkah lelaki yang mulai masuk ke dalam mobil itu. Karena tumpukan salju yang sedikit menghalangi hentak kakinya, keseimbangannya pun pecah. Dan alhasil ia terjatuh pada tumpukan salju di atas tanah. Sakura merintih kesakitan seraya memegangi lututnya yang mulai mengalirkan cairan merah pekat.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke menarik nafas. Ia putar bola matanya─ malas. Ia pun menghampiri Sakura dan membantunya berdiri. "Merepotkan." desisnya lirih.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura merasakan pipinya bersemu ketika Sasuke menarik lengan kanannya dan menempatkannya setengah melingkar di bahu lelaki tersebut. Wajahnya semakin memanas ketika Sasuke memeluk pinggangnya dan memapahnya menuju mobil.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;'&lt;i&gt;Kami-sama… Tolong hentikan waktu… Aku ingin tetap berada di sisi Sasuke seperti ini…'&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;-&lt;/p&gt;&lt;hr style="font-family: trebuchet ms; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" noshade="noshade" size="1"&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Lelaki berambut raven itu memapah Sakura hingga ke dalam rumah, dan mendudukkannya di sofa hijau milik gadis itu. Sejurus kemudian, ia berbalik─ beranjak pergi dari tempat itu. Namun entah gerangan apa yang menahannya untuk mengurungkan niat tersebut. Ia kembali melangkah mundur dan menatap mata emerald Sakura sekilas, "Dimana kotak P3K?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura tersenyum lembut. Tadinya ia mengira Sasuke akan langsung pulang tanpa mempedulikan luka di lututnya. Namun rupanya Dewi Fortuna sedikit berpihak padanya kali ini. Sakura pun menunjuk sebuah kotak putih di sudut ruang tamunya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke mengambil sebuah obat merah dan mengoleskannya di lutut Sakura. Seusai mengobati, ia berkata dingin─ tanpa menatap Sakura, "Istirahatlah. Aku pulang." Sasuke mulai melangkahkan kakinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Sasuke." panggil Sakura tiba-tiba─ lelaki yang dipanggil memberhentikan langkahnya tanpa berbalik. "Arigatou…" ucap gadis itu tulus.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke sempat terdiam sejenak. Namun kemudian, sebuah kata "Hn." meluncur dari bibirnya. Ia kembali melangkah keluar.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Semburat merah tertera di kedua pipi Sakura. Ia memegangi kedua pipinya─ berharap rasa panas di kedua pipinya tersebut sedikit berkurang. Hari ini ia sungguh merasa menjadi gadis paling beruntung sedunia. Sebuah momen termanis yang pernah ia lalui bersama Sasuke hari ini─ tidak akan pernah ia lupakan selama hidupnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;-&lt;/p&gt;&lt;hr style="font-family: trebuchet ms; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" noshade="noshade" size="1"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;b&gt;To be continued&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background-color: transparent; background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-8928990433219456433?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/8928990433219456433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/05/memories-of-winter-chapter-3-sweetest.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/8928990433219456433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/8928990433219456433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/05/memories-of-winter-chapter-3-sweetest.html' title='Memories of the Winter - Chapter 3'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgGOBZ0vcI/AAAAAAAAANE/eE3xberaiGY/s72-c/Sakura_e_Sasuke_284.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-1181425097548927333</id><published>2010-05-29T11:20:00.004+07:00</published><updated>2010-12-27T10:25:58.861+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><title type='text'>Memories of the Winter - Chapter 2</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify; font-style: italic;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/05/memories-of-winter-chapter-1-past-dream.html"&gt;--cerita sebelumnya--&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: center; font-weight: bold; font-style: italic;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="trebuchet ms" style="text-align: center; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Chapter 2 (A Painful Answer)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgHLRhxpFI/AAAAAAAAANM/7WxRAOBn2XE/s1600/gakuenmimi.gif"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 162px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgHLRhxpFI/AAAAAAAAANM/7WxRAOBn2XE/s320/gakuenmimi.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555198030626530386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Sa-Sakura, kau yakin ingin pulang sendiri?" tanya Hinata untuk yang kesekian kalinya dalam beberapa menit terakhir ini. Tersirat kecemasan yang begitu besar dalam kedua mata lavendernya. Bagaimana tidak? Hinata telah mendapatkan amanat dari kedua orang tuanya untuk menjaga Sakura selama gadis itu satu sekolah dengannya. Dan ia tidak bisa membayangkan jika terjadi sesuatu pada Sakura. Orang tuanya pasti akan benar-benar marah.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura mengangguk cepat. "Aku bisa pulang sendiri, Hinata. Ayolah… Aku bukan anak kecil lagi. Aku ingin menjelajah sekolah ini terlebih dahulu."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Ba-Bagaimana kalau aku temani?" ucap Hinata menawarkan diri. Namun, gadis di hadapannya tetap bersikeras. Ia terus meyakinkan Hinata bahwa ia akan baik-baik saja. Hinata pun akhirnya menyerah dan pulang tanpa bersama Sakura.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura menatap punggung Hinata yang mulai menjauh. Sejurus kemudian, ia segera berbalik melangkah menuju suatu tempat. &lt;i&gt;'Lapangan basket'&lt;/i&gt;. Naluri terus mendesaknya untuk terus melangkah menuju tempat itu. Jujur, ia sendiri juga tak mengerti mengapa tekadnya begitu kuat untuk menemui lelaki bermata onyx yang telah memperingatkannya tadi. &lt;i&gt;Uchiha Sasuke…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Langkahnya terhenti ketika Sasuke baru saja berbelok─keluar dari lapangan basket. Sakura terus memperhatikan lelaki yang semakin berjalan mendekat tersebut. Lelaki itu tampaknya tak menyadari kehadiran Sakura. Pandangannya terus tertuju ke arah jendela yang ia lewati. Kedua bola mata hitamnya menerawang salju yang turun di luar sana. Hingga saat jarak di antara mereka hanya terpaut beberapa langkah, Sasuke akhirnya menyadari kehadiran Sakura. Ia pun menghentikan langkahnya dan diam terpaku, seraya terus memandangi sosok gadis di hadapannya. Raut terkejut, canggung, heran, terpeta jelas dalam wajahnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura mengatur nafasnya yang sedikit tersengal. Tak bisa dipungkiri bahwa ia benar-benar gugup kali ini. Walaupun berat, ia mencoba menarik bibirnya untuk tersenyum pada Sasuke. Kemudian ia bungkukkan sedikit badannya, "Konichiwa Sasuke-san." Ia kembali menegakkan badannya untuk melihat perubahan ekspresi Sasuke. Perasannya begitu tak menentu, ketika ia mulai melihat sorot mata penuh kebencian dalam mata onyx milik pemuda di hadapannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Lama mereka terdiam. Hingga kemudian kata singkat 'Hn' meluncur dari mulut sang Uchiha. Lelaki itu kembali berjalan─melewati Sakura. Ia terus melangkahkan kakinya meski Sakura terus memanggilnya dari belakang.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"A-Apa kau masih mengingatku?" satu pertanyaan yang terlontar dari bibir Sakura, sukses membuat Sasuke menghentikan langkahnya. Sakura menggigit bibir bawahnya ketika keheningan mulai muncul di antara mereka. Gadis itu terus menunggu jawaban dari mulut sang Uchiha. Hati kecilnya tak pernah berhenti berharap supaya kenangan menyakitkan di masa lalu akan segera berakhir. Dan Sasuke akan menganggapnya 'ada' kembali.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Setelah beberapa saat hening, akhirnya Sasuke mulai mengeluarkan suara. Dengan tajam, ia berkata, "Aku rasa tidak…" Ia pun kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Sakura yang masih berdiri terpaku.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura menatap kepergian Sasuke─nanar. Sungguh bukan tiga patah kata tersebut yang ia minta. Bukan pula sikap dingin tersebut yang ia dambakan. Yang ia harapkan hanya satu…&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Kembali seperti dulu.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Ya. Sebelum Itachi meninggal. Sebelum Sasuke berubah. Sebelum Sasuke membencinya. Gadis itu sangat ingin kembali ke masa lalu yang indah. Masa-masa bersama Sasuke dalam riang canda yang tak berujung. Bersama lelaki yang dicintainya, tanpa pernah merasakan sakitnya hati seperti ini…&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Bulir-bulir air mata terus mengalir dari kedua mata emeraldnya. Bercampur dengan seonggok rasa sakit yang begitu mendalam. Hatinya bagai tersayat menatap kenyataan yang sangat menyakitkan. Perasaannya tak menentu. Otaknya terus memberontak mengapa takdir begitu kejam padanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Tak ada yang bisa ia lakukan.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;selain menangis, menangis, dan terus menangis…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr style="font-family: trebuchet ms; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" noshade="noshade" size="1"&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke terus membiarkan kakinya melangkah tanpa arah. Pikirannya terus tertuju pada Sakura. Sesungguhnya ia benar-benar menyesal telah bertindak seperti itu di hadapan gadis berambut merah jambu tersebut. "Sial! Mengapa aku berkata seperti itu!" geram Sasuke menyesal. Ia mengutuk dirinya sendiri. Mengutuk mulutnya yang selalu berkata tajam pada gadis itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;-flashback-&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Kau akan keluar dalam cuaca seburuk ini? Kau gila." ujar Sasuke mencemooh. Ia tak habis pikir mengapa kakaknya bisa berpikiran sependek itu. Selalu ingin pergi di saat yang tidak tepat. Diluar salju turun dengan lebatnya. Angin pun tampak bertiup kencang. Tak jarang mereka mendengar jendela rumah mereka, terketuk oleh ranting-ranting pohon yang tertiup angin. Bagaimana mungkin seseorang bisa berpikiran untuk keluar rumah di tengah badai kecil seperti ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Itachi menundukkan kepalanya dalam. Kedua alisnya bertaut satu sama lain. Tampaknya ia masih mempertimbangkan konsekuensi yang akan didapatnya, jika ia memutuskan niat awalnya untuk keluar. "Tapi aku sudah berjanji untuk menemuinya malam ini." ucapnya lirih.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke menarik senyum sinisnya, serta merta memandang sang kakak dengan tatapan meremehkan, "Lantas? Kau hendak mengorbankan nyawamu demi janji─yang mungkin bisa kau tebus kapan saja─itu?"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Aku hanya bisa menebusnya malam ini." tegas Itachi. Matanya menatap tajam ke dalam mata onyx Sasuke.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke melenguh. Ia semakin tak mengerti mengapa kakaknya begitu keras kepala hanya karena hal ini. Ia pun menarik nafas berat, "Baiklah. Aku rasa kau benar-benar sudah gila kali ini." Kakinya melangkah menuju dapur dan mengambil sebuah minuman kaleng dari lemari es. Ia kembali melangkah ke arah ruang tamu─tempat Itachi yang tampaknya masih berdebat dengan pikirannya untuk 'pergi' atau 'tidak pergi'. Sasuke hanya menatap kakaknya heran, sembari meneguk minuman kaleng yang dipegangnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Itachi mengacak rambutnya kesal seraya bergumam tak jelas. Terlihat layaknya orang frustasi di mata Sasuke. Perlahan, tangan putih Itachi merogoh sesuatu dari kantong jaket yang ia kenakan. Sasuke melihat sang kakak mengeluarkan sebuah kalung panjang yang mempunyai bentuk bintang pada liontinnya, dengan hiasan manik-manik kecil berwarna putih di dalamnya. Hal itu membuat Sasuke lagi-lagi mengerutkan keningnya─heran. &lt;i&gt;'untuk apa dia menyimpan barang seperti itu?'&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Itachi memutar asal kalung di tangannya. Mengamati kalung itu. Mencari makna yang terkandung dalam kalung sederhana tersebut. Hingga tiba-tiba mulutnya berujar pelan, "Aku harus memberikan benda ini padanya."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke menatap kalung itu sekilas. Ingin ia mengeluarkan kata-kata tajamnya untuk Itachi. Namun ketika melihat wajah Itachi yang terlihat serius, ia urungkan niatnya untuk sementara.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Itachi kembali membuka mulutnya, "Aku ingin ia bisa menjadi seperti bintang. Bintang terbesar dan bersinar paling terang." Itachi menghentikan ucapannya untuk sementara. Ia mengocok manik-manik kecil yang berada dalam lapisan bintang tersebut. "Meski ia tau suatu saat salju akan menutupinya. Aku ingin ia tetap berusaha melakukan yang terbaik. Tak akan putus asa untuk memancarkan sinarnya yang paling terang untuk dunia."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Jujur, Sasuke nyaris tertawa mendengar ucapan Itachi barusan. Sungguh hal yang tak biasa. Seorang 'Uchiha Itachi' mengeluarkan kata-kata melankolis seperti itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Itachi kembali melanjutkan dengan ucapan yang sangat lirih, "Aku tak ingin ia menjadi Sakura yang rapuh di musim dingin…"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;DEG!&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke tersentak ketika Itachi menyebut salah satu nama yang sungguh tidak asing lagi baginya. Seketika ia terdiam. Mencoba lebih jeli mencerna apa yang terkandung di balik seluruh ucapan konyol Itachi.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Aku ingin ia menjadi Sakura yang kuat. Ya. Aku tidak ingin dia membenci musim dingin lagi." Itachi menarik senyum lembutnya. Membayangkan sosok gadis yang ia maksudkan, menjadi kuat dan tegar menghadapi apapun yang terjadi. "Aku ingin memberikan kalung ini padanya. Anggap saja sebagai jimat, agar dia selalu kuat." lanjutnya seraya tetap mempertahankan senyum lembut yang tertera di bibirnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke hanya bisa diam mematung. Ia tak bereaksi apapun ketika Itachi membicarakan hal yang cukup membuat hatinya berontak. Ia sungguh tak mengerti mengapa kakaknya mengucapkan kalimat itu. Bahkan senyum lembut kakaknya─aah dia tak sanggup lagi melihatnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, untuk menemuinya malam ini." Ia kembali memasukkan kalung itu ke dalam saku jaketnya. Kemudian, matanya menatap Sasuke. Dengan nada pelan namun terkesan tegas, ia berkata, "Aku ingin menyatakan perasaan yang selama ini kupendam padanya."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke tercengang. Petir dan gemuruh seakan berkumpul dalam hatinya. Mengoyak dan menghancurkan semua yang ada. Dan hanya akan menyisakan sebuah rasa &lt;i&gt;sakit.&lt;/i&gt; Rasa sakit saat mengetahui bahwa kakaknya ternyata memendam suatu perasaan khusus pada pujaan hatinya. &lt;i&gt;Sungguh menyakitkan… &lt;/i&gt;Bahkan yang begitu menyakitkannya lagi, ia hanya bisa terdiam. Membiarkan cintanya kandas begitu saja. Membiarkan dirinya menderita demi kebahagiaan sang kakak.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Sasuke…" panggil Itachi pelan. Sasuke tak merespon. Berat rasanya untuk menatap wajah kakaknya. Itachi kembali berujar pelan, "Kau mengenal baik Sakura, kan? Berjanjilah kau akan terus menjaganya."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Eh?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Kali ini Sasuke memberanikan diri menatap kakaknya. Ia merasa ada sesuatu yang ganjil dalam kalimat terakhir kakaknya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Itachi tersenyum lembut, dan menepuk bahu Sasuke. "Aku pergi." Ia melepas satu tangannya dari bahu Sasuke, dan mulai melangkah keluar. Satu yang tak disadari Sasuke saat itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Sebulir &lt;/i&gt;&lt;i&gt;air mata mengalir dari bola mata hitam Itachi.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;-flashback end-&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Perlahan, Sasuke mengeluarkan sebuah kalung dari saku celananya. Kalung yang selama ini ia simpan. Kalung yang ingin sekali ia buang, namun entah mengapa cukup sulit untuk melakukannya. Ya. Kalun berliontin bintang yang hendak diberikan Itachi pada Sakura.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke tersenyum pedih mengingat memori masa lalu dalam kehidupannya. Itulah saat-saat dimana ia berbincang untuk yang terakhir kalinya dengan Itachi. Sesudah kejadian itu, ia mendengar kabar bahwa kakaknya mengalami kecelakaan saat tengah menuju ke rumah Sakura. Mobil naas yang dikendarai Itachi menabrak sebuah pohon besar yang berada di pinggir jalan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Selama ini ia terus menyalahkan Sakura atas kejadian itu. Namun, jauh dalam lubuk hatinya, sebenarnya ia merasa bahwa ia lah yang patut disalahkan. Kalau saja ia menahan Itachi untuk tidak pergi saat itu, pasti ia tak akan kehilangan kakaknya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke menyandarkan punggungnya pada dinding. Ia tengadahkan kepalanya dan ia pejamkan kedua matanya. Ia genggam kalung itu, kuat-kuat. Pikirannya melayang bersama angin. Sebenarnya bukan alasan bahwa─&lt;i&gt;Sakura penyebab Itachi meninggal&lt;/i&gt;─yang membuatnya mencoba menjauhi gadis itu. Melainkan karena &lt;i&gt;kakaknya mencintai gadis itu&lt;/i&gt;. Ia relakan gadis yang dia cintai demi mediang sang kakak. &lt;i&gt;Mengalah.&lt;/i&gt; Satu kata yang dapat mempertegas apa yang selama ini ia lakukan. Karena itulah ia mencoba menjauh. Supaya lambat laun benih cinta dalam hatinya akan segera mati. Namun…&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Mengapa dia harus muncul lagi?"&lt;/p&gt;&lt;hr style="font-family: trebuchet ms; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" noshade="noshade" size="1"&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura merapatkan mantel coklat yang dikenakannya. Perlahan ia menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya─berharap rasa dingin yang menusuk ini sedikit hilang. Kemudian, ia bergumam kesal mengapa salju tak kunjung reda. Dalam hati ia merutuk nasibnya. Kalau saja ia tak lupa membawa payung, pasti saat ini ia sudah sampai di rumah. Bukannya menunggu di depan sekolah seperti ini. &lt;i&gt;Sungguh membosankan…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Sasuke…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Ia tidak mengingatku?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura menggigit bibir bawahnya. Pedih rasanya bila mengingat kejadian barusan. Sebisa mungkin, ia alihkan perhatiannya ketika pikiran tersebut kembali menyergap. Ia mulai menatap kosong butir-butir salju putih yang turun dari langit. Sesekali ia mengucek matanya, ketika pandangannya sedikit kabur. "Hah. Mungkin aku terlalu lelah." ujarnya lirih. Tak ada pilihan lain. Ia ingin segera sampai dirumah untuk beristirahat. Ia pun merapatkan mantelnya dan berlari menerjang hujan salju.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Namun, hal yang tak ia inginkan sebelumnya terjadi. Langkahnya terhenti tiba-tiba. Ia merasakan sekujur tubuhnya benar-benar lemah kali ini. Nafasnya memburu tak karuan. Dingin yang teramat sangat membuatnya harus menarik nafas lebih dalam untuk menghirup pasokan oksigen yang masih tersisa di udara. Hingga beberapa detik kemudian, pertahanannya untuk tetap berdiri pecah. Kalau saja tak ada sepasang lengan yang menahannya, mungkin ia sudah terjatuh di atas tanah.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Sakura? Hei, Sakura?" seru lelaki berambut pirang yang menopang tubuh Sakura di lengannya. Ia terus memanggil nama gadis itu dan mengguncang pelan bahu gadis tersebut. Tapi nihil. Gadis itu tetap diam dengan mata menutup. Tak ada pilihan lain. Lelaki itu segera melingkarkan tangan Sakura di lehernya. Sejurus kemudian, ia segera berlari menerobos salju bersama Sakura yang masih berada dalam gendongannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Dan satu hal yang tak disadari oleh mereka berdua. Bahwa sepasang mata onyx telah memperhatikan mereka berdua sedari tadi…&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;-&lt;/p&gt;&lt;hr style="font-family: trebuchet ms; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" noshade="noshade" size="1"&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;To be continued&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background-color: transparent; background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; width: 78px; height: 44px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-1181425097548927333?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/1181425097548927333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/05/memories-of-winter-chapter-2-painful.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/1181425097548927333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/1181425097548927333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/05/memories-of-winter-chapter-2-painful.html' title='Memories of the Winter - Chapter 2'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgHLRhxpFI/AAAAAAAAANM/7WxRAOBn2XE/s72-c/gakuenmimi.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-3100571818216825018</id><published>2010-05-29T10:37:00.005+07:00</published><updated>2010-12-27T10:32:36.924+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><title type='text'>Memories of the Winter - Chapter 1</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 204, 0); font-weight: bold; font-style: italic;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/01/memories-of-winter-prolog.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;--cerita sebelumnya--&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 204, 0); font-weight: bold; font-style: italic;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: center; color: rgb(51, 204, 0); font-weight: bold; font-style: italic;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Chapter 1 (Past Dream)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgH59BooVI/AAAAAAAAANc/Rf8GAezLqes/s1600/sasusaku-1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgH59BooVI/AAAAAAAAANc/Rf8GAezLqes/s320/sasusaku-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555198832576864594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p face="trebuchet ms" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Sakura mematut dirinya di depan cermin. Sebuah blazer hitam berlogo &lt;i&gt;'Konoha Gakuen'&lt;/i&gt; dengan rok di atas lutut─telah melekat rapi di tubuhnya yang mungil. Perlahan, kedua tangannya membenarkan dasi pitanya yang terlihat sedikit miring. Lalu, jemarinya bergerak menuju kotak riasnya─mengambil sebuah bandana yang berwarna senada dengan seragam sekolahnya─ kemudian meletakkannya di atas rambut merah jambunya yang tergerai indah hingga ke pinggang.&lt;/p&gt;&lt;p face="trebuchet ms" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Seketika ia tersenyum. &lt;i&gt;Tersenyum.&lt;/i&gt; Satu hal yang terpaksa ia hadirkan meski pahitnya kenyataan di musim dingin selalu terngiang dalam benaknya.&lt;/p&gt;&lt;p face="trebuchet ms" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;"Sakura!"&lt;/p&gt;&lt;p face="trebuchet ms" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Sakura segera mengambil mantel dan tasnya lalu beranjak keluar─setelah ia mendengar seseorang memanggil namanya. Sebuah panggilan lembut yang nyaris tak terdengar. Seorang gadis berambut indigo dengan mata lavender tampak menunggu di depan pagar rumahnya.&lt;/p&gt;&lt;p face="trebuchet ms" style="text-align: justify;"&gt;"Maaf membuatmu menunggu, Hinata." Sakura sedikit membungkukkan badannya pada gadis di hadapannya tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p face="trebuchet ms" style="text-align: justify;"&gt;Hinata tersenyum geli. "T-Tak perlu sesopan itu, Sakura. Sekarang kita teman." Hinata sedikit maklum terhadap sikap Sakura. Ia telah mendengar dari kedua orang tuanya bahwa anak dari tetangga barunya ini, merupakan tipe anak yang terlihat pemalu dan pemurung serta tak banyak bicara. Ya, memang sama seperti dirinya. Namun sifat pemalu dalam dirinya adalah bawaan alamiah sejak lahir. Berbeda dengan Sakura. Entah mengapa, Hinata merasa sifat Sakura tersebut dilatar belakangi oleh sesuatu hal.&lt;/p&gt;&lt;p face="trebuchet ms" style="text-align: justify;"&gt;"Ha-Hari ini hari pertamamu, eh? Tidakkah kau merasa gugup?" tanya Hinata seusai melihat Sakura telah menutup pintu pagarnya.&lt;/p&gt;&lt;p face="trebuchet ms" style="text-align: justify;"&gt;Sakura menanggapinya dengan senyum dan mengedikkan bahu. Entah apa yang dirasakannya di hari pertama masuk sekolah ini. Sakura sendiri juga tak tau bagaimana suasana hatinya saat ini. Kepindahannya dari Tokyo ke sebuah desa kecil &lt;i&gt;'Konohagakure'&lt;/i&gt;, tampaknya tak menimbulkan perubahan apapun. Sejujurnya alasan mengapa ia pindah dari kota besar itu, supaya ia mudah melupakan kejadian buruk yang sebelumnya cukup membuatnya terpukul.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Hinata mencoba memulai pembicaraan kembali─setelah beberapa lama berlangsung hening. "Ka..Kau akan menemui teman-teman baru, sebentar lagi." Sakura hanya tersenyum serta mengangguk pelan. Setelah itu suasana kembali sunyi. Hanya suara hentakan langkah kaki mereka yang terdengar. Hinata pun akhirnya terdiam. Ia tak biasa memulai topik pembicaraan. Dan sepertinya Sakura lebih nyaman bertahan dalam keheningannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Langkah mereka berhenti di depan sebuah gedung putih dengan halaman yang sangat luas. Terdapat sebuah papan yang cukup besar─bertuliskan &lt;i&gt;'Konoha Gakuen'&lt;/i&gt;, di depannya. Sakura menatap hambar sekolah barunya tersebut. Seketika seulas senyum tipis terpeta dalam raut wajahnya. Ia pun bergumam kecil, sebelum menapakkan kaki masuk dalam sekolah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Kehidupanku yang baru,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;akan dimulai di tempat ini…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sakura terus mengikuti langkah Hinata dari belakang. Ditelusurinya koridor-koridor sekolah dengan setengah berlari. Ia merasa penasaran pada tempat yang akan ditunjukkan Hinata. Gadis itu hanya menurut saat Hinata berkata, "Ikut saja. Kau pasti senang."&lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Rasa penasaran Sakura terjawab, ketika Hinata memasuki sebuah ruangan tertutup yang cukup luas. Sakura pun mengikutinya, dan mendapati sebuah lapangan basket di dalamnya. Tampak banyak murid berada di bangku penonton.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Hinata menarik tangan Sakura─membuat gadis itu tersadar dari lamunannya. Gadis bermata lavender itu masuk menyelinap di antara kerumunan. Ia pun berhenti di salah satu bangku yang terletak di samping seorang gadis berambut pirang panjang. "A-Apa aku terlambat, Ino?" tanya Hinata sembari mengatur nafasnya yang terengah-engah.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Tidak. Pertandingan akan dimulai beberapa menit lagi." ujar gadis berambut pirang tersebut. Kemudian, pandangannya mengarah pada Sakura, "Hei, kau murid baru itu, kan?" Sakura mengangguk. Ino pun mengulurkan tangannya, seraya memperkenalkan diri. "Yamanaka Ino. Senang berkenalan denganmu."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura membalas jabatan tangan Ino sembari tersenyum lembut, "Haruno Sakura."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Tepuk tangan serta sorakan dari penonton membahana ketika pembawa acara mengumumkan bahwa pertandingan akan dimulai. Hinata membisikkan sesuatu pada Sakura. Ia mengatakan bahwa pertandingan ini adalah pertandingan rutin yang diadakan di &lt;i&gt;Konoha Gakuen&lt;/i&gt;, setiap tahun. Tim diambil dari tiap angkatan. Dan tim dari angkatan mereka telah gugur di pertandingan seminggu yang lalu. Sehingga, menyisakan dua tim yang akan bertanding di final siang ini. "Kelas 1 melawan kelas 3. Ayo kita dukung kelas 3, Sakura." seru Hinata agak berteriak─mencoba menyaingi beratus suara yang ada di ruangan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura menggigit bibir bawahnya. Ingatan masa lalunya kembali melintas. &lt;i&gt;Basket. &lt;/i&gt;Ia pun menggeleng-gelengkan kepalanya─membuang ingatan tersebut untuk sementara. Ia berusaha memfokuskan diri untuk menikmati pertandingan ini. Hingga ia mendengar satu nama yang diteriakkan oleh Ino. Ia terhenyak─berharap bahwa dirinya salah dengar. Namun, Ino terus meneriakkan nama itu berulang-ulang. Dan Sakura teramat yakin bahwa telinganya tidak salah dengar.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Perlahan, ia mengikuti arah pandangan Ino. Tampak dua tim yang masing-masing terdiri 5 orang sedang berdiri berhadapan di tengah lapangan. Ia menyipitkan matanya─mencoba melihat lebih jelas. Dan tak dapat disangkal dan dinyana, mata emeraldnya menangkap seorang berpakaian biru dengan rambut hitam kebiruan. Sosok yang benar-benar tak bisa dipercayainya─kembali hadir di depan matanya. Mengembalikan serpihan ingatan masa lalu yang mengerikan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Uchiha Sasuke.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Langit mulai menghitam. Butiran-butiran salju turun menapaki bumi. Suhu udara turun drastis dalam seketika. Banyak orang yang menghentikan aktivitasnya─enggan keluar di bawah salju dan mulai duduk di depan perapian. Namun tidak bagi murid-murid &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Konoha Gakuen&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;. Seakan diselimuti sinar mentari yang begitu hangat, mereka tak mempedulikan dinginnya salju di luar sana. Mereka tetap berkutat pada kesibukannya memberi semangat─dengan meneriakkan nama jagoan basket mereka masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Mata emerald Sakura tak pernah lepas dari sesosok lelaki tampan yang sedang men-dribble bola menuju ring. Teriakan dari penjuru ruangan membahana, ketika Sasuke berhasil melakukan gerakan slam dunk─yang mampu menambah skor lebih unggul dari tim lawan. Dan tepat pada saat itu, tiupan peluit dari wasit dibunyikan─tanda waktu pertandingan telah usai.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura mengedarkan pandangannya ke seisi ruangan. Tampak puluhan orang yang seakan begitu gembira atas kemenangan itu. Tidak sedikit dari mereka yang saling berpelukan, bahkan terus-terusan meneriakkan nama 'Sasuke'. Gadis berambut merah jambu itu tersenyum dan bergumam pelan, &lt;i&gt;Selalu menjadi pusat perhatian. Sama sekali tak berubah…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Lamunan Sakura terbuyar ketika Hinata menarik lengannya, kemudian berlari menuju tepi lapangan─tempat pemain-pemain basket duduk beristirahat. Dan kedua gadis tersebut menghentikan langkahnya di depan seorang lelaki berambut pirang.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Hinata sedikit menundukkan kepalanya, lalu menyerahkan sebotol air mineral pada lelaki itu. "I-Ini minuman untukmu, Naruto-kun. Kau telah bermain dengan hebat." puji Hinata. Wajahnya mulai memerah. Menyadari perubahan tersebut, Sakura pun tersenyum geli. Ia baru menyadari jika Hinata tipe seorang gadis yang pemalu.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Lelaki berambut pirang tersebut tersenyum lebar seraya menerima botol pemberian Hinata. "Terima kasih, Hinata-chan. Tapi aku rasa, si Teme jauh lebih hebat dibandingkan denganku. Buktinya para gadis banyak yang meneriaki namanya." keluhnya seraya melirik malas pada sesosok laki-laki yang duduk tak jauh dari tempatnya. Sakura mengikuti arah lirikan Naruto. Terlihat seorang lelaki berambut hitam kebiruan sedang menyeka keringat di keningnya menggunakan handuk kecil yang melilit sebagian lehernya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Sasuke…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"…Kau murid baru dari Tokyo itu, eh?" Sakura sedikit terlonjak ketika Naruto tiba-tiba mengajaknya berbicara. Ia pun segera mengalihkan perhatiannya dari Sasuke─dan menganggukkan kepala pada lelaki berambut pirang di depannya. "Uzumaki Naruto." ucap lelaki berambut pirang itu memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangan kanannya. Sakura terseyum manis, kemudian menyambut jabat tangan Naruto sembari memperkenalkan dirinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Kemudian, pandangannya kembali terfokus pada sosok Sasuke yang dilihatnya tadi. Matanya menangkap Ino yang memberikan sebotol air mineral pada lelaki tersebut. Sasuke hanya meliriknya sekilas, lalu menerima botol air pemberian Ino. Gadis berambut pirang panjang itu pun memperlihatkan deretan gigi putihnya─ketika Sasuke meneguk air pemberiannya. Sakura tersenyum hambar. &lt;i&gt;Dingin. Sikapnya juga sama sekali tak berubah.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura terus mengamati gerak-gerik Sasuke, hingga tiba-tiba mata onyx milik Sasuke bertemu pandang dengan mata emeraldnya. Tampak raut keterkejutan dalam wajah Sasuke saat melihat sosok Sakura. Sakura hanya bisa berdiri mematung. Akal sehatnya tak bisa merespon tindakan apa yang harus ia lakukan saat kepalang basah sedang memperhatikannya diam-diam.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Dan tanpa bisa dihindari oleh Sakura, lelaki bermata hitam kelam tersebut tiba-tiba membuka mulutnya dan berlari menuju Sakura. Sakura hampir tak mempercayai pendengarannya, ketika lelaki tersebut berteriak, "AWAS!". Otaknya begitu sulit mencerna satu kata yang keluar dari mulut tersebut. Hingga kemudian, semua pandangannya berubah menjadi gelap…&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Langit yang tadinya cerah, berubah menjadi kelam. Air mulai turun─menyatukan semua beban. Hujan deras mulai mengguyur kota. Serasa bumi turut menangisi kepergian sesosok pria lembut yang telah tidur dalam keabadian. Sebuah kecelakaan tragis telah merengut nyawanya. Sungguh mengenaskan.&lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura menggigit bibir bawahnya ketika bayangan kematian Itachi terlintas dalam benaknya. Air mata yang sedari tadi dibendungnya akhirnya menetes bersama hujan yang telah lebih dulu membasahi pipinya. Matanya terpaku pada sebuah pusara yang terletak di hadapannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Kemudian, pandangannya beralih ke arah laki-laki yang terduduk lemas di samping pusara Itachi. Bahkan bagi seorang 'Uchiha Sasuke'─yang selama ini dikenal tak pernah menangis, bahkan begitu benci dengan kakaknya─kali ini tak kuat untuk tidak mengeluarkan kesedihan dan rasa kehilangannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Perlahan, Sakura mendekat dan duduk di samping lelaki tersebut. "Sa-sasuke… Sudahlah. Biarkan dia tenang di atas sana." Sakura sedikit berhati-hati dalam berbicara. Bagaimana pun juga ia cukup mengerti bagaimana perasaan Sasuke saat ini. Mereka yang baru saja kehilangan orang yang dicintai, cenderung akan lebih mudah emosi. Jadi sebisa mungkin, gadis itu berusaha untuk bersikap lembut supaya tak menyakiti perasaannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sasuke terdiam. Ia berhenti menangis seketika. Sorot matanya yang semula penuh dengan rasa kesedihan berubah menjadi perasaan benci yang begitu mendalam. Ia menatap gadis di sampingnya─tajam, "Kau masih bisa berkata seperti itu, atas semua yang telah kau lakukan?" Lelaki tersebut kembali terdiam. Jeda beberapa menit membuat gadis di hadapannya, semakin tidak mengerti. Sasuke pun kembali menatap pusara kakaknya─yang telah basah karena hujan. Kemudian, bibirnya bergumam pelan, "Jangan pernah muncul lagi di hadapanku."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura membuka matanya. Seberkas cahaya yang masuk─membuatnya terlebih dahulu mengerjapkan kedua mata, sebelum benar-benar bisa memfokuskan diri menatap sekitar. Sebuah ruangan berdinding putih dengan berbagai kotak medis tampak berada di samping Sakura. Perlahan, Sakura membangkitkan tubuhnya di atas tempat tidur. Satu suara yang ia tangkap setelah terbangun adalah suara Hinata, "Sakura! Ak..Akhirnya kau sadar!"&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura menatap wajah Hinata yang terlihat begitu khawatir─hingga hampir menangis. "Apa yang terjadi padaku?" tanyanya lirih sembari memegang kepala bagian belakangnya yang berdenyut hebat.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Hinata pun menjelaskannya secara rinci dan terbata. "Ka..Kau pingsan saat sebuah bola basket mendarat tepat di kepalamu."&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Ino yang tiba-tiba masuk ke dalam ruang UKS, menambahkan, "Sai pelakunya. Dia terus meminta maaf. Tapi kupikir, permintaan maafnya tak sebanding dengan apa yang telah ia lakukan padamu. Jadi, aku mengajukan suatu syarat supaya ia melakukan apapun yang kau mau. Aku pintar, kan?" ujarnya panjang lebar seraya tertawa licik─penuh kemenangan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Hinata mencibir─berusaha memprotes sikap Ino yang keterlaluan, "Kau jahat sekali, Ino." Namun sedetik kemudian ia tersenyum geli. Ia mengerti mengapa sikap Ino seperti itu pada Sai. Dulu, ketika Ino berbuat suatu kesalahan pada Sai, lelaki itu juga memberikan syarat yang serupa pada Ino. Mungkin tindakan Ino kali ini lebih bisa disebut dengan 'balas dendam'.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura tak menghiraukan ucapan kedua temannya. Ia justru sibuk berdebat dalam pikirannya. Otaknya terus berputar dengan cepat. Satu kata dari Sasuke terus terngiang dalam benaknya. &lt;i&gt;Dia memperingatkanku, eh?&lt;/i&gt; Tanpa Sakura sadari, semburat merah tertera di kedua pipinya─membuat kedua gadis di hadapannya saling berpandangan heran, dan beranggapan bahwa Sakura tertarik pada Sai. Karena hanya nama lelaki itu yang menjadi topik pembicaran, barusan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"Hei Sakura. Jangan bilang kalau kau menyukai 'cowok cantik' itu." komentar Ino─yang terdengar begitu tidak setuju jika Sakura mempunyai suatu perasaan khusus dengan Sai, musuh bebuyutannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sakura tak menggubris. Kali ini otaknya kembali terpaku pada mimpi yang dialaminya selama tak sadarkan diri. Perlahan, ia tersenyum getir. &lt;i&gt;Seperti memimpikan masa lalu. &lt;/i&gt;Ya. Masa lalu yang menyakitkan. Saat Itachi─sahabat terbaiknya─telah meninggalkannya untuk selamanya. Dan juga saat Sasuke mengatakan suatu kata yang begitu menusuk hatinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;"&lt;i&gt;Jangan pernah muncul lagi di hadapanku."&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Awalnya Sakura begitu terkejut dengan kata-kata yang meluncur tegas dari mulut lelaki bermata onyx tersebut. Bahkan ketika lelaki itu mengatakan bahwa ia-lah penyebab di balik kematian sang kakak. Saat itu, gadis itu benar-benar tak tau harus berbuat apa. Ketidak mengertiannya membuatnya terus membatu, tanpa mampu mengeluarkan sepatah kata pun.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Semenjak itu, ia tak pernah bertemu lagi dengan lelaki tersebut. Kabarnya, lelaki itu telah pindah dari Tokyo. Dan akhirnya pun, gadis itu mulai berinisiatif keras untuk melupakannya. Melupakan sesosok lelaki yang pernah singgah di hatinya. Sesosok lelaki yang pernah menjadi &lt;i&gt;'cinta pertamanya…'&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Namun saat ini, ia begitu tidak menyangka. Bahwa keputusan yang membawanya ke tempat ini, telah mempertemukannya kembali dengan Sasuke. Lantas… Bolehkah jika ini disebut…&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Takdir?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Takdir yang telah mempertemukannya dengan Sasuke?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Lalu, akankah pertemuan ini justru akan memperbaik keadaan?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Kita hanya bisa menunggu waktu…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;-&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;to be continued&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt; &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-3100571818216825018?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/3100571818216825018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/05/memories-of-winter-chapter-1-past-dream.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/3100571818216825018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/3100571818216825018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/05/memories-of-winter-chapter-1-past-dream.html' title='Memories of the Winter - Chapter 1'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgH59BooVI/AAAAAAAAANc/Rf8GAezLqes/s72-c/sasusaku-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-7126165932913288031</id><published>2010-01-11T19:53:00.004+07:00</published><updated>2010-12-27T10:32:45.474+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><title type='text'>Memories of the Winter - Prolog</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgIqsoSTKI/AAAAAAAAANk/Dws-ajL_xWE/s1600/Sakura_e_Sasuke_85.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 271px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgIqsoSTKI/AAAAAAAAANk/Dws-ajL_xWE/s320/Sakura_e_Sasuke_85.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555199669989166242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Desember.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Salju pertama di musim dingin.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sakura menyibak tirai jendelanya, membiarkan seberkas cahaya menembus masuk ke dalam kamarnya. Perlahan, telapak tangan putihnya menyeka embun─yang melekat di jendela. Kemudian, ia dekatkan wajahnya pada jendela tersebut, dan ia biarkan kedua mata emeraldnya menyusuri butiran-butiran salju yang turun dari langit kelabu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Gadis itu merapatkan cardigan merah marun yang dipakainya─ketika ia merasakan dingin mulai menyergap. Ia pun melangkahkan kakinya menuju sudut ruangan. Dalam hitungan detik, ia segera menyalakan pemanas dan menghangatkan diri di sampingnya. Bibirnya yang mungil menggumam kesal. Dingin. Satu dari sekian banyak alasan mengapa ia tak menyukai musim dingin. Terkadang ia ingin lenyap dari musim dingin, dan menampakkan diri kembali kala musim semi tiba. Dan kemudian ia akan tersenyum geli, kerap kali impian konyol tersebut melintas dalam pikirannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ia merasa, sungguh mustahil untuk melepaskan diri dari jeratan musim dingin ini. Musim yang selalu mengembalikan ingatan menyakitkan itu. Sebuah sosok yang begitu dingin─yang sangat ingin ia lupakan dalam kehidupannya… untuk selamanya…&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jika adam dan hawa ditakdirkan untuk bersama…&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Apakah aku dengannya juga akan seperti itu?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kehidupan Sakura tak pernah lepas dari kejadian itu. Setiap tapak langkah dan hembusan nafas, selalu terbayang sebuah kejadian yang hanya akan meninggalkan rasa sakit dan rasa marah yang begitu mendalam. Sejauh gadis itu mencoba menekan diri untuk melupakannya, semakin ingatan tersebut memuncak bercampur perasaan benci saat mengetahui─dia tak datang…&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Musim dingin. Disaat salju turun dengan lebatnya. Disaat sepasang insan berdebat akan egonya masing-masing. Itulah saat dimana gadis itu harus menerima suatu kenyataan pahit. Mengetahui bahwa takdir tak sejalan dengan perkiraannya. Dan gadis itu hanya bisa menangis, serta menyimpan perasaan marah yang berkecamuk itu, dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebuah harapan semu,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;yang hanya akan membuat hatimu sakit.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;To be continued&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-7126165932913288031?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/7126165932913288031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/01/memories-of-winter-prolog.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/7126165932913288031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/7126165932913288031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2010/01/memories-of-winter-prolog.html' title='Memories of the Winter - Prolog'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgIqsoSTKI/AAAAAAAAANk/Dws-ajL_xWE/s72-c/Sakura_e_Sasuke_85.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-1318566253588022940</id><published>2009-12-05T21:53:00.006+07:00</published><updated>2011-01-01T19:43:13.425+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><title type='text'>True Love - Chapter 2</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/06/true-love.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;--cerita sebelumnya--&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TR8hDlcw2dI/AAAAAAAAAPM/kGFg9ldjKuY/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 155px; height: 211px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TR8hDlcw2dI/AAAAAAAAAPM/kGFg9ldjKuY/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557196810674559442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Kulangkahkan kakiku menuju sebuah toko bunga, untuk menemui seorang temanku, Ino. Gadis berambut kuning panjang ini segera menghampiriku dan menanyakan kabarku, serta kelancaran hubunganku dengan Naruto. Aku hanya bisa menghela nafas berat. Untuk saat ini, bukan itu yang hendak kubicarakan. Namun, soal Sasuke…&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Aku pun menceritakan kejadian siang tadi pada Ino. Kejadian saat Sasuke membentakku. Kejadian saat aku membandingkan antara Sasuke dan Naruto. Kejadian saat Sasuke memelukku dan mengatakan alasan mengapa selama ini ia mengataiku bodoh. Dan juga, kejadian saat jantungku berdegup kencang.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Satu respon Ino yang tak bisa kupercaya setelah aku selesai menceritakannya adalah, ia tertawa. Aku menggerutu dalam hati. Sama sekali tak ada yang lucu dalam ceritaku. Mengapa ia tertawa? Ohh… Sepertinya aku salah orang. Seharusnya aku menceritakan ini semua pada Hinata, yang lebih bisa menghargai dan memberikan solusi terbaik mengenai masalahku kali ini. Bukan Ino yang tak pernah menanggapi semua hal dengan serius.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;“Sakura… Sakura…” ujar Ino seraya menggeleng-gelengkan kepalanya. Aku semakin kesal melihat Ino yang seakan terlihat meledekku. “Terserah kau mau percaya atau tidak… Tapi aku rasa, kau sudah jatuh cinta pada Sasuke…” ucapnya seraya sesekali tertawa kecil.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Kubelalakkan mataku. Ucapan Ino kali ini begitu tidak masuk akal. Kugelengkan kepalaku cepat, menunjukkan bahwa aku sama sekali tak sependapat dengannya. “Mana mungkin… Kau tau sendiri kan, siapa yang kusukai?”&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Ino menghentikan tawanya, dan mengerling padaku, “Naruto…?” Kuanggukkan kepalaku pelan─namun entah mengapa justru terlihat sedikit ragu. Ia kembali tergelak dan berkata, “Sakura… Mungkin saja, perasaanmu pada Naruto hanyalah rasa suka sebatas sahabat. Tak lebih dari itu. Tapi, perasaanmu pada Sasuke, adalah rasa suka yang tak kau sadari.”&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Aku tertegun. Berusaha mencerna ucapan Ino. Dan sedetik kemudian, aku menggumam lirih─mencoba tak mempercayainya. “Itu konyol…”&lt;/p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;^o^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Hari ini… 14 Februari…&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Aku telah bertekad kuat, untuk memberanikan diri─menyatakan perasaan suka yang selama ini kupendam pada Naruto. Bagaimana pun juga aku tak bisa terus-terusan membiarkan perasaan ini terkunci rapat, tanpa pernah dibuka sedikit pun. Aku harus membukanya! Ya. Dengan kunci─menyatakan perasaanku tersebut pada orang yang kusukai.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Kuremas bungkusan coklat berwarna merah jambu, di tanganku. Tak bisa kupungkiri bahwa aku memang benar-benar gelisah saat ini. Selalu terbesit dalam benakku, jika ia tidak menerima pernyataan cintaku. Oh… mungkin ia akan menjauhiku. Sungguh, aku tak ingin jika hal itu terjadi. Aku masih ingin lebih lama berada di dekatnya. Aku ingin terus berada di sampingnya, meski ia tidak menerima perasaanku nantinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;“Sakura-chan!”&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Aku mendongak, saat seseorang memanggil namaku. Satu sosok yang sangat kukenal, telah berdiri di depanku dengan senyum ceria─seperti biasa. Kugigit bibir bawahku. Dilema yang begitu besar menyelimutiku. Aku merasa keberanianku mulai menciut saat menyadari kehadirannya, saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;“Hei, hei. Sakura-chan?”&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Aku tersadar dalam lamunan saat Naruto melambaikan tangannya di depan mataku. Kutatap kedua mata birunya yang menampakkan raut heran.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;“Kau melamun? Tak seperti biasanya.” ujarnya sembari tertawa kecil. Mataku sama sekali tak beralih darinya. Perlahan, kuangkat bungkusan coklat─yang kupegang erat sedari tadi, tepat di hadapannya. Ia tersenyum lebar, dan menerima bungkusan coklat tersebut. Ia langsung membukanya dan memakannya begitu saja. “Waah… Enak! Sakura-chan memang top!” ujarnya seraya mengangkat satu jempolnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Aku tersenyum. Dalam hati, kukumpulkan segala keberanianku untuk menyatakan perasaanku. “Naruto… Aku ingin kau tau satu hal.” tawa Naruto terhenti seketika. Kulirik sekilas wajahnya yang mulai tampak serius. Kutundukkan kepalaku dalam-dalam, dan kutarik nafasku perlahan. “Sebenarnya selama ini aku─”&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;“Aku menyukaimu, Sakura.”&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Eh? &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Kuangkat wajahku─cepat, dan kutatap kedua matanya─berharap menemukan kebenaran di sana, atas perkataan yang ia ucapkan tadi. Dan tak bisa kutepis, bahwa ia memang mengatakan ini dari dalam hatinya. Tersirat kejujuran yang begitu besar dalam sorot matanya. Kututup mulutku─tak percaya. Saat ini aku menyadari satu hal. Ternyata rasa sukaku selama ini, tidak bertepuk sebelah tangan.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;“Naruto… Aku…”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center; font-family: trebuchet ms;"&gt;“&lt;i&gt;Lain kali hati-hati ya?”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center; font-family: trebuchet ms;"&gt;“&lt;i&gt;Maafkan aku, Sakura.”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center; font-family: trebuchet ms;"&gt;“&lt;i&gt;Aku tak pernah sadar bahwa ini sangat menyakitimu...”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center; font-family: trebuchet ms;"&gt;“&lt;i&gt;Aku tak ingin kecerobohanmu itu menjadi sesuatu yang buruk padamu.”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Bagai suatu reklame singkat, bayangan serta perkataan Sasuke tempo hari terngiang kembali dalam benakku. Aku tak mengerti, gerangan apa yang tiba-tiba membuatku memikirkannya. Dan yang lebih membuatku tak mengerti, sepertinya aku mulai ragu dengan perasaan sukaku pada Naruto, kali ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;“Sakura?” Naruto memanggilku. Kutatap wajahnya yang tampak menunggu jawaban yang akan keluar dari bibirku. Lidahku seakan beku. Aku tetap bertahan dalam kediamanku. Otakku berdebat keras.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center; font-family: trebuchet ms;"&gt;“&lt;i&gt;Mungkin saja, perasaanmu pada Naruto hanyalah rasa suka sebatas sahabat. Tak lebih dari itu. Tapi, perasaanmu pada Sasuke, adalah rasa suka yang tak kau sadari.”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Satu kalimat dari Ino tersebut, terus berputar dalam otakku. &lt;i&gt;Mungkinkah perasaanku padanya adalah rasa suka yang tak kusadari? Sasuke…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Aku tersadar dalam lamunan, saat tiba-tiba Naruto mengembalikan bungkusan coklat itu kembali ke tanganku. “Sepertinya akan lebih baik jika coklat ini kau berikan pada Sasuke.” ujarnya sembari tertawa hambar. “Ya kan, Sakura-chan?”&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Naruto…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Naruto menggaruk rambutnya yang tidak gatal, seraya berkata, “Aku hanya memakannya satu. Masih banyak bagian untuk Sasuke. Ayo cepat berikan padanya, Sakura-chan!”&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Air mata yang sedari tadi kubendung, mulai jatuh satu persatu. Menetes bersama rasa terima kasihku atas keterbukaan dan kerelaan hatinya. Aku pun segera berbalik, dan beranjak dari tempat itu. Dan sebelum aku berbalik, Naruto membisikkan sebuah kalimat yang justru terdengar layaknya mantra bagiku. Sebuah kalimat yang berhasil menampar pesimisku. Sebuah kalimat yang berhasil membangkitkan semangatku.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;“&lt;i&gt;Ganbatte, Sakura-chan!”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;^o^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulewati koridor-koridor kelas dengan cepat. Yang ada di pikiranku saat ini hanya satu. &lt;i&gt;Berlari, berlari, dan terus berlari… &lt;/i&gt;Tak kuhiraukan panggilan orang-orang yang kesal karena tak sengaja kutabrak.&lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Aku harus sesegera mungkin menemukan Sasuke.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Langkahku terhenti saat menemukan sosoknya di bawah sebuah pohon yang telah tertimbun salju di setiap rantingnya. Di hadapannya tampak seorang gadis yang sedang tertunduk seraya memegang sebuah coklat.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sembari mengatur nafasku yang masih memburu tak karuan, kutatap mereka berdua─nanar. Dalam hati, terbesit sebuah sesal, saat mengetahui bahwa ternyata coklat yang kupegang ini bukanlah coklat pertama yang akan diterimanya nantinya.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Namun hatiku terasa sedikit lega, saat menyadari Sasuke memasukkan kedua tangannya di saku celananya, sembari menggeleng pelan. Gadis yang berada di hadapan Sasuke itu pun semakin tertunduk dalam, dan kemudian beranjak dari hadapan Sasuke.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Kuhela nafas berat. &lt;i&gt;Mungkinkah nasibku akan sama dengan gadis itu?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Dengan langkah pelan namun pasti, kuberanikan diri melangkah mendekati Sasuke. Ucapan semangat dari Naruto terus terngiang di telingaku. Aku harus berani dan optimis.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Langkahku semakin dekat dengannya, dan dia sedikit terkejut saat melihatku berjalan mendekatinya. Kuhentikan langkahku. Dan kuangkat bungkusan coklat yang sedari tadi kupegang, tepat di hadapannya. “Terimalah!” Dengan sedikit membungkuk─dan memejamkan mata, aku berkata, “Aku menyukaimu, Sasuke-kun!”&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Hening. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Tak ada satu suara pun yang keluar dari mulut Sasuke. Kubuka mataku perlahan. Kenyataan pahit mulai menghampiriku. Sekuat mungkin kutahan air mata yang sedari tadi ingin menetes jatuh. Aku tak ingin Sasuke melihatku menangis.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;“Sakura?” Satu patah kata dari Sasuke sedikit memberiku secercah harapan. Kuangkat wajahku dan kutatap kedua mata hitamnya. “Mengapa?” tanyanya kemudian.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Eh?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;“Bukankah kau telah memberikan coklat itu pada Naruto?” Aku terhenyak ketika Sasuke menanyakan hal itu. Ternyata dia melihatku memberikan coklat itu pada Naruto tadi.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Aku menggeleng pelan, dan kutatap Sasuke lembut. “Ini coklat untukmu, Sasuke-kun…” Ia masih diam terpaku, menatapku─tak percaya. Namun sesaat kemudian, ia menarikku dalam pelukannya. Aku tersentak.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Apakah ini jawaban dari pernyataan perasaan sukaku?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;“Bodoh…” ucap Sasuke lirih. Perlahan aku tersenyum, dan membalas pelukan Sasuke. &lt;i&gt;Sasuke sama sekali tak berubah…&lt;/i&gt; Ia masih seperti yang dulu. Yang selalu mengakhiri ucapannya dengan kata bodoh. Yang tak pernah bisa bersikap romantis. Yang tetap dingin…&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Namun… aku menyukainya… Aku menyukai setiap sifatnya.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Karena aku sadar satu hal.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Perasaan sukaku padanya…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Adalah cinta yang sesungguhnya.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Adalah cinta sejatiku.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;True love.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;F.I.N&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent; -moz-background-inline-policy: continuous;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-1318566253588022940?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/1318566253588022940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/12/true-love-chapter-2.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/1318566253588022940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/1318566253588022940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/12/true-love-chapter-2.html' title='True Love - Chapter 2'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TR8hDlcw2dI/AAAAAAAAAPM/kGFg9ldjKuY/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-9190379580117898845</id><published>2009-11-09T17:15:00.004+07:00</published><updated>2010-12-27T10:39:54.051+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><title type='text'>My Love Story</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgKbRiyjoI/AAAAAAAAANs/69DjocfVQPU/s1600/emo_love-2350.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 222px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgKbRiyjoI/AAAAAAAAANs/69DjocfVQPU/s320/emo_love-2350.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555201604043574914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sudah kegiatan rutinku, duduk di meja nomor 9 ini. Meja yang terletak di sudut ruangan. Memang tempat yang cukup strategis untuk melihatnya tampil, tanpa diketahui. Setiap hari Sabtu dan Minggu, ia selalu tampil menyanyi di café ini. Itulah alasan mengapa aku selalu menyempatkan diri untuk berdiam diri di café ini selama beberapa menit hanya untuk melihatnya bernyanyi. Kemudian, aku berjingkat pergi, saat penampilannya telah usai.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dennis.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang selalu menjadi dewa pelindungku. Dia selalu menolongku dari sasaran jahil anak nakal. Dia selalu membuatku tertawa dengan leluconnya. Dia selalu membuatku kagum akan kedewasaannya. Dia adalah sosok yang begitu sempurna buatku. Dan aku menyukainya... Namun pahitnya kenyataan membuatku untuk terus menekan perasaan suka itu. Dia sudah punya pacar.. Dan tentu saja bukan aku orang yang beruntung untuk menjadi kekasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Prisa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera tersadar dari lamunan saat seorang memanggilku. Kutolehkan kepalaku. Dan.. Oh Tuhan! Dennis! Dia berjalan menghampiriku! Kurutuk nasibku dalam hati. Mengapa bisa sampai ketahuan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akhirnya ketauan juga lu, nonton gue!” ujar Dennis seraya memamerkan gelak tawanya. Selama beberapa detik aku sungguh terpesona. Namun, segera kutepiskan. Ini saat-saat genting plus gawat. Seharusnya aku panik! Bukannya terpesona!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dennis menghentikan tawanya saat menyadari aku hanya diam menanggapinya, “Pris, kamu kenapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terbelalak saat melihat wajahnya yang begitu cemas. Apa dia mengkhawatirkanku? Aku pun hanya bisa tertawa dalam hati. Itu sungguh tak mungkin, Prisa. Sadarlah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa saat, seorang perempuan seumuranku datang menghampiri kami dan memuji penampilan Dennis. Dennis pun tampak riang, seakan sangat berterima kasih pada gadis itu karena telah menontonnya. Setelah itu, mereka ngobrol. Terlihat sangat akrab.. Dan aku hanya bisa jadi kambing congek disitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuamati perempuan itu dari atas hingga bawah. Dan entah dari mana asalnya, tiba-tiba saja otakku terpenuhi dengan perasaan aneh… Mungkinkah... Mungkinkah ia adalah perempuan yang selama ini disebut-sebut sebagai ‘pacar’ Dennis? Mengapa aku tak menyadarinya dari awal?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kusadari air mataku bergulir jatuh. Dennis yang tanpa sengaja melihatnya, terkejut. Segera kuseka air mataku dan beranjak pergi dari tempat itu. Dennis memanggilku. Namun, aku tak mau berbalik. Hatiku pedih melihat semua ini. Aku merasa, selama ini begitu sia-sia sikapku yang selalu memperhatikannya. Aku merasa bodoh… Sungguh bodoh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari terlewat semenjak kejadian itu. Aku sama sekali tak pernah bertemu lagi dengannya. SMS-nya pun tak pernah kubalas. Aku sudah lelah harus berhubungan dengannya, jika ini hanya akan menambah kekecewaanku saja. Kulirik sekilas  kalender di dinding kamarku. Tunggu dulu.. Apa aku salah ingat? Hari ini ulang tahun Dennis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera kusambar kunci mobilku dan berlari keluar rumah. Kuambil mobilku dan kukendarai menuju pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Di ulang tahun ke-17ku, berjanjilah kau akan datang.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja aku tak pernah lupa pada janji yang kami buat setahun yang lalu. Saat itu, karena kepikunanku, aku lupa pada hari ulang tahunnya. Lalu, dia pun mengajukan sebuah permintaan agar aku datang di hari ulang tahun berikutnya di pantai itu. Sebuah pantai tempatku pertama kali bertemu dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama perjalanan, aku bertanya-tanya. Mengapa aku bisa sepanik ini hanya karena masalah sepele? Bukankah aku telah berniat untuk melupakannya, dan menutup pintu hatiku darinya? Namun, mengapa yang terjadi saat ini justru sebaliknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di pantai, tak kudapati seorang pun disana. Kulihat jam tanganku yang telah menunjukkan pukul 11.00 PM. Satu jam lagi hari ini akan berganti dengan hari yang lain. Dan janji itu akan tertutup sebelum sempat kutebus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurogoh saku jaketku untuk mengambil ponsel. Paling tidak, aku masih bisa mengucapkannya lewat telepon. Tapi.. tak kudapati ponsel di sakuku. Aku terlalu terburu-buru tadi, sehingga lupa membawa ponsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tau lagi harus berbuat apa. Terbayang dalam benakku jika ia akan marah dan tak mau bertemu denganku. Aku pun menangis sejadi-jadinya. Yang kuinginkan hanya satu. Dia hadir dengan senyum riang seperti biasanya. Perasaan kecewaku padanya beberapa hari yang lalu telah kubuang jauh-jauh. Tak apa jika memang aku tak bisa memilikinya sebagai seorang pacar. Tapi biarkan aku memilikinya sebagai seorang sahabat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, suara petikan gitar terdengar di belakangku. Kutolehkan kepalaku dan kudapati Dennis menghampiriku sembari memainkan gitarnya. Dia menyanyikan sebuah lagu. Lagu yang sangat asing bagiku. Tapi aku bisa menebak, jika itu lagu baru yang ia ciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengakhiri lagunya, Dennis menanyakan pendapatku mengenai lagu barunya. Kuancungkan dua buah jempol untuknya. Ia tertawa bangga. “Kamu yang pertama kali mendengarnya loh.. Berterima kasihlah padaku.” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat lega.. Amat sangat lega.. Dia sama sekali tak marah padaku. “Happy Birthday..” ucapku lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dennis tersenyum dan mengacak rambutku. “Thanks..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, kami mengobrol. Dia bercerita tentang pacar yang selama ini ia rahasiakan dariku. Aku tak menyimaknya. Dadaku sungguh terasa sesak kali ini. Sebenarnya aku masih tak rela jika harus melepasnya. Tak bisa kupungkiri, bahwa ternyata aku masih menyukainya. Aku sangat menyukainya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… Jadi?” tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tergagap karena tak tau apa yang dia tanyakan. “Hah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku suka kamu..” ucapnya pelan. Namun, ucapan itu terasa sangat bergema di telingaku. Kututup mulutku tak percaya. Apa ini semua hanya mimpi? Tiga patah kata yang sangat kutunggu-tunggu, akhirnya keluar dari mulutnya. Tapi.. Tunggu. Ini salah. Mengapa ia mengatakan itu. Bagaimana dengan perempuan yang aku temui di café tempo hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dennis yang mengerti kebingunganku, bertanya, “Lo gag dengerin cerita gue?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Dennis menjelaskannya kembali. Bahwa ternyata pacar yang ia sebut-sebut selama ini, sebenarnya tak ada. Itu hanyalah sebuah karangan belaka saja. Dennis juga menegaskan bahwa perempuan yang ada di café saat itu, hanyalah teman lamanya saja. Ia pun mengatakan sebuah alasan yang sukses membuat wajahku memerah. Bahwa selama ini… Ia memendam perasaan sukanya padaku. Sehingga ia menciptakan suatu kebohongan dengan status ‘berpacaran’ agar tak ada perempuan lain yang mendekatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutatap kedua matanya yang terlihat menunggu jawaban dariku. Kugulung senyumku dan kuanggukkan kepalaku, “A..Aku juga suka kamu, Dennis..” ucapku terbata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekejap kemudian, Dennis tertawa lebar. Ia mengacak rambutku lembut. Lalu, ia kembali memetik dawai gitarnya, dan menyanyikan lagu ciptaannya. Tak seperti biasa… Kali ini, terdengar amat sangat merdu. Layaknya dawai cinta yang dipetik oleh malaikat-malaikat kecil yang menyaksikan kebersamaan kami…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;em&gt;I’m always walking on my own&lt;br /&gt;My heart is filled with emptiness&lt;br /&gt;But she come&lt;br /&gt;And never make me lonely again&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I also waiting for you&lt;br /&gt;we’ll hold our hands like this&lt;br /&gt;and quietly watch the sky&lt;br /&gt;share our love&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;F.I.N&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-9190379580117898845?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/9190379580117898845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/11/my-love-story.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/9190379580117898845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/9190379580117898845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/11/my-love-story.html' title='My Love Story'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgKbRiyjoI/AAAAAAAAANs/69DjocfVQPU/s72-c/emo_love-2350.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-1227320817512436782</id><published>2009-06-06T20:44:00.007+07:00</published><updated>2011-01-01T19:41:14.902+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><title type='text'>True Love - Chapter 1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TR8giFupfCI/AAAAAAAAAPE/3UOMVyqBXZw/s1600/19.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 196px; height: 147px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TR8giFupfCI/AAAAAAAAAPE/3UOMVyqBXZw/s320/19.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557196235223956514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves&gt;false&lt;/w:TrackMoves&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-style: italic; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;BRUKK!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-style: italic; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Tubuhku terhempas jatuh diatas trotoar. Kurasakan rasa sakit di kening dan kakiku. Seorang laki-laki berambut kuning mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri, “Sakura-chan, kau baik-baik saja?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kuanggukkan kepalaku seraya menyambut uluran tangannya. Kemudian, kulayangkan kepalan tanganku ke tiang listrik di depan mataku. “Dasar tiang bodoh!!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Namun, bukan rasa puas yang kudapatkan, justru rasa sakit yang kudapatkan. Aku hanya bisa meringis kesakitan memegangi punggung tanganku yang mulai memerah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Laki-laki disampingku pun panik melihatku yang hampir menangis, “Gyaaa!! Sakura-chan!! Tanganmu sakit?! Apa yang harus kita lakukan?! Aduh... Panggil ambulan atau langsung ke UGD?! Saku―”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Naruto!!” Kupotong ucapannya agar dia berhenti bicara yang tidak-tidak. Kulihat wajahnya yang terlihat begitu khawatir. Kemudian, kutarik senyum di bibirku untuk meyakinkannya bahwa aku baik-baik saja, “Aku tak apa-apa.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Naruto pun menghembuskan nafas lega, “Syukurlah... Kau bisa jalan?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kuanggukkan kepalaku meskipun kakiku terasa sangat sakit. Aku tak mau membuatnya repot. Namun, begitulah Naruto. Dia terlalu peka terhadap hal-hal di sekitarnya. Dia sama sekali tidak menggubrisku. Mungkin ia sadar kalau kakiku sakit. Dia pun membimbingku jalan dengan hati-hati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Bisa jalan bersamanya sedekat ini... Aku sangat bahagia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dasar bodoh! Kenapa bisa sampai nabrak tiang?” ujar Sasuke sambil mengobati tanganku yang luka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;DASAR SASUKE BODOH!!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Bukannya kasihan, justru marah-marah. Huff... Naruto juga sih. Kenapa harus ada acara mendadak. Padahal, aku sangat menginginkan dia yang mengobatiku. Bukan Sasuke cerewet ini!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Lagipula, apa sih yang kau pikirkan? Kau pikir, tiang itu bantal? Sekuat apapun, kau tak akan bisa merubuhkan tiang!” lanjutnya sambil memasukkan kakiku ke dalam baskom yang berisi air hangat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kenapa dia sama sekali tak punya rasa prihatin?!, batinku. Aku hanya bisa marah-marah dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Mmm .... Sakura...” panggilnya tiba-tiba. Kepalanya tertunduk ke bawah, sehingga aku tak bisa melihat wajahnya. “Lain kali hati-hati ya?” ucapnya pelan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Keningku berkerut, heran. Baru kali ini, Sasuke mengatakan itu padaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Malam telah larut, namun mataku tak kunjung bisa tertutup. Kubaringkan tubuhku di atas kasur dan kuambil sebuah foto dari laci mejaku. Kutatap lekat-lekat 3 orang yang ada di foto tersebut. Aku, sasuke, dan Naruto...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kami bersahabat sejak kecil. Sasuke dan Naruto, adalah orang yang sangat penting dalam hidupku. Terlebih lagi Naruto. Aku sangat menyayanginya. Dia adalah sosok yang sangat baik, dengan kekonyolannya yang selalu membuatku tertawa. Dia selalu mendukung apapun yang kulakukan. Aku sangat menyukainya... Sebenarnya, aku tak ingin persahabatan ini rusak hanya karena rasa sukaku ini. Namun, aku tak bisa menekan perasaanku pada Naruto. Semakin hari, rasa suka ini semakin bertambah. Dan aku ingin memilikinya, lebih dari seorang sahabat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kutatap seorang laki-laki berambut hitam di foto itu. Dia adalah Sasuke. Dia orang yang sangat dingin dan selalu mengakhiri ucapannya dengan kata ‘bodoh!’. Dia selalu marah jika aku ceroboh. Dia selalu marah jika aku terluka. Dia selalu marah jika terjadi sesuatu yang buruk padaku. Namun, dibalik semua kemarahan dan kata bodohnya itu, aku yakin kalau jauh di dalam hatinya, dia orang yang sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuteliti kalender di dinding kamarku. 13 Februari! Berarti besok adalah hari valentine. Aku harus segera menyiapkan coklat untuk Naruto! Di hari valentine ini, aku telah membuat suatu keputusan. Aku akan menyatakan perasaanku padanya...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Aku segera pergi ke toko coklat yang ada di dekat stasiun. Bahan-bahan untuk membuat coklat langsung kumasukkan ke dalam keranjang, dan langsung kubayar ke kasir. Namun, saat aku keluar dari toko coklat itu, hujan lebat menahanku. Terpaksa, aku harus menunggu sampai hujan reda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kurasakan dingin mulai menyelimutiku. Maklum, saat ini musim dingin. Kurapatkan mantelku untuk mengurangi rasa dingin ini. Tapi, aku tetap kedinginan. Akhirnya, kuputuskan untuk lari melewati derasnya hujan, agar secepatnya sampai di rumah. Namun, baru beberapa langkah aku berlari, ada seseorang yang menarik tanganku untuk menepi. Dia adalah Sasuke.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Apa yang kau pikirkan, bodoh?!” bentaknya. “Dengan tubuhmu yang lemah itu, kau mau hujan-hujanan? Kau sudah bosan hidup?!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Lagi-lagi mengataiku bodoh dan memarahiku, gerutuku dalam hati. “Apa hanya kata bodoh yang bisa kau ucapkan padaku?” ucapku tajam padanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kulihat matanya yang terbelalak kaget. “Kenapa kau tak pernah bisa seperti Naruto. Kita bersama sudah sepuluh tahun kan? Tapi kenapa kau tak bisa mencontoh sifatnya?!” ujarku sembari terus menahan air mataku tidak keluar. Kulihat mata hitamnya yang masih terbelalak kaget.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kutundukkan kepalaku, untuk menyembunyikan wajahku yang sudah hampir menangis. “Naruto tak pernah sekali pun mengataiku bodoh. Dia tak pernah memarahiku. Sedangkan kau? Berapa kali kau mengataiku bodoh? Berapa kali kau memarahiku? Apapun yang kulakukan, selalu salah di matamu.” Seluruh kata-kata yang ada di otakku langsung keluar begitu saja dari mulutku. Aku sadar, tak sepantasnya aku membeda-bedakan mereka berdua. Tapi, aku ingin agar Sasuke mengetahui perasaanku yang sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Aku ingin pulang.” ujarku tertunduk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dia melepaskan cengkraman tangannya dari pergelangan tanganku. Tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulutnya. Berat rasanya untuk melihat ekspresi wajah Sasuke saat ini. Apa dia marah? Hmm... Tentu saja. Bagimana pun juga, aku sudah berbicara keterlaluan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kulangkahkan kakiku untuk beranjak pergi dari tempat itu. Satu langkah, tak ada panggilan sama sekali darinya. Dua langkah, tiga langkah, empat langkah, lima langkah, dia sama sekali tak memanggilku kembali. Kurasa dia memang benar-benar marah. Air mata yang sedari tadi kubendung, mulai jatuh satu persatu, menetes bersama turunnya hujan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Namun tiba-tiba... seseorang yang memelukku dari belakang. “Maafkan aku.” ucapnya lirih.&lt;br /&gt;Aku tau suara ini. Sasuke... Tangisku pun meledak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Maafkan aku, Sakura.” ulangnya. “Aku tak pernah sadar bahwa ini sangat menyakitimu...”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Tangisku semakin keras.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;“Tapi itu semua kulakukan, karena aku sangat mengkhawatirkanmu. Aku tau, dari kecil kau sangat ceroboh. Mungkin, jika aku memarahimu, kau akan berhenti melakukan kecerobohan itu. Aku tak ingin kecerobohanmu itu menjadi sesuatu yang buruk padamu.” ucap Sasuke pelan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Akhirnya aku mengerti. “Maafkan aku, Sasuke...” isakku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sasuke memelukku semakin erat. Entah mengapa, aku merasa sangat nyaman saat ini. Dan satu yang tak kusadari saat ini, jantungku berdegup sangat kencang...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;--to be continued--&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-1227320817512436782?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/1227320817512436782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/06/true-love.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/1227320817512436782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/1227320817512436782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/06/true-love.html' title='True Love - Chapter 1'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TR8giFupfCI/AAAAAAAAAPE/3UOMVyqBXZw/s72-c/19.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-874476838815300123</id><published>2009-05-11T14:22:00.003+07:00</published><updated>2009-05-11T14:27:20.702+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><title type='text'>awardd</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;moshi2 ..&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;harii inni nacchi datang bawa award dari &lt;a href="http://ichigodanrukia.blogspot.com/2009/05/award.html?showComment=1242026520000#c3191870600021844613"&gt;Yuura&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;.. fufufu ..&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SgfS5mSxH4I/AAAAAAAAAIg/0ma061QX2JY/s1600-h/three+copy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 370px; height: 245px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SgfS5mSxH4I/AAAAAAAAAIg/0ma061QX2JY/s400/three+copy.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334464170617282434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;this award .. so cute ..&lt;p align="center"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;okeh,&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;karena harii iinnii nacchi lagii berbaik hatii,&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;award inni nacchi kasii buadd yg blum dapedd ajja .&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;♥&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0 !important; background: transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-874476838815300123?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/874476838815300123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/05/awardd.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/874476838815300123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/874476838815300123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/05/awardd.html' title='awardd'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SgfS5mSxH4I/AAAAAAAAAIg/0ma061QX2JY/s72-c/three+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-2698346906932696501</id><published>2009-05-01T12:15:00.004+07:00</published><updated>2009-05-01T12:36:04.561+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><title type='text'>Award</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Award ... Award ...&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;Tapi sorii baru bisa nge-posting sekarang ..&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;dari &lt;a href="http://www.yoshiku-chanblog.co.cc/"&gt;Satsuki&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://bantalcoklat.co.nr/"&gt;Enji&lt;/a&gt;, &amp;amp; &lt;a href="http://hanny-kawaii.blogspot.com/"&gt;Hanny&lt;/a&gt; .&lt;p&gt;&lt;a hanny="" a="" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SfqG7FLI12I/AAAAAAAAAF4/pCgPIc8wLHU/s1600-h/awarddarimeindra.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 122px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SfqG7FLI12I/AAAAAAAAAF4/pCgPIc8wLHU/s320/awarddarimeindra.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330721458505701218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;rulers-nya juga, ini dia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pertama, buatlah daftar 10 hal dan kebiasaan (buruk) yang tidak disukai, namun apabila merasa terdapat lebih dari 10 hal/kebiasaan buruk yang tidak disukai maka silahkan ditulis semuanya.&lt;br /&gt;2. Kedua sebutkan juga alasan mengapa Anda tidak menyukai hal-hal/kebiasaan-kebiasaan (buruk) tersebut.&lt;br /&gt;3. Dan yang ketiga, setelah selesai membuat daftar dan penjelasan seperti yang tertera pada poin 1 &amp;amp; 2, maka silahkan men-tag 10 blogger lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;jawabannya bisa diliadd &lt;a href="http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/03/second-homework.html"&gt;disini&lt;/a&gt; ....&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;dari enjii .&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SfqIVNburYI/AAAAAAAAAGA/Fkqrd29Dw4I/s1600-h/awzard3-tile.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 215px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SfqIVNburYI/AAAAAAAAAGA/Fkqrd29Dw4I/s320/awzard3-tile.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330723006910999938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Here's the rules :&lt;br /&gt;1. Meletakkan logo/ award di blogmu 2. Meletakkan link blog yang telah memberimu award 3. Berikan ke blog lain 4. Buat link blog lain yang kamu berikan award&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Tag :&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;Buadd smuanya ajja yg blum dapedd award inni . ^-^&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0 !important; background: transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-2698346906932696501?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/2698346906932696501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/05/award.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/2698346906932696501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/2698346906932696501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/05/award.html' title='Award'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SfqG7FLI12I/AAAAAAAAAF4/pCgPIc8wLHU/s72-c/awarddarimeindra.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-3519711729050450437</id><published>2009-04-14T15:53:00.003+07:00</published><updated>2009-04-14T16:23:13.299+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Idola Cilik'/><title type='text'>Album Idola Cilik 2 - Gapai Mimpimu</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SeRPZiRBcHI/AAAAAAAAAFw/tzz8RriBITQ/s1600-h/IdolaCilik2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324467959572295794" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 241px; CURSOR: hand; HEIGHT: 235px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SeRPZiRBcHI/AAAAAAAAAFw/tzz8RriBITQ/s320/IdolaCilik2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;huii ... saatnya share.. boleh download disini ....&lt;br /&gt;tappi ... jangan luppa beli kaset atau CD asli yupph ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Debo - Bintang yang bersinar . &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4256962/01.Bintang_Yang_BersinarDebo.mp3.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Patton - Mengejar mimpi . &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4256160/02.Mengejar_MimpiPatton.mp3.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rahmi - Jangan Pernah Berhenti . &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4263301/03.Jangan_Pernah_BerhentiRahmi.mp3.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. 14 finalis IC 2 - Bukan Superstar . &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4260054/Bukan%20Superstar%20-%2014%20finalis%20IC%202.mp3.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. 14 finalis IC 2 - Idola Cilik [theme song] . &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4260054/Bukan%20Superstar%20-%2014%20finalis%20IC%202.mp3.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. 10 finalis IC 2 - Kepompong . &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4276096/Kepompong%20-%2010%20finalis%20IC%202.mp3.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. 5 finalis IC 2 - Laskar Pelangi . &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4276096/Kepompong%20-%2010%20finalis%20IC%202.mp3.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. 4 finalis IC 2 - Juara Sejati . &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4274556/08.Juara_SejatiDeboPattonRahmiObiet.mp3.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; BORDER-LEFT: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-3519711729050450437?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/3519711729050450437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/04/album-idola-cilik-2-gapai-mimpimu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/3519711729050450437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/3519711729050450437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/04/album-idola-cilik-2-gapai-mimpimu.html' title='Album Idola Cilik 2 - Gapai Mimpimu'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SeRPZiRBcHI/AAAAAAAAAFw/tzz8RriBITQ/s72-c/IdolaCilik2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-2101601498070032473</id><published>2009-04-13T14:57:00.007+07:00</published><updated>2009-04-13T15:26:19.360+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><title type='text'>Award  ♥</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;... &lt;em&gt;This is award from &lt;strong&gt;U-san&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; ...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SeLyXDylQLI/AAAAAAAAAFY/qGW9hdRJraI/s1600-h/award.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 80px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SeLyXDylQLI/AAAAAAAAAFY/qGW9hdRJraI/s200/award.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324084187473723570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;... This is award from Karin-chan ...&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SeLy7ILXM5I/AAAAAAAAAFg/kJLOJ-s8Qzw/s1600-h/I+love+your+blog+award.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 173px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SeLy7ILXM5I/AAAAAAAAAFg/kJLOJ-s8Qzw/s200/I+love+your+blog+award.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324084807126692754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;... &lt;em&gt;This is award from &lt;strong&gt;Karin-chan&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;U-san&lt;/strong&gt;, and &lt;strong&gt;Hazu-chan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; ...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SeLzYIoVVjI/AAAAAAAAAFo/IpcZn66sJ3A/s1600-h/yourblogisfabulous.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 149px; height: 185px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SeLzYIoVVjI/AAAAAAAAAFo/IpcZn66sJ3A/s200/yourblogisfabulous.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324085305464411698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;1. Put the logo on your blog or post.&lt;br /&gt;2. Nominate at least 10 blogs which you think are FABULOUS.&lt;br /&gt;3. Be sure to link to your nominees within your post.&lt;br /&gt;4. Let them know that they have received this award by commenting on their blog.&lt;br /&gt;5. Share the love and link to this post and to the person from whom you received your award.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Share to :&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;1. cute_bunny&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;2. Fuji-chan&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;3. Sahara&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;4. Blekpepi&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;5. Agito-chan&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;6.  Yuura&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;7.  Satsuki&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;8. Yuura&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;9. Enji&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;10. Chen&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0 !important; background: transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-2101601498070032473?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/2101601498070032473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/04/award.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/2101601498070032473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/2101601498070032473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/04/award.html' title='Award  ♥'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SeLyXDylQLI/AAAAAAAAAFY/qGW9hdRJraI/s72-c/award.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-8323144230763919737</id><published>2009-04-12T07:59:00.007+07:00</published><updated>2010-12-27T10:54:32.545+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><title type='text'>Please Stop the Time ♥ Part 2</title><content type='html'>&lt;div  style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/02/please-stop-time-part-1.html"&gt;--cerita sebelumnya--&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgN3unVV8I/AAAAAAAAAN8/VbBopIz2xSw/s1600/url.htm"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 225px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgN3unVV8I/AAAAAAAAAN8/VbBopIz2xSw/s320/url.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555205391418480578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keadaan Luna pagi ini sangat buruk. Matanya bengkak akibat semalaman menangis. Hatinya hancur berkeping-keping, mengetahui bahwa Ferdi dan Lulu saling mencintai. Dia juga marah pada Lulu, karena tidak jujur mengungkapkan perasaannya. Sangat marah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luna segera beranjak dari kamar. Ia ingin segera menemui Lulu dan mengeluarkan amarahnya. Tapi, begitu Luna sampai di kamar Lulu, Lulu tak ada di kamarnya. Luna menyambar buku diary yang masih tergeletak di tempat yang sama dan segera turun ke lantai satu. Ia menuju ke dapur, tempat biasanya Lulu berada sepagi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sampai di dapur, Luna terkejut. Lulu sedang menyiapkan kue tart sederhana dengan hiasan warna biru, kesukaan Luna. Di atasnya terdapat lilin-lilin kecil berjumlah tujuh belas. Luna benar-benar lupa kalau hari ini ulang tahun mereka berdua. Buku diary Lulu yang sedari tadi dipegangnya, pun jatuh ke lantai karena keterkejutan Luna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bruk!” buku tebal itu bersuara keras saat jatuh ke lantai dan membuat Lulu terkejut. Rupanya, sejak tadi Lulu tidak menyadari kedatangan Luna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho?! Kak?! Tumben pagi-pagi udah bangun,” kata Lulu sedikit tergagap. Luna bergeming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, ya! Happy birthday ya, Kak! Aku udah siapin kue ini special untuk kakak…” kata Lulu tulus sambil tersenyum. Luna memandang Lulu yang terlihat sedang menunggu ucapan yang sama keluar dari mulut kakaknya tersebut, lalu mengalihkan pandangannya ke kue tart indah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Luna hanya tersenyum sinis, dan berkata, “Lo kira, ini semua cukup dengan apa yang udah lo lakuin?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kening Lulu berkerut, “Maksud Kakak? Aku nggak ngerti…” Lulu memandangi wajah saudari kembarnya itu dengan bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin ini bisa ngejawabnya.” ujar Luna sambil menendang buku diary itu ke depan Lulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulu benar-benar terkejut. Berarti Kak Luna sudah mengetahui perasaan yang sejak dulu kupendam, simpul Lulu dalam hati. Kepahitan dan ketakutan mulai menyelimuti Lulu. Matanya pun sudah mulai berair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue rasa, lo udah ngerti sekarang. Nggak perlu gue jelasin lagi kan?” ucap Luna sinis. Dia pun mendesah pelan, “Hebat…” Luna tertawa sinis. “Selama ini lo berhasil nyembunyiin perasaan lo, dengan pura-pura ngedukung gue ama Ferdi. Gue salut ama lo.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata mulai membasahi pipi Lulu. “Kak Luna baca diary-ku?” tanya Lulu pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luna hanya menjawabnya dengan senyuman sinis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa kak?!” nada suara Lulu mulai meninggi, membuat Luna terkejut. “Ini privasiku, dan kak Luna gag boleh sembarangan baca!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nada suara Luna pun ikutan meninggi, “Seandainya gue gag baca diary lo, seumur hidup gue gag akan pernah tau, kalau ternyata lo juga suka ama Ferdi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata Lulu semakin deras. “Apa salah kalau aku suka ama Ferdi, kak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salah lo, karena lo gag pernah mau jujur ama gue.” Luna pun berhenti sesaat untuk mengatur nafasnya yang naik-turun, gag karuan. Kemudian dia bertanya pelan, “Lalu, apa jawaban lo saat dia nembak lo?” matanya menerawang ke luar jendela. Sulit baginya, untuk melihat ekspresi Lulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku―” ucapan Lulu terpotong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gue rasa, gue tau jawaban lo.” Luna terpaksa memotong ucapan Lulu, karena dia tak sanggup mendengarnya. Sangat sulit untuk menerima kenyataan pahit ini. “Kenapa? Kenapa selalu lo yang dapet seluruh kebahagiaan ini?” Air mata Luna sudah berada di pelupuk matanya, dan karena Luna tidak ingin menangis di depan adiknya, dia pun melangkahkan kaki untuk beranjak keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dengan sigap, Lulu menahannya. “Kak… Dengerin aku dulu…” pinta Lulu sedikit memohon. Tangannya memegegang erat tangan Luna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang, Luna melepaskan tangan Lulu dari lengannya. Lulu pun jatuh ke lantai karena hempasan kasar tangan Luna. Luna segera berlari ke luar. Lulu mengikutinya sambil terus memohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kak, dengerin aku dulu! Biar aku jelasin!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Luna tak menggubris. Ia terus berlari ke luar, menuju jalan raya. Luna menyeberang jalan dan mencegat sebuah taksi yang kebetulan lewat. Luna tak tahu harus kemana. Yang ada di pikirannya hanya menjauh dari Lulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulu yang melihat kakaknya ada di seberang jalan langsung berlari menyeberang. Saat itu, Luna sedang membuka pintu taksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kak Luna!!!” teriaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diiinnnnnnnn……….!!!” tanpa dia sadari, ada mobil yang sedang melaju kencang menuju ke arahnya. Mobil itu pun menabrak tubuh Lulu, membuatnya terpental beberapa meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“LULUUUUU!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;" align="center"&gt;&lt;em&gt;I wish that the time will stop so I can change everything that I’ve done…&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;" align="center"&gt;♥♥♥&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lulu terbaring lemas di rumah sakit. Kata dokter, kepalanya mengalami pendarahan hebat, dan kemungkinan menderita amnesia. Luna masih shock dan sangat merasa bersalah. Air mata mengucur deras di pipinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maafin gue, Lu… Maafin gue…” Luna tak henti-henti mengucapkannya. Orang tuanya berusaha menghiburnya, namun tak berhasil. Luna benar-benar merasa bersalah. Seandainya dia tidak lari keluar dan mendengarkan penjelasan Lulu saat itu, pasti Lulu tak akan mengalami hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang perawat keluar dari kamar Lulu. Luna dan kedua orang tuanya dengan cemas menanti kabar dari peawat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia sudah siuman, tapi…” Luna tak menggubris. Dia segera menghambur ke kamar Lulu dan berlutut di sebelah tempat tidur adiknya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lulu… Lo inget gue kan? Lo inget semuanya kan?” kata Luna terisak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu siapa?” jawaban Lulu itu membuat dunia Luna seakan berputar. Tangisnya meledak. Orangtuanya segera menuntunnya ke sofa di ujung kamar Lulu. Dokter datang dan segera memeriksa keadaan Lulu. Keluarganya menanti dengan cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia tidak apa-apa. Kemampuan numeric, bahasa, dan lain-lainnya bagus. Dia hanya tidak ingat dengan orang-orang di sekitarnya, dan kejadian-kejadian dalam hidupnya,” jelas sang dokter panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa Lulu bisa sembuh, Dok?” tanya ibu Lulu khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak bisa memastikan, kita lihat saja nanti…” terang Dokter kemudian meninggalkan ruangan. Luna menundukkan kepala. Ingin menangis rasanya, namun air mata Luna sudah habis. Mereka bertiga segera menghampiri Lulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lulu, ini mama, sayang…” kata ibu Lulu lembut sambil mengusap rambut Lulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mama…?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, sayang. Lalu ini papamu,” kata ibu Lulu lagi sambil memegang pundak ayah Lulu, “dan saudari kembarmu –Luna.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai, Luna…” kata Lulu pelan sambil tersenyum pada Luna. Luna berusaha tersenyum meskipun ini terasa sakit. Terbesit rasa sedih, mendengar Lulu tidak memanggilnya ‘kakak’ lagi seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lu, maafin gue, ya…” ucap Luna lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulu bingung, “Maaf untuk apa, Lun?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nanti kalo lo udah agak mendingan, gue cerita. Pokoknya maafin gue…” Luna memohon, “Maafin ya…?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulu pun tersenyum dan mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;" align="center"&gt;♥♥♥&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;Lulu kembali ke rumah beberapa hari setelah kejadian itu. Teman-temannya sudah menanti di rumah untuk menyambut kedatangan Lulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lulu…!!! Welcome back!!! Lo inget gue nggak? Gue Dina, sohib lo! Tar pasti lo inget… Nih, temen-temen udah pada nungguin lo dari tadi… Kita bawa kado juga lho…” kata Dina panjang lebar. Orang tua Luna dan Lulu memang melarang teman-temannya menjenguknya di rumah sakit, takut Lulu malah pusing dan memperparah keadaannya. Teman-temannya ini memang troublemaker. Jadi, mereka benar-benar rindu pada Lulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulu terkejut mengetahui ternyata begitu banyak orang yang menyayanginya. Air mata menetes di pipinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lu, lo kok nangis, sih?” tanya Luna sambil merangkul Lulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makasih semuanya…” kata Lulu perlahan sambil tersenyum dan mengusap air matanya. Teman-temannya pun berebut memperkenalkan diri mereka sekali lagi ke Lulu. Lulu tampak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luna pun tersenyum lega. Namun ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Dia segera mengedarkan pandangan ke setiap sudut ruangan. Dan benar, Ferdi tak ada di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;" align="center"&gt;♥♥♥&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;Pesta kecil-kecilan penyambutan kembali Lulu telah selesai. Luna menuntun Lulu ke kamarnya. Lulu segera berkeliling meihat-lihat isi kamarnya yang berhiaskan aneka aksesoris berwarna cokelat. Luna memperhatikannya dari tempat tidur, tersenyum. Rasanya geli melihat Lulu mengagumi isi kamarnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini foto temen-temen sekelas, Lun?” tanya Lulu, memperhatikan sebuah foto yang ditempel di dinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, itu anak-anak kelas XII IPA 3, kelas lo,” jawab Luna sambil menghampiri Lulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terus ini siapa?” tanya Lulu sambil menunjuk salah satu cowok di foto itu, “Aku nggak inget ada dia waktu pesta tadi…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu Ferdi. Dia ketua kelas kita…” jawab Luna lirih. Dia tak mau mengingat Ferdi lagi. Dia sudah memutuskan untuk melupakannya, dan merelakannya menjadi milik Lulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Luna,” kata Lulu pelan, “Apa dulu aku suka sama dia?” Pertanyaan Lulu membuat Luna bingung harus menjawab apa. Di satu sisi, dia ingin menjawab tidak, dan merebut Ferdi dari Lulu. Tapi di sisi lain, dia ingin menjawab ‘ya’ dan membuat Ferdi bahagia bersama Lulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa lo tanya gitu?” Luna malah balik bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak tahu. Tapi rasanya aku kangen banget sama dia. Walaupun aku nggak ingat itu siapa…” ujar Lulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya Lu, lo dulu suka sama dia. Dan dia juga suka sama lo. Dia pacar lo…” Luna akhiirnya menjawab dengan jujur, meskipun hatinya terasa perih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;" align="right"&gt;&lt;em&gt;.. to be continued ..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/126/C43C0E0173EB1C81BA809448F7169490.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-8323144230763919737?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/8323144230763919737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/04/please-stop-time-part-2.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/8323144230763919737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/8323144230763919737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/04/please-stop-time-part-2.html' title='Please Stop the Time ♥ Part 2'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgN3unVV8I/AAAAAAAAAN8/VbBopIz2xSw/s72-c/url.htm' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-8875564605389894691</id><published>2009-03-21T13:54:00.006+07:00</published><updated>2009-03-21T14:13:02.355+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jepang'/><title type='text'>Musim-musim di Jepang</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jepang adalah salah satu negara yang mempunyai empat musim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jangka waktu antara 4 musim tersebut, kurang lebih 3 bulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;4 musim itu adalah, Musim Semi (Spring, 春, haru) Musim Panas (Summer, 夏, natsu) Musim Gugur (Autumn, 秋, aki) Musim Dingin (Winter, 冬, fuyu).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/ScSQAdgBEgI/AAAAAAAAAEw/k3UnAWsSbMA/s1600-h/sakura1%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/ScSQAdgBEgI/AAAAAAAAAEw/k3UnAWsSbMA/s200/sakura1%5B3%5D.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315531797797343746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Musim Semi&lt;/span&gt; dimulai sekitar bulan Maret, dan orang Jepang menyambutnya dengan gembira, karena hari-hari dingin dan tidak bersahabat telah berakhir. Musim Semi ditandai dengan munculnya kuncup-kuncup bunga pohon plum (梅, ume). Dan setelah bunga pohon plum berakhir, muncul kuncup-kuncup bunga paling terkenal di Jepang, bunga Sakura (桜).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/ScSQ7jDr9aI/AAAAAAAAAE4/lDtxZw2I9Og/s1600-h/Di+dalam+Yuyuan_3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/ScSQ7jDr9aI/AAAAAAAAAE4/lDtxZw2I9Og/s200/Di+dalam+Yuyuan_3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315532812901414306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Musim Panas&lt;/span&gt; diawali dengan musim hujan sekitar seminggu, yang disebut Tsuyu (梅雨). Musim Panas di Jepang bisa mencapai suhu maximum 35oC, dengan kelembapan lebih dari 90%. So, gag perlu olahraga angkat besi, dengan duduk diam saja, sudah sukses membuat kita mengeluarkan keringat. Musim Panas dimulai sekitar bulan Juni ditandai dengan pohon-pohon hijau dan nyanyian ribut serangga yang bernama ‘Semi’. Sekolah di Jepang memberi libur Musim Panas sekitar sebulan. Salah satu aktivitas yang disukai kaum muda Jepang di Musim Panas adalah bermain ke pantai dan ke laut. Meski di tiap musim juga diadakan festival, Musim Panas adalah musim dengan jumlah festival terbanyak dan tersemarak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/ScSRqVrW_SI/AAAAAAAAAFA/WbRTSaFtPLA/s1600-h/1154833112559_Autumn_sInvitationII2476FlAd001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/ScSRqVrW_SI/AAAAAAAAAFA/WbRTSaFtPLA/s200/1154833112559_Autumn_sInvitationII2476FlAd001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315533616763567394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Musim Gugur&lt;/span&gt;, ditandai dengan mulai rontoknya dedaunan di pohon-pohon, dan berakhirnya hari panas dan lembab. Berawal sekitar bulan September. Musim ini terkenal dengan daun yang berubah warna jadi kuning, merah, oranye, dan disebut Momiji (紅葉). Para binatang liar seperti beruang, mengumpulkan persediaan makanan untuk ditimbun selama mereka tidur jangka lama di Musim Dingin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/ScSSBvkOVAI/AAAAAAAAAFI/Vbg30tQAZUY/s1600-h/snow1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/ScSSBvkOVAI/AAAAAAAAAFI/Vbg30tQAZUY/s200/snow1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315534018849952770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Musim Dingin&lt;/span&gt;, ditandai dengan turunnya butir-butir salju pertama di awal Desember. Di jaman dulu, Musim Dingin ini adalah musim yang paling berat, dan mungkin paling banyak menelan korban jiwa karena ganasnya cobaan alam dengan hawa dingin dan badai salju. Di beberapa daerah seperti Hokkaido di utara, suhu udara bisa mencapai -20oC. Rata-rata aktivitas orang-orang Jepang di musim dingin ini, adalah bermain ski, snowboard, dan es skating. Serta Onsen / hot spring (Pemandian air panas).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-8875564605389894691?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/8875564605389894691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/03/musim-musim-di-jepang.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/8875564605389894691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/8875564605389894691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/03/musim-musim-di-jepang.html' title='Musim-musim di Jepang'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/ScSQAdgBEgI/AAAAAAAAAEw/k3UnAWsSbMA/s72-c/sakura1%5B3%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-386401575234841500</id><published>2009-03-03T20:14:00.002+07:00</published><updated>2010-12-27T18:56:03.523+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jepang'/><title type='text'>Yukata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRh-hCem58I/AAAAAAAAAOE/ya3TIUYdixQ/s1600/url.htm"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 191px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRh-hCem58I/AAAAAAAAAOE/ya3TIUYdixQ/s320/url.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555329246427539394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:georgia;" &gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;Yukata&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; adalah pakaian yang populer di antara masyarakat Jepang pada permulaan zaman Edo, kira-kira empat ratus tahun yang lalu, bersamaan dengan popularitas kain katun. Berbeda dengan kimono, yukata sebagai baju yang dipakai sehabis mandi air panas, dapat dikenakan dengan nyaman pada musim panas dengan tidak berlapis-lapis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perbedaan dengan kimono&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Berbeda dengan kimono yang luar biasa mahalnya, harga Yukata umumnya terjangkau oleh semua orang. Karena terlalu mahalnya harga kimono, membuat hampir tidak ada toko yang mau menjualnya, Yukata yang sudah jadi dengan beraneka ukuran banyak dijual toko dengan harga terjangkau.&lt;br /&gt;- Kimono yang menurut ukuran lebar lengannya dapat diketahui status seorang wanita (sudah menikah atau masih gadis). Sedangkan Yukata dapat dipakai oleh siapa saja tanpa mengenal status.&lt;br /&gt;- Kimono, dikenakan dengan pakaian dalam sebanyak dua lapis (Hadajuban dan Juban). Sedangkan untuk perempuan yang mengenakan Yukata hanya perlu pakaian dalam lapis pertama (Hadajuban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cara mengenakan Yukata untuk perempuan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Yukata yang dipakai perempuan harus sesuai ukuran badan pemakai agar Yukata terlihat bagus sewaktu dipakai.&lt;br /&gt;- Sewaktu mengenakan Yukata sebaiknya mengenakan Susoyoke (rok dalam yang panjang berwarna putih polos atau bercorak dengan warna cerah)&lt;br /&gt;- Memakai pakaian dalam Hadajuban (pakaian dalam sebanyak 2 lapis) dan mengencangkan tali pengikatnya&lt;br /&gt;- Memakai Yukata. Panjang Yukata selalu melebihi panjang yang dibutuhkan si pemakai sehingga kain Yukata yang panjangnya berlebih harus diangkat sedikit ke bagian pinggang dan dikencangkan dengan menggunakan Koshihimo (sabuk pinggang dari kain)&lt;br /&gt;- Merapikan bagian-bagian Yukata yang sedikit longgar di badan ke arah perut dan mengencangkannya dengan Datejime (kain sabuk pengikat)&lt;br /&gt;- Mengencangkan Yukata dengan melilitkan dan mengikatkan Obi (kain yang dililitkan di pinggang).&lt;br /&gt;- Lebar Obi yang digunakan untuk Yukata adalah setengah dari lebar Obi untuk kimono. Di antara berbagai jenis simpul untuk mengikat Obi, simpul berbentuk seperti kupu-kupu yang disebut simpul Bunko adalah yang paling populer. Simpul Obi yang sudah jadi dan tinggal disisipkan saja pada Obi juga tersedia di toko kimono.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-386401575234841500?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/386401575234841500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/03/yukata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/386401575234841500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/386401575234841500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/03/yukata.html' title='Yukata'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRh-hCem58I/AAAAAAAAAOE/ya3TIUYdixQ/s72-c/url.htm' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-934540769763549898</id><published>2009-03-01T12:01:00.002+07:00</published><updated>2009-03-03T18:52:04.791+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jepang'/><title type='text'>Festival di Jepang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;br/&gt;Festival di Jepang biasanya terdiri dari satu atau dua acara utama, dengan stan-stan makanan, pertunjukan, permainan untuk membuat pengunjung tetap betah dan terhibur.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;Shogatsu (1-3 Januari)&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tahun Baru adalah even tahunan yang paling penting dan terperinci di Jepang. Sebelum Tahun Baru, rumah dibersihkan, hutang-hutang dibayarkan, dan osechi (makanan yang di baki untuk Tahun Baru) disiapkan atau dibeli. Osechi adalah makanan tradisional yang dipilih karena warna keberuntungan, bentuk, atau nama yang menarik dengan harapan untuk mendapatkan keberuntungan dalam berbagai segi kehidupan selama tahun yang baru.&lt;br/&gt;Rumah didekorasi dan hari libur dirayakan dengan berkumpulnya keluarga, mengunjungi kuil, dan menghubungi sanak famili dan sahabat. Hari pertama dari tahun (ganjitsu) biasanya dilewatkan bersama keluarga.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;Hinamatsuri (3 Maret)&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Festival boneka ini mempunyai nama lain seperti Sangatsu Sekku (Festival Bulan 3), Momo Sekku (Festival Persik), Joshi no Sekku (Festival Gadis).&lt;br/&gt;Dikenal sebagai Festival Persik karena persik bersemi di awal musim semi dan disimbolkan sebagai keberanian dan kecantikan feminin. Anak perempuan memakai kimono terbaik mereka dan mengunjungi rumah temannya. Di rumah-rumah di tempatkan panggung berisi hina ningyo (boneka hina, sederet boneka yang mewakili kaisar, permaisuri, pelayan, dan musisi yang memakai pakaian kuno) dan sekeluarga merayakan dengan makanan spesial Hishimochi dan Shirozake.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;Hanami (akhir Maret hingga awal April)&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Berbagai festival bunga diadakan oleh kuil Shinto selama bulan April. Darmawisata dan piknik dilakukan untuk menikmati bunga, terutama bunga Sakura. Di beberapa tempat, menikmati bunga diadakan berdasarkan hari-hari tertentu yang tetap. Even ini yang paling populer selama musim semi.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;Tanabata (7 Juli)&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Disebut juga festival bintang. Aslinya berasal dari legenda China yang menceritakan dua bintang penenun (Vega) dan pengembala domba (Altair), dimana mereka berdua pasangan kekasih yang hanya dapat bertemu sekali dalam setahun pada malam ke-7 bulan ke-7 dimana tidak ada hujan dan banjir di Milky Way pada hari itu.&lt;br/&gt;Dinamakan Tanabata setelah gadis penenun dari legenda Jepang dipercayai dialah yang membuat baju untuk dewa-dewa. Warga Jepang biasanya menuliskan permohonan dan harapan asmara di selembar kertas berwarna dan menggantungkannya di ranting bambu bersamaan dengan ornamen-ornamen kecil.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;strong&gt;Shichi-Go-San (15 November)&lt;/strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Festival untuk anak-anak berusia 3, 5, 7 tahun.&lt;br/&gt;Anak laki-laki berusia 5 tahun atau 7 tahun serta anak perempuan berusia 3 tahun, dibawa ke kuil setempat untuk berdoa demi keselamatan dan hidup yang sehat. Festival ini dilakukan karena ada kepercayaan bahwa anak-anak pada usia tertentu bisa mendapat kesialan sehingga diperlukan perlindungan.&lt;br/&gt;Anak-anak tersebut biasanya mengenakan pakaian tradisional untuk acaranya dan setelah mengunjungi kuil banyak orang membeli chitose-ame (permen seribu tahun) yang dijual di kuil.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;O-misoka (31 December)&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br/&gt;Masyarakat Jepang membersihkan rumah (Osoji) untuk menyambut tahun baru dan untuk menghilangkan pengaruh tidak baik.&lt;br/&gt;Banyak warga yang mengunjungi kuil Buddha untuk mendengarkan bel berbunyi sebanyak 108 kali ketika malam hari (joya no kane). Hal ini dilakukan untuk mengumumkan bahwa tahun lama telah dilewati dan tahun yang baru telah datang.&lt;br/&gt;Alasan kenapa dibunyikan 108 kali adalah karena penganut Buddha percaya manusia digoda 108 macam hasrat dan nafsu duniawi (bonno). Dengan tiap kali bunyi, satu hasrat dihilangkan.&lt;br/&gt;Menjadi adat juga bahwa memakan toshikoshi koba (mie melewati tahun) diharapkan bahwa seluruh keluarga mendapat keberuntungan layaknya sepanjang mie yang panjang.&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-934540769763549898?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/934540769763549898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/03/festival-di-jepang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/934540769763549898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/934540769763549898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/03/festival-di-jepang.html' title='Festival di Jepang'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-3387803186617882754</id><published>2009-02-07T14:57:00.009+07:00</published><updated>2010-12-27T10:51:37.642+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi'/><title type='text'>Please Stop the Time ♥  Part 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgM67d30zI/AAAAAAAAAN0/lDNj5XxeAHs/s1600/emo.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgM67d30zI/AAAAAAAAAN0/lDNj5XxeAHs/s320/emo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555204346896438066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;“Kenapa? Kenapa lo lebih milih Lulu? Bukankah wajah gue dan wajahnya sama? Kenapa lo lebih milih dia?!” ucap Luna histeris. Air mata yang dari tadi dibendungnya, kini jatuh satu persatu.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; Ferdi langsung menggenggam kedua tangan Luna, sembari berkata, “Bukan wajah yang membuat gue suka ama dia, Lun.”&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; “Lalu apa?” tanya Luna terisak. Bibirnya bergetar karena menahan dinginnya hujan.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; “Ada sisi lain dalam dirinya, yang membuat gue jatuh cinta ama dia.” ucap Ferdi sesaat. Kemudian, dia melanjutkan ucapannya dengan tatapan memohon, “Gue harap lo ngerti, Lun.”&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Luna tak bisa berkata apa-apa lagi. Hatinya sakit banget. Dia hanya bisa tertunduk dan menangis.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;Ferdi pun melepaskan genggamannya dan berbisik pelan sebelum beranjak dari tempat itu, “Maafin gue, Lun.”&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Tangis Luna semakin meledak mendengar ucapan Ferdi barusan. Kenyataan dan dinginnya hujan, membuat perasaannya tak menentu. Rasanya, dia ingin berteriak sekencang-kencangnya untuk mengeluarkan semua beban dalam hatinya. Namun tenggorokannya tercekat. Tak ada suara pun yang keluar dari bibirnya. Dia hanya bisa menangis dan terus menangis.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;" align="center"&gt;&lt;span&gt;♥♥♥&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;" align="justify"&gt;&lt;span&gt;Luna pun menyeret kakinya dengan ogah-ogahan ke kamar. Dia sangat butuh ketenangan saat ini. Kejadian tadi, sangat membuatnya lelah. Dia ingin segera sampai di kamar, lalu merebahkan tubuhnya di kasur dan terlelap ke alam mimpi. Melupakan semua yang terjadi hari ini…&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Namun, langkahnya terhenti saat dia melewati kamar Lulu yang sedang terbuka. Ada suatu dorongan dalam hatinya untuk memasuki kamar Lulu tersebut. Akhirnya dengan langkah gontai, dia pun masuk ke kamar Lulu. Di rak meja, terpajang sebuah foto dua gadis kembar yang terbingkai dalam sebuah figura hitam. Mereka adalah Luna dan Lulu. Luna pun memegang  foto tersebut dan memandangnya. Hatinya sangat sakit menerima kenyataan. Sejujurnya, dia kesal melihat saudara kembarnya tersebut, selalu mengambil apa yang dia inginkan.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Kemudian tatapannya terarah pada sebuah buku bersampul coklat yang terletak di meja kecil dekat tempat tidur. Tampaknya buku diary Lulu. Luna pun membuka lembar demi lembar buku itu. Dan dari buku itulah, Luna menyadari sesuatu yang tak pernah dia sangka sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;Lulu menyukai Ferdi…&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;" align="center"&gt;&lt;span&gt;♥♥♥&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;..To be continued..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-3387803186617882754?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/3387803186617882754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/02/please-stop-time-part-1.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/3387803186617882754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/3387803186617882754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/02/please-stop-time-part-1.html' title='Please Stop the Time ♥  Part 1'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/TRgM67d30zI/AAAAAAAAAN0/lDNj5XxeAHs/s72-c/emo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-1601367152574270585</id><published>2009-02-06T17:16:00.001+07:00</published><updated>2011-06-09T11:30:37.461+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kahlil Gibran'/><title type='text'>Cinta yang Agung</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;C&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;span&gt;INTA yang AGUNG&lt;br /&gt;Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya..&lt;br /&gt;Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia..&lt;br /&gt;Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata,&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;..‘Aku turut berbahagia untukmu’..&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…&lt;br /&gt;Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI ..&lt;br /&gt;Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..&lt;br /&gt;Tapi...&lt;br /&gt;Ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati bersamanya.&lt;br /&gt;Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang..&lt;br /&gt;MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;:.: Kahlil Gibran :.:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-1601367152574270585?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/1601367152574270585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/02/cinta-yang-agung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/1601367152574270585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/1601367152574270585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/02/cinta-yang-agung.html' title='Cinta yang Agung'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-2632902446999246355</id><published>2009-02-04T19:39:00.000+07:00</published><updated>2009-02-04T20:19:13.094+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kahlil Gibran'/><title type='text'>Tentang Kahlil Gibran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SYmVw4lfrCI/AAAAAAAAADo/2S5DUHjhswg/s1600-h/gibran010.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SYmVw4lfrCI/AAAAAAAAADo/2S5DUHjhswg/s200/gibran010.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298931103634009122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br/&gt;&lt;span&gt;Kahlil Gibran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;. Lahir pada tanggal 6 Januari 1883 dekat Holy Cedar Grove (Semak Cedar Berdyri yang suci), di tepi wadi qadisha (Lembah Kudus atau Lembah suci). Kota Beshari, Lebanon. Ibunya bernama Kamilah, putri seorang Pendeta bernama Istipan Rahma.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;Amanat dahsyat, barisan kata-kata yang disusun Kahlil Gibran, dalam bentuk satu kalimat pendek namun sungguh dalam artinya. Cinta yang cerdas dan rasional, semakin kokoh memperkuat hidup dengan landasan kata-kata bijak. Keharmonisan menjalani kehidupan cinta dan kehidupan Universal, membangkitkan gairah dalam menikmati kehidupan yang indah ini.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Sebagai seorang penyair, artis dan musikus, yang berkarya di dunia barat dan timur, Kahlil Gibran boleh dikatakan sebagai legenda pada zamannya hingga sekarang.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Tulisan-tulisan Gibran dikenal luas karena bernuansa oriental dan eksostik, bahkan mistis, karya-karyanya telah diterjemahkan ke lebih 20 bahasa.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-2632902446999246355?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/2632902446999246355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/02/tentang-kahlil-gibran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/2632902446999246355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/2632902446999246355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/02/tentang-kahlil-gibran.html' title='Tentang Kahlil Gibran'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SYmVw4lfrCI/AAAAAAAAADo/2S5DUHjhswg/s72-c/gibran010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5170658136928642994.post-7547561722579896242</id><published>2009-01-27T14:42:00.001+07:00</published><updated>2011-06-09T11:31:03.255+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kahlil Gibran'/><title type='text'>Cinta Sejati</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang.&lt;br /&gt;Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah, kamu TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri.&lt;br /&gt;Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang.&lt;br /&gt;BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita, MELAINKAN karena kita menyadari bahwa dia akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.&lt;br /&gt;Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia.&lt;br /&gt;Jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti kamu benar-benar mencintai, MELAINKAN BERJUANGLAH demi cintamu.&lt;br /&gt;...Itulah cinta sejati...&lt;br /&gt;Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan, DARIPADA berjalan bersama orang 'yang tersedia'.&lt;br /&gt;Kadang kala orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu, dan kadang kala teman yang menangis bersamamu adalah CINTA YANG TIDAK KAMU SADARI KEBERADAANNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;:.: Kahlil Gibran :.:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5170658136928642994-7547561722579896242?l=aishiteru-nacchi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/feeds/7547561722579896242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/01/cinta-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/7547561722579896242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5170658136928642994/posts/default/7547561722579896242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aishiteru-nacchi.blogspot.com/2009/01/cinta-sejati.html' title='Cinta Sejati'/><author><name>♥ nadita is nacchi ♥</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03129180675292598503</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gzQ7NwxmPbc/SZU-zONLM9I/AAAAAAAAAEI/g5OQ12FvQsA/S220/23012009308-001.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
